Jadilah Milikku

Jadilah Milikku
Gelisah


__ADS_3

Rafa tersenyum datar.


"acch sebelum aku lupa, tuan Dirga dimana tempat anda bekerja."? tatap Rafa ingin tau.


"Aku."? ucap Dirga terkejut.



"Sayang."


Dirga tersenyum ke arah Sabrina yang terkejut melihat kedatangannya.


"Kau keras kepala sekali, mengapa ,masih menjemputku..kau kan sudah lelah."


Sabrina tersenyum seraya bangun dari tempat duduknya, dan langsung menghampiri Dirga yang membuka lebar tangannya untuk bisa memeluk calon istrinya.


"Aku merindukanmu, dan masih khawatir denganmu sayang."


"Aku akan baik-baik saja." Sabrina semakin mempererat pelukannya.


"Tapi tetap saja, aku khawatir, aku sangat mencintaimu Sabrina."


"Astaga malam ini kau manis sekali."


Sabrina menggoda Dirga yang tidak perduli.


"Apa kau sudah selesai sekarang, malam ini menginaplah di apartementku, kita harus menyelesaikan urusan undangan."


ucap Dirga seraya membelai rambut Sabrina lembut.


"Yah, aku akan mengundang teman sekolahku dulu, oya berikan beberapa undangan untuk Ibu panti, beliau akan menyebarkan kepada saudara kita yang sudah di adopsi."

__ADS_1


"Ibu panti sudah menghubungiku juga, ya sudah ayo."


Sabrina meraih tasnya dan melangkah sambil bergandengan tangan dengan Dirga setelah sebelumnya berpamitan kepada bosnya.


"Dalam minggu-minggu kedepan aku akan sangat sibuk."


"Benarkah, mengapa."?


"Ada rencana pembukaan cabang bank baru di luar kota." ucap Dirga dengan berat.


"Bersabarlah dan semangad sayang, aku mendukungmu." Sabrina tertawa dengan lebar.


"Aku mencintaimu Sabrina."


"Aku lebih mencintaimu Dirga."


Keduanya tertawa sambil menuju kendaraan roda dua yang masih terparkir.


Rafa menatap sebuah berkas dihadapan meja kerjanya. dalam sekejap ia sudah mengetahui latar belakang Sabrina dan Dirga.seperti apa kebiasaan mereka dan kehidupan mereka berdua. yang sama-sama berasal dari Panti asuhan.


Ada senyum sinis diwajahnya, semalam ia melihat semua kemesraan kedua pasangan itu didepan matanya. dan kemesraan itu membuatnya panas.


Rafa tidak ingin menundanya lagi, dia harus segera melaksanakan rencananya. yang pasti rencana untuk merebut Tania dari Dirga. memisahkan mereka sebelum pernikahan itu terjadi. Sabrina adalah miliknya.


Kebetulan bank tempat Dirga bekerja adalah milik teman bisnis Rafa. dengan mudah ia akan melempar Dirga sejauh mungkin dari Sabrina. semuanya akan lebih mudah tanpa Dirga disisihnya, Rafa tidak akan membuang waktunya yang berharga, kalau ia ingin mendapatkan miliknya maka ia harus mengorbankan Dirga.


Pria itu tersenyum penuh kemenangan, akan mudah baginya merebut hati gadis yang sedang rapuh dan jauh dari tunangannya. Rafa akan melakukan cara apapun untuk menjadikan Sabrina miliknya seutuhnya.


Rafa meraih ponselnya dari dalam saku celana dan mulai menekan angka untuk menelfon seseorang.


"Reno."?

__ADS_1


💜


Sudah beberapa hari ini tuan Rafa,pelanggan setia Restoran ini tidak terlihat datang. kenyataan itu memberi rasa nyeri dihati Sabrina, ia merasa bersalah. sejak malam itu dia menjadi gelisah. merasa sangat tidak enak. ingin sekali Sabrina menemuinya dan meminta maaf. tapi bahkan alamat saja Sabrina tidak tau. kemana harus mencarinya.?


Sabrina bersandar di dinding pantry, tatapannya menengadah ke atas langit-langit. pikirannya menerawang, ia begitu sedih dan entah mengapa kesedihannya kali ini bertumpuk.


Tadi pagi Dirga menelfonnya,dan mengabarkan bahwa ternyata Dirga akan dipindah tugaskan di cabang bank yang baru diluar kota. jabatannya naik menjadi Kepala cabang.


Sabrina merasa bingung harus sedih atau bahagia.


Sabrina sedih karna yang pasti, rencana pernikahan mereka akan ditunda entah sampai kapan. mungkin setelah beberapa bulan lagi.


ia tau betapa Dirga terdengar senang, karna mendapat promosi naik jabatan, itu berarti Dirga akan mendapatkan gaji yang besar. dan ketika menikah nanti, Sabrina tidak perlu kawatir untuk hidup hemat. karna Dirga akan memenuhi kebutuhannya dengan berlimpah.


"Tuhan mendengar doa mereka, selama beberapa bulan kedepan Dirga pasti akan punya banyaak uang..dan bisa menutupi biaya pernikahan impiannya yang besar,dan sebagian bisa ditabung."


Tapi hati Sabrina menjadi sangat sedih, kota itu sangat jauh dari sini, butuh perjalanan laut yang memakan waktu berhari-hari. karna lokasi bank itu berada di kota kecil.


"Sabrina."


Sabrina lagi-lagi terkejut dengan kehadiran managernya.


"Manager."?


"Mengapa kau melamun disini, pulanglah."


"Aku pulang, mengapa, apa Restoran ini sudah mau tutup."?


Managernya menggeleng seraya menunjuk seseorang yang ia kenal


Tuan Rafa.

__ADS_1


__ADS_2