
Dengan cepat Nesi berlari tanpa menatap Ferdi yang berdiri rapuh disana.
Nesi segera memasuki kamar hotelnya dan menutup pintu dengan kasar. Ia berdiri membelakangi pintu. Isaknya kian menjadi.
"Kenapa kamu baru saja punya keinginan untuk mempertahankanku sekarang mas..... Setelah hati ini kian terluka parah......" Batin Nesi sembari menyeka air matanya yang kian deras mengalir.
Pelan ia menurunkan tubuhnya dan meringkuk di balik pintu. Kian sesak dadanya dan nafasnyapun tersenggal karna tangisnya.
Sedangkan Ferdi yang terus terisak membiarkan Nesi dan memilih untuk merasakan sakit yang kian terasa di ulu hatinya.
"Kenapa Nes...... Aku begitu membutuhkanmu saat ini Nes....." Bisiknya sambil berjalan kembali ke lift dan memencet tombol lobi.
Dan Ferdipun pergi dari hotel itu, mencoba untuk sedikit melupakan Nesi.
......................
TTIIITTTT TTTIIIITTTT
Telfon hotel berdering saat Nesi sedang asyik menikmati secangkir kopi di balkon hotel pagi itu.
Nesi segera mengangkatnya. Terdengar suara resepsionis di sana.
"Hallo..... dengan ibu Nesi....."
"Iya benar....."Jawab Nesi.
"Ada seseorang yang menunggu anda di lobi"
"Baiklah aku akan turun....." jawab Nesi dengan sedikit malas. Dan segera menyudahi panggilannya.
"Apa Ferdi berusaha untuk menggangguku lagi....???" Batin Nesi, hatinya sedikit tak tenang.
Dengan sedikit terpaksa, Nesi merapikan diri dan pergi ke lobi hotel dengan perasaan yang masih was-was.
"Ohayou........" Sapa seseorang yang sedari menunggu Nesi persis di depan lift.
Nesi tertegun, kaget dan bingung juga ada rasa bahagia yang menguap disana.
"Ohayou....." Nesi membalas sembari membungkukkan badan.
"Kenapa bisa kesini??? sama Kenzi???" Tanya Nesi dengan senyum bahagia yang merekah.
Takeshi menggelengkan kepalanya.
"Tidak.... Kenzi sedang bekerja. Aku mengajak seorang supir untuk mengantarkanku kemari" Jawab Takeshi dengan rona bahagianya.
"Ayo duduk disana....." Nesi menunjuk sebuah cafe yang ada di lobi hotel.
Takeshi mengangguk mengiyakan ajakan Nesi dan mereka berjalan beriringan.
__ADS_1
Takeshi nampak memesan beberapa cemilan dan juga kopi. Sedangkan Nesi sudah duduk lebih dulu.
"Kamu memesankan kopi untukku???" tanya Nesi sembari menerima secangkir kopi yang di bawakan Takeshi.
"Tentu saja.... Kopi hitam dengan sedikit gula" Takeshi menjelaskan sambil tersenyum manis.
"Arigatou gozaimasu ......" Nesi sedikit menganggukan kepalanya untuk mengucapkan terimakasih.
Nesi menyeruput kopi itu dengan penuh nikmat. Pelan matanya terbuka dan menatap Takeshi yang sedang memandangnya penuh arti.
Nesi begitu tersipu dan mengalihkan pandangannya ke arah luar cafe. Menatap rumput yang masih sedikit berhias embun pagi.
"Apa kamu ada acara hari ini....??" Tanya Takeshi.
"Emmmbbbb tidak..... Aku sekarang sudah keluar dari pekerjaanku yang dulu. Aku sedang mengerjakan pekerjaan lain yang mungkin harus lebih aku tekuni sekarang" Jelas Nesi dengan raut sedih yang sedikit ia sembunyikan.
"Owh begitu...... Aku ingin bertemu dengan ibu Anna..... apakah jauh?"
Nesi sedikit mengerutkan keningnya....
"Jauh..... setidaknya kita harus menginap disana"
Takeshi sedikit melongo mendengarnya.
