Jadilah Milikku

Jadilah Milikku
Bersandiwara


__ADS_3

Sabrina hanya terdiam ketika wanita cantik itu membawa dirinya untuk berbaur bersama para wanita yang tampak cantik dan kaya. namun tidak seperti wanita kaya yang berkumpul dan saling memamerkan harta mereka berkumpul untuk menceritakan tentang keluarga masing-masing dan rencana untuk membentuk geng arisan baru yang mengikut sertakan Sabrina di dalamnya.


"Jadi katakan kepada kami, kapan kau akan menikah dengan tuan Rafa, mungkin kami bisa membuat seragam dari sekarang." ucap Rebeka tampak antusias. Sabrina hanya tersenyum namun matanya tertarik melihat dua bayi anak kecil yang tampak saling bercanda satu sama lain.


"Sabrina." Tania menyikut pinggangnya hingga Sabrina menoleh.


"Iya." Sabrina tersadar dalam lamunannya.


"Rebeka bertanya kepadamu, kapan kau akan menikah..biar kami bisa membuat seragam."


"Apa...menikah." ucap Sabrina sangat terkejut. ia adalah tunangan Dirga mengapa mereka malah bertanya tentang pernikahan dengan Rafa.'


"Ya..jangan malu-malu jika kau sudah menentukan tanggal maka hubungi kami."


"Tentang pernikahan, kami akan memberi kabar secepatnya." ucap Sabrina memasang wajah sumringah.


"Baiklah sekarang kita makan yah." ucap Tania mulai mengajak Sabrina.


>>>>>***<<<<<


Akhirnya pesta itu selesai dan mereka pun bubar dari sana.


Rafa berpamitan dengan teman-temannya dan merasa begitu bahagia. ia pun membimbing Sabrina untuk masuk kedalam mobil dan melaju dengan pelan.


Sabrina menunduk sepanjang jalan dan tak bicara sepatah katapun.


"Terimakasih Sabrina kau sudah mau menemaniku tadi, setidaknya aku tidak menjadi bahan olok-olok lagi."


"Aku senang membantumu Rafa, namun...kurasa kita harus berhenti melakukan ini lagi." ada nada dingin di dalam suaranya.


"Mengapa."


"Para wanita tadi menanyakan padaku tentang pernikahan dan aku sangat terkejut dan gugup."


Rafa menganggukan kepala dan tetap fokus untuk menyetir mobil.


"Lalu kau jawab apa."


"Aku jawab kita akan segera memutuskannya."


"Bagus."


"Bagus."? ulang Sabrina tidak suka.


"Yah...aku akan segera mencari calon istri untukku dan kau tidak perlu repot untuk merasa malu atau sungkan lagi."

__ADS_1


Sabrina terdiam dan memalingkan wajahnya. entah mengapa ia tidak suka dengan kata-kata Rafa yang terakhir bahwa ia akan mencari kekasih. bagaimana secepat itu. dan bagaimana kalau kekasihnya nanti hanya ingin memanfaatkannya. Sabrina menggeleng ia merasa sudah gila dengan pikirannya yang ia rasa aneh. apakah jauh didasar hatinya yang dalam ia mulai merasa nyaman. yah...selain perlakuan hormat Rafa dirumah yang membiarkan ia mengatur segalanya termasuk rumah dan segala isinya. datang ke pesta para orang kaya bertemu dan berinteraksi dengan para petinggi politik. bahkan Sabrina juga melihat beberapa artis terkenal yang selama ini ia liat di televisi, akhirnya ia bisa melihatnya secara langsung. apalagi mempunyai teman baru seperti nyonya Tania, Rebeka dan Lisa yang membuatnya nyaman berada disana.


"Apakah, jika kau sudah mendapatkan kekasih ah...maksudku calon istrimu maka kau berhenti mempekerjakan aku dirumahmu." Sabrina akhirnya menyesal pernah mengeluarkan kata-kata itu. dan dia sangat malu sekarang.


Rafa mengangguk dengan yakin hingga tanpa sadar wajah Sabrina sedih.


"Kau sudah punya tunangan bukan, maka di antara kita tak akan pernah ada harapan...setelah aku mendapatkan kekasih lagi maka kau harus kembali ke Restoran dan menunggu tunanganmu pulang." ucap Rafa dingin.


Sabrina merasa sesuatu di dadanya bergejolak, dan matanya hampir menangis. ia lantas memalingkan wajahnya. Sabrina tidak ingin membiarkan Rafa melihat airmatanya. ia tidak ingin pria itu berpikir kalau sesuatu terjadi pada hatinya.


"Baiklah..aku bisa tenang dan lebih senang sekarang."tatap Sabrina mengangguk...


Rafa tersenyum misterius, ia yakin hati Sabrina mulai goyah karna dirinya. dan Rafa tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk membuat gadis ini sadar akan perasaannya dan memilih dirinya. senyum Rafa mengembang dengan penuh rencana.


