
"Cantik." bisik Rafa menatap dengan penuh cinta pada gadis yang akan menjadi istrinya itu.
"Rafa..apakah ini tidak terlalu mahal."
Sabrina bahkan sampai melongo melihat harga yang di tawarkan butik ini mencapai ratusan juta untuk sebuah gaun. Sabrina tak mampu membayangkan berapa banyak uang yang di keluarkan Rafa untuk seluruh pernikahan ini.
"Ini sama sekali tidak berarti dibanding dirimu sayang aku bahkan akan mengabulkan impian pernikahanmu."
"Hah.."
Rafa terrsenyum....
"Bukankah kau menginginkan pernikahan bertema Princes di dalam hidupmu."?
"Aku tidak.."
"Aku akan melakukan semua yang kau mau Sabrina..kau akan jadi ratu di pesta nanti bahkan aku jamin pernikahan kita akan berjalan mulus."
"Rafa...aku ingin ke toilet." ucap Sabrina dengn canggung.
Rafa melepaskan pelukan....
"Baiklah..pergilah karna setelah ini kita akan mencari cincin."
Sabrina hanya mengangguk lalu Rafa keluar dari tirai dan membiarkan Sabrina mengganti baju.
Sabrina melangkah ke toilet dengan cepat dan masuk tenggelam di sana. mengapa ia merasa berdebar, mengapa tatapan Rafa sangat aneh...mengapa ia merasa takut.?
Sabrina segera menyalakan air dan mencuci wajahnya, ia sudah benar-benar kehilangan kekuatannya, ia tak bisa melawan apalagi melarikan diri.
pada saat seperti ini ia merindukan Dirga..mengapa Dirga juga menghianatinya. mengapa Dirga juga memberi luka padanya, saat ini bahkan Sabrina sudah tidak punya siapa-siapa lagi selain dirinya sendiri. airmata Sabrina menetes...
💖💖
Rafa melangkah di sisih Sabrina, membiarkan gadis itu merangkul lengannya. sementara pengunjung toko tampak saling berbisik mengatakan bahwa mereka pasangan yang serasi. bahwa mereka sungguh pasangan romantis. bahwa dia gadis yang beruntung bisa bersanding dengan seorang tuan Rafael.
Rafa memilih cincin yang berkilau bertahtakan berlian sedangkan Sabrina hanya menundukan kepalanya menurut.
"Aku mau ini." tunjuk Rafa pada sepasang cincin elegan yang tampak begitu mahal bertahtakan berlian yang indah.
"Cincin yang sangat bagus dan elegan tuan." ucap pelayan toko.
"Bagaimana Sabrina."
"Aku tidak suka." ucap Sabrina jujur hingga wajah Rafa berubah memerah..
"Kau tidak menyukainya."? tanya Rafa sekali lagi.
"Ya...aku tak suka." ucap Sabrina lagi.
Rafa menghela nafas lalu mendekati Sabrina..
__ADS_1
"Pilih sekarang juga yang kau suka Sabrina sayang, aku akan mengikuti semua maumu." senyum Rafa.
Sabrina mengangguk sembari matanya mencari-cari, sungguh ia tak bisa memilih semua yang ada dalam etalase ini sangat indah dan elegan. matanya sibuk mencari dan tersenyum ketika melihat sepasang cincin polos di hiasi berliat kecil, sederhana namun elegan. iapun menatap Rafa.
"Aku mau yang ini." tunjuk Sabrina dengan mata berbinar, Rafa pun menatap searah jemari Sabrina menunjuk...
Pria itu mengerutkan dahinya...
"Kau yakin memilin yang itu."?
"Yah...aku suka."
"Baiklah."
Rafapun menatap pelayan toko yang hampir tidak percaya dengan pilihan calon istri tuan Rafa. ia hanya menggeleng tersenyum.....
💞💞
Rafa membuka pintu ruang kerjanya dengan sangat kesal.
Sial...Sabrina benar-benar mempermalukannya dengan pilihan cincin yang paling murah. ia tau beberapa pengunjung tampak saling berbisik.pria itu memejamkan matanya menahan marah..
Jika saja nenek tidak mencantumkan nama Sabrina sebagai pewaris maka Rafa tak akan sudi menikah dengan Sabrina. gadis itu....awas saja, dia akan mengalami neraka di dalam pernikahan mereka nanti.
💞💞
Sabrina merenung di taman sembari jemarinya menekan tombol ponselnya, Rafa sudah memberi kesempatan terakhir agar ia memutuskan segalanya dengan Dirga.
Sabrina : Hallo...
Sabrina : Bagaimana kabarmu Dirga.?
