
Kenzi begitu kesal dengan kabar tentang pernikahan Takeshi dan juga Nesi.
Meski ia sudah memiliki seorang istri, tapi ia belum mampu melupakan sosok Nesi di fikirannya. Nama Nesi begitu kuat mengakar di hati Kenzi. Entah sudah berapa tahun ia memendam perasaan itu, dan ungkapan perasaanya malah berujung penolakan. Kenzi sudah berusaha mendapatkan Nesi meski dengan cara licik, namun semua itu sia-sia. Dan pada akhirnya ia memilih menyerah dengan keadaan setelah usahanya sia-sia karena pekerjaan yang tak bisa ia tinggalkan seenaknya.
Ya...... Pada akhirnya Pekerjaan mengalahkan Cinta.
Kenzi menikah dengan wanita yang berada sederajat dengannya, dan semua itu hanya untuk menyenangkan hati orang tua mereka. Bahkan satu tahun menikah dengannya, Kenzi belum pernah sekalipun menyentuh tubuhnya.
Pernikahan mereka sangat di dambakan semua orang, Harta dan kedudukan mereka membuat pernikahan mereka menjadi sorotan awak media. Belum lagi paras mereka yang sama-sama mempesona membuat iri banyak orang. Di tambah lagi sikap mereka yang sama-sama terlihat elegant saat menghadiri acara-acra besar.
Tapi tidak seperti apa yang nampak. Kehidupan mereka sungguh rumit untuk di jelaskan aslinya. Sikap dingin Kenzi membuat mereka kian menjauh. Keduanya sama-sama sibuk dengan kehidupannya masing-masing.
"Nesi........ Nesi........ Kenapa kamu membuatku benar-benar gila karenamu" Umpat Kenzi merasa putus asa.
"Rasanya baru kemarin aku berusaha untuk sedikit melupakan tentang kamu, tapi kenapa kamu hadir lagi di kehidupanku......" Kenzi terus saja mengutuk dengan senyuman kecut di ujung bibirnya.
Lalu dengan sedikit kesal ia mencari sesuatu di dalam lemari dan ia mendapatkan sebuah botol berwarna coklat. Tanpa ragu ia menenggaknya dengan kasar.
Setelah meneguk beberapa kali ia duduk di bar dapur dengan masih memegang botol itu. Pandangannya kosong menatap dapur yang gelap.
"Nesi........" Panggilnya sebelum akhirnya dia lunglai di bar dapur.
Setengah jam kemudian seorang perempuan berpakaian minim menghampiri Kenzi, ia memperhatikan Kenzi dengan penuh prihatin. Ia mengambil botol yang masih Kenzi pegang. Lalu wanita itu tersenyum sinis.
"Ciihh baru beberapa teguk..... Tapi udah terkapar. Lelaki macam apa kamu?" ejek wanita itu. Lalu ia meninggalkan Kenzi dan memilih masuk ke dalam kamarnya.
......................
"Tuan Kenzi....... Ada undangan untuk anda. Coba anda cek alamat email anda. Ada email undangan dari negri sakura" ucap asistennya.
__ADS_1
Lalu Kenzi yang belum sepenuhnya bugar langsung menghampiri laptop dan mengecek alamat emailnya. Emosinya kembali memuncak. Dengan kasar Kenzi memukul laptop itu dan berteriak keras.
"AARRRRGGGGHHHHH" Teriaknya. Lalu dengan kasar ia menjambak rambutnya sendiri.
Asistennya hanya terdiam, takut jika ia malah menambah emosi atasannya memuncak.
"Selesaikan semua pekerjaan secepat mungkin. Dan persiapkan untuk penerbangan ke jepang 3 hari lagi. Lakukan secepatnya!!!"
"Atur rapat yang ada. Majukan atau di undur terserah kamu. Aku harus ke jepang untuk acara yang penting" jelas Kenzi masih dengan amarah.
