
Hari masih terlalu pagi untuk berangkat ke sekolah...namun tidak bagi Celena...ini hari-hari terakhir baginya di bangku menengah atas...dan juga hari-hari terakhirnya menjadi seorang gadis yang akan segera menikah...hatinya sakit sekali ketika membayangkan kekasihnya Alan akan sangat terluka ketika ia mengatakan kebenaran kepadanya...
Celena turun dari mobil dan tanpa di duganya Alan berdiri di depan gerbang menantinya dengan senyuman teduhnya.....Alan mendekati Celena yang tersenyum kepadanya...
"Alan..."?
"Kekasihku cantik sekali..."bisiknya mengulurkan tangannya untuk meraih jemari Celena...dan menggenggamnya....
Celena tidak bicara sepatah katapun,.seluruh pikirannya hanya tertuju pada masa depannya yang seolah gelap..
Tadi pagi pada saat sarapan papa bilang malam nanti akan ada keluarga Zack yang akan datang dan berbicara...papa tampak senang dan tidak memikirkan Celena yang hancur...kedua orangtuanya begitu menyambut baik..bahkan memujinya bahwa ia..adalah jembatan agar hubungan persahabatan dengan keluarga Lewis semkin erat..karna memang lala dan mama sangat dekat dan sudah seperti saudara dengan orangtua Zack dan mereka selalu mengharapkan benar-benar jadi keluarga,..
Papa dan mama sama sekali tak tau betapa gelapnha kehidupan Zack...betapa ia hanya bersembunyi di jubahnya yang seperti malaikat di mata orangtua,..Celena bahkan tak punya kesempatan untuk membuktikan siapa Zack sebenarnya....semua argumennya bahkan di patahkan oleh keyakinan kedua orangtuanya di bantu Celine yang sekarang berubah menjadi musuh besarnya....
Yah....Celine adalah musuh besarnya sekarang dan sejak hari itu..mereka saling diam dan tidak bicara...namun jika di depan orangtua maka Celena dan Celine akan bersikap baik....betapa sakit hati Celena membayangkan betapa saudara kembarnya sangat jahat dan tidak perduli akan nasibnya,..
"Hey...mengapa kau malah melamun sih..."?bisik Alan menyentuh pipi Celena dengan lembut...
Gadis itu tersenyum menatap wajah Alan yang tampan dan begitu menyejukan untuknya...
"Aku sedih,..sebentar lagi kota akan segera lulus.."wajah Celena segera di liputi mendung....
Alan terkekeh semakin erat menggenggam tangan kekasihnya....
"Kau ingat janji kita...."?tatap Alan menaikan alisnya....
"Yah...aku ingat..."sambung Celena sambil mengenang...
"Kita akan masuk ke kampus yang sama...dan memilih jurusan yang sama...kita akan memilih tempat duduk yang sama dan kemanapun kita akan bersama."ucap Alan bahagia...
"Yah...aku tidak sabar lagi..."ucap Celena dengan mata yang basah...meski ia tau jika semua impian mereka tak akan pernah menjadi kenyataan,.pernikahan itu sudah di depan mata dan begitu menghancurkan Celena..menjatuhkan semua mimpinya ke dalam jurang yang dalam.
"Ssst...mengapa malah menangis sih..."bisik Alan mengerutkan dahi...
Celenanya biasa terlihat ceria dan hampir tidak pernah meneteskan airmatanya..tapi mengapa sekarang jadi cengeng begini..?
Celena menyusut airmatanya seraya menatap Alan mencoba menghapus kesedihan yang mengganjal di dadanya....
"Alan..."
"Yah...."?
__ADS_1
"Apa kau benar-benar mencintaiku..."?
Alan menoleh dan sedikit heran dengan pernyataan Celena namun ia akhirnya mengangguk karna ia memang mencintai Celena..
"Yah..tentu saja...aku mencintaimu Celena..."
"Bagaimana kalau kita pergi dari kota ini saja.."
"Pergi..."? Alan membeku mendengar permintaan Celena..
"Yah...sebenarnya kau sedang di jodohkan dan aku...tidak menyukai pria itu..."ucap Celena menghela nafas...kembali menundukan wajahnya...
"Kau di jodohkan,...bagaimana bisa..kita baru akan lulus sekolah..."
"Yah...aku tau tapi orangtua tidak mau tau Alan...juga pria dewasa itu...dia ingin secepatnya agar kami menikah...setelah aku lulus sekolah..."
