Jadilah Milikku

Jadilah Milikku
Menemui Rafa


__ADS_3

Sabrina melirik dibalik pintu dapur Restoran, dan mengerutkan dahi, lagi-lagi ia melihat Rafa disana duduk dengan menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa ditemani beberapa botol anggur.


sebenarnya Sabrina juga ingin menemui Rafa dan mengembalikan uang tip dan beberapa dus pemberian Rafa.


Sabrina tertegun ketika ada pesan di ponselnya


Dirga: "sayang, aku akan menjemputmu jangan pulang sendiri.. Love you."


Sabrina tersenyum kecil, lalu membalas pesan kalau ia akan menunggu.


Sebenarnya Sabrina sudah meminta Dirga tidak menjemputnya, namun setelah peristiwa perampokan beberapa waktu lalu, ia sedikit takut.


lebih baik Dirga memang menjemputnya saja.


Sabrina mendekati Rafa dengan nekat, ia harus menyelesaikan semua dan memutuskan berhenti berhubungan dengan Rafa.


mereka tidak boleh dekat dengan alasan apapun karna ia sebentar lagi ia akan menikah.


Malam ini Rafa kembali menyewa Restoran ini hanya untuk dirinya sendiri, entah apa yang ada dipikiran pria itu menghabiskan waktunya hanya untuk sesuatu yang tidak berguna.dan malam ini secara khusus Rafa meminta agar dia yang melayaninya. itu berarti Sabrina harus lembur.


"Selamat malam tuan Rafa." Sabrina menunduk hormat.


"Duduklah" Lirik Rafa dingin.


Sabrina tertegun,


Jika dia tidak duduk bersama Rafa, apa pria ini akan menghukumnya lagi seperti wakti itu?


membayangkannya saja kaki Sabrina menjadi ngilu.

__ADS_1


"Apa kau mau berdiri saja Sabrina."


Rafa bersedekap tatapannya menajam kepada Sabrina. gadis itu buru-buru menggeleng dan langsung mendudukan tubuhnya di sofa tepat didepan Rafa, hingga pria itu menggeleng sinis.


Rupanya ia takut juga.


Sabrina memalingkan wajahnya ia tidak mau menatap wajah Rafa yang sungguh membuat hatinya jengkel, ia belum lupa dengan perbuatan Rafa yang membuat kakinya sakit, walaupun ia juga berhutang budi karna pria ini menolongnya. berfikir tentang hutang budi, gadis itu penasaran lalu Sabrina sengaja melihat sekilas wajah Rafa ia ingin memastikan, luka memar di sudut bibir dan pelipisnya sudah hilang.


Deg.............


Sabrina terpaku ketika masih ada sedikit bekas luka dibibir Rafa dan disudut matanya. mau tak mau hati Sabrina seperti diremas,


Lukanya masih membekas itu pasti sakit sekali.


Ada rasa bersalah di hati Sabrina, lalu tatapan matanya naik dan.


Deg......


*I**a melonggarkan tenggorokannya merasa gugup ditatap setajam itu. dan mengapa ia berdebar*?


bahkan tatapan Dirga tak bisa membuatnya merasakan perasaan aneh seperti ini.


apakah artinya.?


Sabrina memutus kontak mata di antara mereka, karna ia merasa sesak nafas hanya karna Rafa menatapnya, gadis itu menggeleng mengusir perasaan asing yang menyapanya. mungkin karna Rafa sudah menolongnya jadi ia merasa bersalah sehingga hatinya berdebar.


"Hemm.... Sabrina mencairkan suasana panas di atara mereka, ia memandang Rafa.


"bagaimana luka anda tuan Rafa, apakah masih terasa sakit."?

__ADS_1


"Sedikit." ucap Rafa sambil mengusap sudut bibirnya.


"Mengapa anda masih nekat minum-minum jika masih sakit benar benar keras kepala."


Sabrina menggerutu pelan walau bisa didengar Rafa. Pria itu tertawa dengan ekspresi Sabrina yang menggemaskan.


"Apa kau selalu menggerutu seperti ini jika kau sedang kesal."


"Apa."? Sabrina melebarkan matanya.


Sabrina melirik dan merasa malu karna Rafa mendengarnya.


itu demi kebaikanmu sendiri.


Rafa menggangguk dan mengeluarkan sebuah kantong dan menaruhnya dimeja.


"Aku berhasil menangkap pelaku perampokan itu dan menyelamatkan tasmu,periksalah jangan sampai ada barangmu yang hilang."


Sabrina menatap tas itu hatinya sedikit menghangat, Rafa ternyata masih ,mencari pelaku itu dan menyelamatkan tasnya yang tidak berharga. apakah ia sudah kejam sempat berpikir kalau pria ini jahat.?


Sabrina meraih kantong berisi tasnya denga mata berkaca-kaca,


"Aku tidak punya barang berharga seperti uang ataupun perhiasan didalam tas ini, tapi dompetku sangat berharga bagiku tuan Rafa,


terimakasih karna sudah menyelamatkan sesuatu yang berharga bagiku." Sabrina meneteskan airmata.


Rafa mengepalkan tangannya dibawah meja.


Ia tak tau harus marah atau baik baik saja, Sabrina ternyata begitu menjaga dompetnya karna isinya ada foto dirinya dan pria itu...? Rafa mengeraskan rahangnya nikmatilah waktu kalian, karna sebentar lagi kalian akan berpisah.

__ADS_1


__ADS_2