>>>>>.***.<<<<<


Seperti biasa Sabrina mulai memperlihatkan keahliannya di dapur, hari ini dia bangun pagi sekali ya..memang sengaja, ini hari Libur dan kebiasaan Rafa adalah berenang dan berolahraga jadi Sabrina akan menyiapkan makanan sehat untuk Rafa, karna sehabis olahraga dia pasti akan kelaparan. tanpa sadar Sabrina tersenyum.


Setelah menyelesaikan semua pekerjaanya ia pun menghampiri Rafa di kolam renang yang begitu luas, kolam ini sangat lebar seperti kolam renang di hotel sangat bagus dengan air mancur yang jernih. namun sayang sekali sangat sepi disini. dari jauh ia bisa melihat Rafa sedang berenang ke arahnya. Sabrina tersenyum ketika pria itu sudah dekat. dan tiba-tiba muncul dihadapannya dengan wajah yang basah. mata mereka bertemu.


"Selamat pagi calon nyonya Dirga." ucap Rafa membuat senyum di wajah Sabrina menguap.


"Selamat pagi tuan Rafa." balas Sabrina tersenyum seperti biasa menutup kecewanya.


"Jadi kau sudah memasak untukku." tatap Rafa tajam.


"Kemana." Rafa tertarik.


"Aku akan mengunjungi panti asuhanku dulu dan membagikan makanan untuk adik-adikku disana." ucap Sabrina.


"Wah...mereka pasti bangga sekali kepadamu Sabrina."


"Tidak...itu hal yang biasa kulakukan ketika bersama Dirga..dan kau benar mereka tersenyum bangga padaku dan itu adalah hal yang paling terindah yang paling aku inginkan."


Rafa mengangguk....


"Apa aku boleh ikut denganmu." ucap Rangga dengan eksporesi memohon.


"Kau mau ikut."


"Yah...setelah itu aku ingin mengajakmu jalan-jalan, bagaimana."?


"Baiklah." Sabrina mengangguk dengan ekspresi menggemaskan membuat Rafa semakin jatuh cinta.


"Kau...sangat cantik pagi ini Sabrina."

__ADS_1


"Tentu saja, aku selalu cantik."Sabrina tersenyum bangga.


Rafa mendekatkan wajahnya menatap Sabrina dengan ekspresi terpesona. himhha Sabrina menjadi salah tingkah. ia sedikit bergerak mundur namun Sabrina terkejut ketika Rafa menahan tangannya.


"Rafa."


"Apa kau pernah disentuh oleh Dirga." ucap Rafa membuat wajah Sabrina memerah.


"Apa maksudmu, menyentuh..seperti apa."


"Apa kau pernah tidur dengannya." ucap Rafa dengan terus terang.


Sabrina tertawa dengan kesal, dia bukan gadis seperti itu dan Dirga bukan pria yang memanfaatkan dirinya.


"Apa kau sedang mengejekku."


"Tidak, aku hanya bertanya lagipula di jaman sekarang..wanita dan pria bebas melakukannya apa lagi status kau dan Dirga sudah tunangan...aku pikir.."


"Kami tidak pernah melakukannya, dia sangat menjagaku dan menghormatiku..hubungan bukan tentang se* saja kan."


Rafa tersenyum dengan puas. bagaimana mungkin Dirga begitu bodoh dengan pergi membiarkan Sabrina seorang diri.


seorang tunangan yang masih perawan di tengah buasnya para jantan yang mencari mangsa. Sabrina sangat cantik dengan anugrah tub uh yang sempurna sebagai seorang wanita. Dirga..apakah dia tidak takut kehilangan wanitanya.


"Benarkah."


"Tentu saja."


"Baguslah..aku senang mendengarnya." ucap Rafa dengan nada misterius.


Sabrina baru saja ingin menjawab namun ia sangat terkejut ketika Rafa tiba-tiba naik ke permukaan air dan melum** bibir Sabrina dengan hangat.


Sabrina merasa gemetar karna untuk pertama kalinya ia memejamkan matanya menikmati ciuman Rafa yang begitu indah padanya.


Bibir mereka masih saling bertautan dengan kehangatan yang masih enggan untuk dilepas.


Rafa semakin memperdalam ciumannya dan kemudian ketika Sabrina mulai terengah-engah ia melepaskan ciumannya dan menatap tubuh Sabrina yang masih bergetar. gadis itu sangat malu. seperti pencuri yang sedang tertangkap.


"Rafa.." ucap Sabrina dengan suara serak..


"Kau...maukan menemaniku berenang."


Rafa mencairkan kecanggungan di antara mereka dengan menarik tubuh Sabrina masuk kedalam air. dan menenggelamkannya.


"Rafa hentikan." jerit Sabrina tertawa dengan kencang.

__ADS_1


"Kejar aku Sabrina." ucap Rafa lalu berenang menjauh dari gadis yang telah membuatnya jatuh cinta. dan merasa senang karna ia telah berhasil mencium Sabrina.


__ADS_2