ISTRI YANG TAK DICINTAI

ISTRI YANG TAK DICINTAI
eps 60 FULL ENDING


__ADS_3

Pesta berlangsung sampai malam. Dan ketika usai, Nesi dan Takeshi di antarkan oleh seorang supir ke sebuah rumah.


Kenapa bukan Ryu?


Ryu sedang ditugaskan untuk mengurus liburan para orang tua Nesi dan Takeshi, dan juga Ichio tentunya. Mengemudikan mobil, membeli tiket, membeli semua yang ingin mereka beli dengan kartu kredit tanpa batas yang sengaja Takeshi siapkan untuk mereka. Bahkan kartu itu bisa untuk menyewa hotel sekaligus.


Ya..... Mereka akan menginap di hotel malam ini, untuk malam pertama Takeshi. Bukankah akan lebih bagus jika tidak ada yang mengganggu.


Nesi sedikit tertegun ketika ia sampai di rumah baru yang sengaja Takeshi beli untuk tempat tinggal mereka selanjutnya.


Rumah yang sangat luas, dengan gerbang tinggi bercat hitam. Juga pilar besar yang berdiri kokoh di samping kanan kiri teras depan. Nesi hanya bisa terpana dan berdecak kagum.


Takeshi memang sengaja memberikan kejutan untuk Nesi. Sehingga Nesi tidak tau tentang kepindahan mereka.


Lalu ada ajudan yang berdiri di depan pintu utama, dan mereka segera Membukakan pintu untuk Nesi dan Takeshi.


Nesi semakin terkejut ketika membuka pintu rumah. Terpampang berbagai perabot super mewah yang sudah tertata rapih di tempatnya masing-masing. Namun mata Nesi langsung tertuju pada hamparan kelopak mawar merah yang sudah terhampar di lantai sempai ke tangga, seakan memberi arah jalan menuju ke suatu tempat.


Nesi tersenyum lalu menatap Takeshi yang juga sedang memandangnya dengan senyum termanisnya.


Lalu keduanya melangkah ke lantai 2. Takeshi menuntun Nesi dengan sangat mesra. Gaun panjang Nesi yang terjuntai menyapu hamparan mawar dan meninggalkan jejak yang begitu eksotis. Hamparan kelopak mawar itu masih terhampar sampai ke depan sebuah kamar yang ada di lantai 2.


Nesi segera melangkah ke arah pintu kamar itu dan membukanya.

__ADS_1


Masih nampak kelopak mawar merah dan putih yang memenuhi kamar sampai ranjang.


Nesi terkekeh membayangkan sesuatu yang menurutnya lucu.


"Kenapa tertawa?" Tanya Takeshi.


Namun Nesi hanya diam sembari tersenyum malu.


Takeshi yang sedari sudah gemas dengan Nesi, segera membopong tubuh Nesi dan menghempaskannya ke ranjang, dan tanpa di sadari Takeshi terpeleset gaun yang Nesi kenakan, sampai tubuhnyapun terjerembab ke ranjang dan hampir menimpa Nesi, untung saja tangannya yang kokoh bisa menyangga dan menopang tubuhnya.


Keduanya kaget, berpandangan cukup lama sampai akhirnya Takeshi mendaratkan ciumannya di bibir Nesi yang sudah sedari tadi Takeshi inginkan.


Mata Nesi membulat ketika tiba-tiba Takeshi menciumnya. Jantungnya berdetak dengan cepat seakan hendak meledak.


Takeshipun sama, Ini pertama Kalinya ia mencium seorang wanita yang sangat ia cintai setelah sekian lama harus menahan keinginan itu. Dan hari ini ia sudah bisa menciumnya setiap hari bahkan setiap saat. Nesi tak akan menolaknya lagi, karna sekarang ia miliknya.


DDRRRTTTT


Keduanya sama-sama terkaget. Nafas keduanya masih tersenggal menahan sesuatu yang bergejolak di diri keduanya.


"Hanya pesan" ucap Takeshi setelah mengecek ponselnya.


Keduanya tertawa.

__ADS_1


Lalu Takeshi melihat ke arah pintu kamar yang masih terbuka. Kemudian ia merasa malu sendiri dan bangkit untuk menutup dan mengunci pintu kamar.


Nesi terduduk. Ada rasa rindu setelah seharian tidak berjumpa dengan Chio.


"Apakah Ichio baik-baik saja ya????" Nesi seakan bertanya pada dirinya sendiri. Tapi Takeshi menyadarinya dan mendekat ke arah Nesi. Mendudukan dirinya di samping Nesi yang masih berbalut gaun pengantin.


"Dia pasti baik-baik saja, Jika ada sesuatu pasti Ryu langsung menghubungiku. Tenanglah!!!" ucapnya.


Nesi tersenyum.


Lalu Takeshi mulai mendekatkan mukanya pada muka Nesi, Nesipun hanya bisa memejamkan mata. Berharap ini adalah malam yang indah untuk mereka lewati bersama.


"Aishiteru...." Bisik Takeshi sembari mendaratkan bibirnya di bibir Nesi.


Hati Takeshi bergetar hebat, itu kali pertamanya mengucap kata yang paling sakral menurutnya. Ia tidak menyangka jika ia akan mengatakan itu kepada Nesi.


Di jepang, ungkapan cinta sangatlah di junjung tinggi. Pantang bagi seorang lelaki mengungkapkan cinta pada sembarang wanita. Jadi ketika seorang lelaki jepang mengungkapkan cintanya, itu tandanya ia benar-benar mencintai wanita tersebut.


Nesi hanya diam dan tak bisa menjawab karna bibirnya telah berada dalam kuasa bibir Takeshi yang begitu sexi.


"Aku sungguh mencintaimu, mencintai kamu yang mau menerima semua kekuranganku...... Takeshi..... I love you"


...THE END...

__ADS_1


Adiz.Ck



__ADS_2