
"Hah..... Aku lelah sekali....." Keluh Sely saat ia sampai di rumah. Iapun menghempaskan tubuhnya di samping Ferdi yang tengah mengetik dengan laptop di atas ranjangnya. Ferdi tidak bergeming dengan kepulangan Sely.
Sely yang merasa cemaspun segera merangkulkan tangannya di pinggang Ferdi, mukanya mendongak melihat ke arah Ferdi yang masih fokus dengan laptopnya.
"Kenapa kamu diam?" Tanya Sely seakan bingung dengan sikap Ferdi yang tiba-tiba berubah.
Tapi Ferdipun masih Fokus dan tak menggubris ucapan Sely. Sely bangkit dari tidurnya dan mendudukan dirinya di samping Ferdi. Kepalanya ia sandarkan di pundak Ferdi.
"Aku hanya pulang sebentar, Besok pagi aku harus terbang lagi ke eropa" ucap Sely menjelaskan.
BBRRAAKKK
Ferdi langsung menutup laptopnya dengan penuh emosi, Sely langsung kaget dan sedikit menjauhkan tubuhnya dari Ferdi.
Ferdi menatap bengis ke arah Sely. Semua unek-unek yang ada di fikirannya seakan berontak ingin berteriak.
Sely yang merasa takut hanya memandang Ferdi dengan tatapan yang penuh tanya.
"Aku sudah mengingat semuanya" ucap Ferdi sambil berlalu pergi meninggalkan Sely yang masih tertegun dengan ucapan Ferdi.
__ADS_1
Ferdi pergi ke teras balkon, mencoba mencari ketenangan disana. Ia memang sangat emosi saat ini, tapi ia memilih untuk menghindari Sely meski ia sangat ingin mengungkapkan semua kekecewaannya.
"Nes..... Aku banyak belajar tentang bagaimana harus bersikap kepada seorang wanita, darimu......." Batin Ferdi sembari membuang nafas kasar.
Ia ingat jika selama ini ia sering melakukan kekerasan kepada Nesi hanya karna emosi. Dan sekarang ia tidak ingin melalukan hal itu kepada wanita lain lagi.
"Fer..... Apakah aku melakukan kesalahan?" Tanya Sely yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang Ferdi.
Ferdipun membalikkan badannya, dan menyakukan telapak tangannya.
"Kita semua punya kesalahan masing-masing Sel......." ujar Ferdi, kemudian ia mendudukan dirinya di kursi yang ada disana, sedangkan sely masih mematung di tempatnya.
"Maksudmu?" Sely nampak masih bingung dengan maksud Ferdi.
"Tinggalkan semua duniamu, Aku butuh seseorang yang siap ada di sampingku dan mendukungku" ucap Ferdi tanpa melihat ke arah Sely.
"Aku tau apa yang kamu lakukan di samping pekerjaan utamamu. Jadi fikirkan baik-baik. Ingat.... Aku memberimu kesempatan hanya untuk kali ini saja" Ferdi berkata dengan serius.
Sely nampak mengernyitkan dahi lalu berlalu pergi.
__ADS_1
Ferdi mengambil ponselnya dan mencari sebuah foto di galeri. Senyum sinisnya muncul ketika ia melihat sebuah foto terpampang disana. Ada Sely dan seorang lelaki bule yang cukup keren, mereka sedang berciuman.
"Cih..... Aku bahkan tau sebusuk apa kamu dulu Sel..... Ternyata sekarangpun masih sama. Dulu aku begitu terbutakan oleh cinta sampai aku tega menyakiti Nesi dan menyia-nyiakannya. Sekarang aku harus tau? Apakah kamu bisa merelakan sesuatu yang kamu inginkan demi bersama dengan orang yang kamu cintai" Ferdi terus bergumam dalam diamnya.
Sedangkan Sely hanya termenung di kamarnya, ia benar-benar harus memikirkan keputusan yang harus ia pilih.
"Bagaimana ini......" Teriaknya dalam hati.
"Kenapa sih Ferdi ingat semuanya?, dan bisa-bisanya ia mencari tau semua tentangku.... Sial....." Umpat Sely kesal.
"Apa itu alasan Ferdi tidak pernah menyentuhku selama ini???" Sely nampak berfikir keras.
"Aku memang mencintainya, tapi apakah harus aku melepaskan semua kebhagaiaanku demi satu kebahagiaan yang sebenarnya?"
Sely nampak masih sangat ragu untuk keputusan yang akan ia ambil.
......................
Adiz.Ck
__ADS_1