
"Ohayo..... Nesi chan" (Selamat pagi dalam bahasa jepang)
"Ohayo.... Mr.Takashi" Nesi membalas.
Sebenarnya Nesi sangat bingung, kenapa pagi-pagi sekali Mr.Takashi sudah ada di Villa.
"Ho hooo kamu sudah datang.... Ohayo....." Ryu yang baru datang langsung nimbrung. Menyapa dan membungkukan badan. Nesi dan Mr.Takashi pun membalasnya.
"Ada acara apa ini?" Nesi mencoba Mencari tau.
"Kita mau jalan-jalan hari ini......" ucap Mr.Takashi dengan penuh semangat.
"Yes..... bukankah besok kamu sudah harus kembali ke apartemen" Ryu menjelaskan. Nesi menyimak dengan bijak.
"Ada tempat yang ingin kamu kunjungi?" Ryu menambahkan.
Nesi sedikit mengerutkan dahi untuk berfikir.
"Eemmmbbbbb..... aku ingin berendam di mata air panas" matanya yang bulat berbinar-binar, membayangkan ia berendam di air panas, merelaksasi tubuhnya, lalu memakai pakaian jepang. Nesi langsung tersenyum senyum membayangkan itu.
"Ok..... kita ke Kawaguchiko onsen.... let's go!!!"
Nesi terkekeh kecil melihat tingkah atasannya itu, dengan kedudukannya yang begitu tinggi tapi ia masih bisa bersikap seperti layaknya anak kecil.
Mobilpun melaju ke arah yang belum pernah Nesi lewati.
"Aku pernah punya angan-angan untuk keliling jepang, tapi melihat kondisinya disini memang sangat indah, rasanya tak akan cukup untuk waktu yang singkat"
Nesi mencoba mengutarakan keinginannya.
"Kamu akan butuh waktu sekurang-kurangnya 1 tahun untuk berwisata di jepang, selain karna panorama alamnya yang indah, banyak spot yang menarik untuk di lewatkan, tambah lagi musim yang bergantipun akan memberikan pemandangan tersendiri di setiap spotnya"
"Kamu sudah seperti tour guide aja....."
Ketiganya tertawa bersama.
Setelah menempuh perjalanan hampir 2 jam sampailah mereka di kaki gunung fuji.
Nesi begitu takjub melihat pemandangan disana.
"Ohayo gozaimasu...." Nampak seorang wanita berpakaian tradisional jepang.
Ketiganyapun menjawab sapaan wanita tersebut.
__ADS_1
Ryu nampak bercakap dengan wanita itu dengan bahasa jepang.
Lalu wanita itu mengantarkan mereka ke sebuah bangunan.
Nesi memilih berendam di ruangan yang privat jadi dia tidak akan malu untuk bertelanjang badan.
Nesi menceburkan dirinya di kolam air panas, dia begitu menikmati sensasi yang terasa sangat memanjakannya.
"Nes.... Nesi....." Nesi sedikit tersentak mendengar suara Ryu.
"Aku di ruangan di sampingmu...."
Nesi merasa sedikit lega mendengar pernyataan Ryu.
"iiyaaa saya disini...."
"Kenapa kamu memilih berendam sendiri?"
"Nggak apa-apa di Negaraku sangat tidak sopan jika lelaki dan perempuan berendam bersama"
Nesi mencoba menjelaskan. Ia sangat faham kalau tradisi di kedua negara itu berbeda.
"Baiklah..... aku mengerti" Nesi sedikit mengelus dada.
Merasa senang mendapat ketenangan yang selama ini ia idamkan. Tanpa harus memikirkan Ferdi.
Menikah dengannya saja sudah menjadi beban tersendiri bagi Nesi.
Terlebih Ferdi yang tidak bisa menerima Nesi, mengacuhkan. Dan Nesi harus menyimpan rasa sakit itu sendiri.
Meski Ferdi telah berkali-kali menyakitinya, tapi Nesi harus bersikap profesional menjadi seoarang istri.
Setelah dirasa cukup Nesi memutuskan untuk menyudahi berendamnya.
"Aku sudah selesai.... aku akan menunggu di luar"
"Baiklah....." Ryu menjawab.
Lalu Nesi segera membersihkan diri dan berganti pakaian.
Saat keluar, Nesi berpapasan dengan Mr.Takashi yang sudah berpakain rapi.
"Ayo jalan..... aku akan mengajakmu berdandan ala wanita jepang"
__ADS_1
Mata Nesi berbinar-binar. Tanpa pikir panjang Nesi mengiyakan.
"Tapi Ryu..... dia belum selesai"
"Dia sudah besar..... bisa cari jalan pulang sendiri. Ini kan bukan tempat yang asing bagi kita" Mr menjelaskan. Nesipun menurut saja.
Mr.Takashi mengajak Nesi masuk ke sebuah toko baju, disana penuh dengan baju Kimono yang sangat menawan.
Lagi-lagi Nesi merasa takjub. Dia memilih baju yang terlihat menarik. Tapi karna semua baju disana terlihat menarik. Nesipun merasa kebingungan.
Tiba-tiba Mr.Takashi membantu Nesi memilihkan.
Setelah selesai, Takashi meminta pelayan toko untuk membantu Nesi memakainya.
Disana Nesi merasa bingung. Melihat wanita jepang begitu luwes memakai baju kimono. Ia baru tau kalau untuk memakai kimono ada sekitar 2 baju dalam yang harus di pakai.
"Aku sudah selesai......" Nesi memamerkan Kimononya.
Sementara itu Takashi merasa sangat takjub dengan kecantikan Nesi. Ia terlihat sangat menawan dan manis.
Rona bahagia yang Nesi pancarkan menambah aura kecantikannya kian pekat.
"Eembb kamu cantik sekali...... Kawaii....."
Muka Nesi seketika memerah. Takashi merasa sangat senang melihat itu.
Takashi segera menggandeng Nesi. Nesi sempat menolak. Tapi karna sendal tinggi dan juga bawahan kimono yang sempit, Nesi merasa sedikit kesulitan untuk berjalan.
Mau tidak mau dia menerima gandengan tangan Takashi.
"Ayo kita makan mizutaki!!!" Takashi tersenyum dengan girangnya. Nesipun mengangguk senang.
Merekapun memasuki sebuah resto, disana mereka menikmati mizutaki dengan berbagai sayur dan makanan laut.
Sesekali Takashi mengambilkan makanan untuk Nesi. Dan rona merah di pipi Nesi kian pekat.
Tapi di dalam hati ia sedikit khawatir. Tentang, bagaimana ia harus mengontrol kenyamanan yang Takashi berikan. Ia sangat haus dengan perhatian itu.
Sedangkan ia di jepang hanya untuk bekerja sementara waktu saja.
******
Adiz.Ck
__ADS_1