ISTRI YANG TAK DICINTAI

ISTRI YANG TAK DICINTAI
eps 51 (ending..)


__ADS_3

"Papah......????"


Ketiga orang itu tekejut ketika tiba-tiba ada seorang anak kecil menghampiri Ferdi dan memanggilnya papah.


Ferdi langsung mengalihkan pandangannya menatap anak kecil tersebut. Matanya langsung berbinar ketika melihat Chio yang berdiri di hadapannya.


Tanpa di komando tubuh Ferdi langsung merengkuh tubuh kecil Chio dan membopongnya.


"Akhirnya kamu datang,,,,, Papah sudah menunggumu dari tadi Chi......" Ferdi terlihat sangat bahagia ketika bertemu dengan Chio. Begitu juga dengan Chio yang tertawa bahagia ketika Ferdi memeluk tubuh Chio dan kemudian berputar-putar.


Ada rasa senang di hati Nesi ketika melihat mereka berdua. Namun jalan hidup yang harus ia pilih sangatlah berbeda sekarang.


Nesi berdiri sejajar dengan Takeshi yang tersenyum manis menyapa mama Anna dan papa Yongki. Dengan segera merekapun bertegur sapa setelah kemarin tidak sempat mereka lakukan karena keadaan yang sangat cheos waktu itu.


Takeshi duduk bersama dengan kedua orang tua Ferdi, Sedangkan Nesi tetap berdiri memperhatikan Ferdi dan Chio yang sedang sibuk berdua.


Nesi mengerti jika Ferdipun ingin menghabiskan waktu dengan anaknya itu, karna itulah Nesi memberikan waktu untuk mereka menikmati bersama sebelum akhirnya nanti mereka harus berpisah.


Sebenarnya Nesi akan merahasiakan tentang Chio dari Ferdi, tapi apalah daya, karna mama Anna keburu tau tentang Chio dari bentuk wajah yang sangat mirip dengan Ferdi. Tapi apalah daya, semuanya sudah terjadi sekarang, dan Nesi hanya bisa mengikuti alur yang ada.


Belum sampai lama mereka mengobrol, tiba-tiba ada pemberitahuan tentang pesawat yang akan segera berangkat. Dan mau tidak mau Ferdi, mama Anna dan juga pak Yongki bersiap-siap untuk melakukan perjalanan.


Ferdi mendekat ke arah Nesi dan memberikan Chio yang sedari tadi bersamanya.


Ferdi menatap Nesi penuh arti, dan kedua mata mereka bertemu. Nesi langsung membuang pandangannya ke arah lain. Namun tidak dengan Ferdi yang malah kian dalam menatap.


"Aku telah mengambil keputusan yang salah, seharusnya aku tak menceraikamu, jadi kamu masih sah sebagai istriku. Rasanya sangat di sayangkan karna aku telah menyia-nyiakan wanita sepertimu" Ferdi terus menatap Nesi penuh harap.Tapi Nesi hanya terdiam dan tetap melihat ke arah lain.


''Aku bodoh karna telah membuang ibu dan juga anakku'' lanjutnya sembari melihat ke arah Chio yang sedang memperhatikan Ferdi.


"Sebenarnya aku ingin memberontak, ingin tetap menjadikanmu milikku. Tapi perasaan takut juga menghantuiku, Aku tak ingin melukai kamu lagi'' Ferdi berkata sembari mengelus pipi Chio yang masih sangat lembut. Chio tersenyum manis. Tangan kecilnya memegang lengan Ferdi dan menahannya pada posisi itu.

__ADS_1


"Tenang saja!!! Meski aku bisa menuntutmu untuk kembali padaku dengan alasan amnesiaku, Tapi aku tak akan melakukannya. Aku tak akan menggugatmu tentang perceraian dan juga tentang hak asuh Chio, meski aku sangat ingin bersama Chio. Aku lihat kamu sudah bahagia dengan yang lain. Aku tak akan mengusikmu lagi. Tapi tolong, jangan larang aku untuk menemui Chio jika aku kesini" pinta Ferdi sembari mengecup pipi Chio.


Nesi hanya terdiam dan mencerna apa yang di ucapkan Ferdi.


Kemudian dia menggangguk.


"Terimakasih......" Balas Nesi. Sembari melihat ke arah Ferdi yang sedang tertunduk.