Sungguh Alan kehilangan kata...dan hanya terdiam..ia sendiri terlalu syok mendengar ucapan Celena saat ini..
"Lalu bagaimana dengan kuliahmu..."?
"Tergantung pria yang akan menjadi suamiku nanti...jika dia mengijinkan aku kuliah maka aku akan kuliah...jika tidak maka aku selesai Alan..juga hubungan kita..."
"Karna itu...aku bertanya kepadamu Alan...bagaimana jika kita lari saja dari situasi ini..kita bisa pergi ke negara lain dan mencari pekerjaan..bagaimana.."? ucap Celena dengan senyuman..
Alan mengangguk......
"Aku punya kerabat di negara A dan bagaimana jika kita kesana.."?
Celena tersenyum dengan mata berbinar....
"Baiklah...aku senang sekali..." bisik Celena tersenyum...
💖💖💖
Malam harinya Sabrina dan Rafa menyambut kedatangan Tania Darren dan juga Zack....senyum mengembang di sudut bibir Celena dan Celine mereka ikut menyambut kedatangan sahabat baik orangtuanya itu....
Darren tersenyum lalu duduk di samping istrinya juga Zack yang memilih duduk di samping Celena.....
"Kau tau betapa senangnya aku Sabrina..kita akan menjadi besan." ucap Tania tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya..
Sabrina juga tersenyum dan terlihat bahagia....
__ADS_1
"Aku tak berhenti tersenyum setelah mendengar kabar anak-anak kita...."pandangan mata Sabrina terarah pada sosok Zack yang terlihat kalem dan dewasa..sangat cocok dimata Sabrina dan Rafa yang terlihat dewasa,...
"Zack...apa yang kau lihat dari Celena...yang kau suka...mama hanya penasaran saja...mengingat usia kalian berbeda jauh.."ucap Sabrina..
Semua menunggu jawaban Zack termasuk Celena..jauh di dalam hatinya gadis ini mencibir ingin mendengarkan kebohongan yang keluar dari mulut Zack..
Apa yang akan dia katakan...kebohongan apalagi,..jelas mereka tak pernah bertemu selaon di rumah sakit waktu itu....
Zack menatap Celena seolah dia sedang jatuh cinta...pria itu bahkan menggenggam jemari Celena yang membuat gadis itu menyembunyikan kekesalannya...namun ia tetap diam dan menunggu jawaban Zack...
"Aku bertemu dengannya di rumah sakit...dia ingin menjenguk temannya dan malah masuk ke ruanganku yang dia pikir adalah ruangan pasien..saat itu aku jatuh cinta padanya pada pandanga pertama namun aku tak berani mengatakan apapun....
"Aku lalu mengantarnya ke ruangan yang menjadi kamar temannya..dan ksmi berpisah..."
"Jadi anakku...kau...jatuh cinta pada pandangan pertama..persis seperti kisah kami para orangtua kalian."seru Tania tertawa......
"Yah..seperti itulah Ma,..." balas Zack malu-malu...
Celena hampir saja mengatakan yang sebenarnya, pria ini mengantarnya ke kamar Erika dengan lembut..yang benar saja..bahkan tanda pengenalnya dan Ponselnya di tahan dengan paksa...lalu dengan penuh ancaman dia mengusir Celena dengan halus...
Tania lalu menatap Celena yang dari tadi seolah tenggelam dengan pikirannya sendiri...
"Celena..apakah kau juga menyukai Zack ketika pertama kali kalian bertemu..mama ingin tau dari ceritamu Celena..."ucap Tania penasaran...
Celena tersenyum denban wajah bingung..apa yang harus ia katakan jika dia mengatakan dia juga jatuh cinta pada Zack itu sama saja membohongi hatinya...ia tak bisa mengatakan seperti itu..tapi jika dia jujur maka orangtua Zack akan kecewa dan papa tak akan memaafkan dirinya....
Zack tiba-tiba saja merengkuh Celena mendekat dan berbisik pelan di telinga gadis itu,...
"Jika kau mempermalukanku maka bersiaplah,..."desisnya mengancam Celena lewat senyumannya...
Celena membeku dan semakin gugup...
"Sebenarnya aku..."
Hai semua readerku tersayang....terimakasih sudah setia mengikuti cerita ini yah...
Bagi readers yang baru mengikuti satu novel ini dan penasaran siapa sih Tuan Darren dan Tania..kisahnya sudah tamat di judul novel author yang berjudul...💖💖
KAU HARUS MENCINTAIKU
__ADS_1