Melihat kondisi atasannya yang seperti itu membuat asistennya langsung mengiyakan dan bertindak cepat. Ia sangat tidak ingin jika atasannya memecatnya nanti.
Sepeninggal asistennya Kenzi hanya terdiam mencoba meredam amarahnya. Ia memang sudah menjadi pribadi yang berbeda sekarang. pergaulannya selama sekolah di luar membuatnya tak canggung untuk sekedar minum-minum atau main ke diskotik ketika suasana hatinya sedang tidak baik.
"Nesi...... Aku akan menjemputmu'' Bisik Kenzi dalam hati.
......................
Tak berapa lama kemudian Chio nampak keluar dari kelasnya bersama dengan teman-teman sebayanya.
"Okaa-chan......." panggil Chio dari pintu kelas. Nesi hanya tersenyum ketika melihat Chio mulai berlari ke arahnya.
Nesi menjongkokkan tubuhnya untuk menyambut Chio yang datang memeluknya. Nesi menghujani Chio dengan ciuman bertubi-tubi.
"Okaa-chan...... Tadi bu guru ngasih ini, katanya ada hadiah buat Chio......." ucap Chio sembari menunjukkan sebuah kado kecil dengan cover berwarna coklat. Mata Nesi membelalak.
Chio yang tidak sabar langsung membuka kotak itu dan langsung girang ketika mendapat sebuah mini car di dalamnya. Nesi tidak terlalu memperhatikan hadiah itu, dan malah fokus menerka orang yang memberi hadiah itu. Lalu Nesi membopong Chio dan dengan langkah yang cepat Nesi menghampiri wali kelas Chio.
"Eh ibu Nesi....... Ohayou......." ucap guru itu sembari membungkukkan badannya tanda hormat. Nesi pun membalas salam itu.
__ADS_1
"Ohayou....... Siapa yang memberi Chio hadiah ini?" Tanya Nesi sembari memberikan kotak berwarna coklat itu.
Guru Chio hanya tersenyum mendengar pertanyaan Nesi.
"Senang yah..... masih kecil tapi udah ada penggemar" ujarnya. Nesi kian bingung.
"Hadiah itu dari penggemarnya Ichio, katanya dia keluarga jauh, tapi ia malu untuk memberikan hadiah itu" jelasnya.
Nesi mengernyitkan dahinya, mencoba mengingat siapa saudara jauh itu.
"Seperti apa orangnya?" Nesi mencoba mencari tau.
"Lelaki itu memakai topi dan juga kacamata hitam. Jadi saya tidak bisa memperhatikan dengan jelas seperti apa wajahnya. Tapi yang pasti, lelaki itu terlihat tampan dengan senyuman yang manis" ujarnya. Setelah mendengar jawaban wali kelas Chio, Nesipun menyudahi perbincangannya lalu pergi ke luar untuk menunggu Takeshi menjemputnya.
"Jangan ceritakan dengan Otou-san tentang ini, kasihan,,,,, Dia sedang memikirkan banyak hal saat ini" pinta Nesi sembari mengelus rambut Chio. Chiopun mengangguk.
Tak berapa lama Takeshi datang dengan mobilnya. Nesi yang menyadari kedatangan Takeshi langsung bersiap dan segera masuk ke dalam mobil.
Takeshi yang selalu perhatian melihat raut muka Nesi yang terlihat murung. Tidak seperti biasanya.
"Kamu kenapa Nesi-chan?" Tanya Takeshi sebelum ia melajukan mobilnya. Nesi hanya menggeleng dan menampakkan senyum manis yang ia paksakan. Tapi Takeshi sangat menyadari itu, ia mencoba memberikan privasi kepada Nesi dan tak mau memaksanya untuk menceritakan semua masalahnya.
"Baiklah kalo kamu belum mau cerita......" Takeshi tersenyum. Nesi jadi merasa bersalah kepada Takeshi.
Takeshi melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Mereka tak tau jika ada seseorang yang sedari tadi memperhatikan mereka.
......................
Adiz.Ck
__ADS_1