"Apa kamu mau mengantarkanku kesana?" Takeshi bertanya lagi.
Namun mereka tak langsung beranjak dan masih asyik dengan pembicaraan mereka sambil menikmati kopi dan cemilan yang mereka pesan.
......................
"Mah...... Takeshi akan datang berkunjung ke rumah mama......" Nesi mengirimkan pesan singkat kepada mertuanya.
Tak selang berapa lama, ponsel Nesi berdering.
"Hallo mah....."
"Bagaimana Nes..... Apa benar Takeshi ada di jakarta? Mama harus bersikap bagaimana......" Mama Anna nampak panik.
Nesi terkekeh lucu.
"Nggak usah khawatir mah, Bersikaplah sewajarnya saja. Jangan terlalu formal, meski ia dari orang yang berada, tapi sikapnya masih seperti orang pada umumnya" Nesi mencoba mengurangi kepanikan mertuanya itu.
"Baiklah..... Nanti kalo sudah turun dari pesawat segera kabari mama ya sayang......!!!!"
"Baik mama......"
Dan merekapun menyudahi perbincangan mereka. Nesi segera melanjutkan aktifitasnya untuk berdandan.
Nesi pikir ia harus berdandan ekstra jika harus pergi dengan seorang CEO ternama. Setidaknya dirinya tak membuat malu Takeshi jika berjalan bersama.
__ADS_1
Setengah jam lebih Nesi berdandan di kamarnya dan setelah siap, dirinya berjalan anggun menemui Takeshi yang sudah menunggunya sedari tadi.
Takeshi nampak sedikit terkejut ketika Nesi menyapanya. Nesi terkekeh karna telah membuyarkan lamunan Takeshi.
Takeshi lalu bangkit dengan bersemangat dan menggandeng tangan Nesi yang berdiri di hadapannya.
Nesi sedikit canggung mendapat perlakuan itu dari Takeshi. Tubuhnya sedikit memberontak untuk melepaskan gandengan Takeshi, namun hatinya tidak.
Takeshi membukakan pintu mobil untuk Nesi dan menyuruhnya masuk, dan Nesi hanya bisa menurut saja.
Takeshipun segera menutup pintu mobil dan masuk dari sisi yang lain. Dan duduk bersebelahan dengan Nesi yang tersenyum manis di samping Takeshi.
Beberapa detik kemudian mobil melaju dengan penuh perhitungan.
"Bagaimana kabar kamu dengan suamimu???" Takeshi membuka pembicaraan.
Nesi sedikit tertegun dengan pertanyaan Takeshi dan mengerutkan dahinya.
"Tidak ada perkembangan. Malahan sekarang semakin memburuk......" Jawab Nesi dengan sedikit bernada kesal mengingat perlakuan Ferdi padanya.
Takeshi manggut-manggut mendengar penjelasan Nesi.
"Aku sudah mengajukan surat cerai, tapi di tolak karna bukti yang kurang kuat. Dan mas Ferdi menolak perceraian itu jadi itu akan sulit untukku lepas darinya....."
Ada sedikit senyum yang tersungging di bibir Takeshi.
"Ikut ke jepang aja......!!!! Aku akan menikahimu......" Takeshi nampak berbicara serius.
Nesi menatap Takeshi seolah mempertanyakan keseriusannya, Takeshi tersenyum manis dan memandang dalam ke arah Nesi.
Nesi sedikit tidak yakin dengan ucapan Takeshi dan menganggapnya sebagai candaan belaka. Jadi Nesi tertawa karenanya.
"Jangan bercanda dengan pernikahan Mr......." ucap Nesi di sela tawanya.
"Aku sangat serius dengan ucapanku Nes....." Batin Takeshi sambil sedikit tertawa yang di paksakan.
......................
Adiz.Ck
😘😘😘
Sorry readers, Kalo author up nya lama. Banyak Faktor lain soalnya.
Perlu penyesuaian untuk bisa menulis dengan baik setelah hampir 10 tahun tidak pernah berkutit dengan dunia penulisan lagi.
Di tunggu dukungan dan komennya.....
lope you😍
__ADS_1