Dirga : Kabarku baik Sabrina, aku ingin mengatakan sesuatu kalau....
Sabrina : Kita harus putus Dirga.
Dirga : Hah.......
Sabrina : Aku akan menikah dengan orang lain..
Dirga : Kau sedang bercanda sayang, ini tidak benar kan kau tidak mungkin....
Sabrina : Aku mengatakan sebenarnya Dirga...
Dirga : Mengapa, apa salahku..mengenai uangnya dan wanita di telp aku ingin menjelaskan jika.....
Sabrina : Terlambat...aku..tidak bisa lari lagi, mungkin kita tak berjodoh Dirga..
Dirga : Mengapa kau bicara seperti itu, seolah sangat mudah bagimu Sabrina..
Sabrina : Maaf...semua adalah kesalahanku, hiduplah dengan baik dan lupakan aku Dirga....
__ADS_1
Dirga : Sabrina..........
Sabina memutuskan sambungan telp dengan airmata yang menetes, ia memejamkan matanya dengan isakan sedih...semua sudah berakhir, impian pernikahan dengan Dirga hancur berantakan...
💗💗
Segala persiapan telah dilakukan oleh Rafa dan Sabrina hingga mendekati hari H mereka akan menikah di sebuah gedung Hotel berbintang milik Rafa yang menjulang tinggi..
Sabrina juga telah meninggalkan flatnya karna Rafa tidak mengijinkan Sabrina kembali ke tempat yang menurutnya tidak layak.
Menuruni tangga Sabrina tertegun melihat Rafa sedang berbincang akrab bersama dengan seorang wanita yang sangat cantik, mereka bicara sambil sesekali tertawa hingga Sabrina mengerutkan dahi, pantaskan ia cemburu, bahkan ia tak tau hubungannya dengan Rafa seperti apa, selain kenyataan Rafa begitu gigih mengajaknya menikah..
"Selamat siang Rafa." ucap Sabrina memutus pembicaraan mereka, Rafa menoleh..
"Kau mau kemana."?
"Keluar sebentar." ucap Sabrina pelan, sementara matanya masih menatap wanita cantik di samping Rafa yang menatapnya tajam.
Rafa berdiri mendekati Sabrina, menghalangi pandangan Sabrina pada wanita itu...
"Pergilah..." ucap Rafa dengan tatapan tajam..
Sabrina mengangguk entah mengapa hatinya merasa nyeri mendengar pernyataan Rafa yang datar.
Sabrina melangkah melewati pintu dan menghilang disana.
Rafa mengepalkan tangannya dengan kuat dan memejakmkan matanya. kemana Sabrina, bertemu siapa dan mengapa terburu-buru.
Rafa tertegun ketika Ela menyentuh punggungnya...
"Sayang, dia gadis yang cantik namun cukup bodoh dan lugu..aku yakin jika setelah kau menikah, kita bisa menyingkirkan Sabrina dengan mudah." Ela memeluk Rafa dari belakang hingga pria itu hanya terdiam. entah mengapa pikirannya tak ada di tempat ini, malah terbang mengikuti bayangan Sabrina yang memudar..
"Kau tenang saja Ela, semua akan berjalan sezuai rencana kita." ucap Rafa dengan tenang.
Rafa dan Ela adlaah sepasang kekasih yang saling mencintai namun harus terpisah karna nenek dari Rafa tidak setuju dan lebih memilih Sabrina yang menolongnya. Rafa sudah menolak rencana sang nenek namun neneknya malah memasukan Sabrina sebagai ahli warisnya dan Rafa tidak mampu berbuat apa-apa selain mengikuti rencana neneknya dengan menikahi Sabrina, dan mendapatkan harta neneknya yang sangat besar....
"Aku tidak sabar lagi menunggu waktu itu datang dan kau menceraikan dirinya." ucap Ela dengan senyuman misterius....
💝💝
Sabrina melangkah menaiki flatnya dan membuka pintu iapun segera masuk ke dalam ruangan kecilnya dan menutup pintu di belakangnya.
memandang flatnya untuk terakhir kalinya..entah mengapa Sabrina sangat sedih menyadari ia akan meninggalkan flat ini setelah menikah..
Sabrina tak tahan berada disana dalam waktu yang lama, ia pun segera keluar dari sana dengan airmata yang menetes, rasa takut dan gelisah entah karna apa begitu menghantuinya dengan sangat besar.....
Sabrina melangkahkan kakinya di trotoar dwngan wajah yang bingung.....
Ketika sampai di ujung jalan...
"Sabrina..."
__ADS_1
Hening...........
Gadis itu menoleh dengan tatapan yang nanar....bagaimana mungkin....?