Mama Anna yang sadar jika waktu yang tersisa tinggal sebentar langsung menyomot Chio dari pelukan Nesi dan memeluknya erat, bahkan mama Anna mendaratkan ciuman bertubi-tubi di pipi Chio. Chio sedikit memberontak dan hampir menangis, jadi mama Anna buru-buru memberikannya kepada Nesi lagi.


Takeshi yang melihat itu hanya terdiam dan memperhatikan mereka saja. Kemudian dia mendekat ke arah Nesi dan merangkul pinggang Nesi.


"Berkunjunglah ke sini kapanpun kalian mau, Aku akan menerima kedatangan kalian dengan senang hati" ucap Takeshi dengan senyum ramahnya.


Namun Ferdi malah fokus dengan tangan Takeshi yang begitu nyaman merangkul Nesi. Nesipun tak memberontak, malah terlihat senang. Ferdipun terbakar cemburu melihat hal itu. Ia bahkan berfikir jika itu hanya sandiwara untuk membuatnya cemburu.


Mama Anna dan pak Yongki malah senang dengan apa yang di katakan Takeshi dan mengucakapkan terimakasih kepada Takeshi. Mereka tidak menyadari jika Takeshi merangkul Nesi.


Kemudian semua mata menatap Takeshi penuh tanya, termasuk Nesi yang juga sedikit terkejut karna waktu pernikahan yang akan di laksanakan secepat itu. Terlebih lagi Ferdi yang jadi merasa canggung untuk berkomentar karna keterkejutannya.


"Appa....... Apa ini benar? kalian hidup bersama selama ini? Apakah kalian belum menikah?" Tanya mama Anna penasaran.


Takeshi tersenyum lucu.


"Kami sudah menikah, tentu saja..... Tapi hanya untuk status Chio saja. Tapi minggu depan adalah pesta pernikahan kami yang sesungguhnya. Nesi baru memberi saya kepercayaan untuk mendampinginya" ucap Takeshi sembari tersenyum dan melihat ke arah Nesi yang sedang menahan malu karna ucapan Takeshi.


Kemudian Takeshi mengelus kepala Nesi dan bahkan membenarkan rambut Nesi yang sedikit berantakan.


Nesi hanya tersenyum melihat ekspresi semua orang yang sedang menatapnya. Ia seolah bersikap santai meski mukanya telah merah karna malu.


Ferdipun menatap Nesi dengan pandangan yang siap membunuh karna terbakar cemburu.

__ADS_1


"Kami tak yakin bisa hadir Takeshi-san....... Semoga kalian bahagia untuk pernikahan kalian......." Ucap mama Anna merasa sedikit sedih.


"Sepertinya kami harus berangkat sekarang" lanjutnya kemudian mama dan papa Yongki


membungkukan badan sebagai tanda hormat.


Ferdipun mengikuti gerakan orangtuanya dengan sedikit malas.


Takeshi dan Nesi membungkukkan badan juga sebagai penghormatan. Kemudian ketiganya mulai melangkah meninggalkan mereka.


"Terimakasih karna telah mengantarku kesini......" ucap Nesi sembari melihat punggung ketiganya yang mulai menjauh.


"it's Ok!!!! Padahal aku sangat cemburu ketika kamu dengan Ferdi...." ucap Takeshi jujur.


Nesi langsung memandang Takeshi dengan tatapan yang seolah tak percaya dan hanya menyunggingkan sedikit senyumnya. Lalu mulai melangkah untuk meninggalkan tempat itu. Meninggalkan Takeshi yang masih khusuk dengan pandangannya.


Takeshi yang sudah sedikit tertinggal segera mengejar Nesi.


"Apa kamu tak percaya denganku?"


Tanya Takeshi. Nesi hanya berjalan santai dan tak mempedulikan Takeshi.


"Aku sungguh cemburu Nesi-chan....." Takeshi berkata sembari mengimbangi gerak jalan Nesi.


"Iya...... Aku percaya kok....." ucapnya dengan nada mengejek sembari terkekeh lucu.


"ih..... kamu ngeledek saya yah......" canda Takeshi sembari menggelitik pinggang Nesi. Merekapun tertawa bersama, termasuk Chio yang belum faham apa-apa.


......................


Adiz.Ck

__ADS_1



__ADS_2