Jadilah Milikku

Jadilah Milikku
Terikat Perjanjian


__ADS_3

Mata Sabrina melebar seiring jantungnya yang berdebar kencang, apa ini..saldo tabungannya kosong dan catatan trasaksi terakhir adalah Sabrina mentranfer semua uang pada Dirga. disitu tertulis jelas bahwa ia mengirim semua uang itu kepada Dirga tunangannya sendiri, tapi kapan..ia merasa tidak merasa melakukan itu, ia merasa kalau ia tidak pernah mengirim semua uang itu pada Dirga. airmata gadis itu menetes...seluruh tubuhnya gemetar membayangkan perjanjian yang telah ia tanda-tangani tadi. Sabrina merasa tubuhnya goyah, seluruh tubuhnya kehilangan kekuatannya..


Rafa mendekatinya dengan senyuman kemenangan..


"Aku tidak percaya jika aku hampir tertipu dengan penampilanmu Sabrina." Rafa menggelengkan kepalanya seolah tidak percaya..


Sabrina menoleh dengan dramatis.. masih bingung dengan apa yang terjadi, mengapa ini terjadi kepadanya, Sabrina terkejut ketika Rafa mencekal tangannya dengan sedikit kuat hingga Sabrina memekik..


"Rafa..aku tidak pernah melakukan itu, apalagi dengan uang sebanyak itu..aku sungguh tidak berani Rafa." jerit Sabrina meronta melepaskan dirinya.


"Oya..kau seorang gadis lugu dan suci...itukah yang kau maksud."? Rafa mengepalkan tangannya begitu kuat menahan amarah dan kecewa.


"Tapi semua yang kukatakan benar Rafa..akuntidak pernah...."


"Kau terikat perjanjian denganku Sabrina."tuntut Rafa dingin.


"Mengapa kau setega itu padaku Rafa...darimana aku mendapatkan uang dalam jumlah yang banyak untuk menggantinya." desah Sabrina sedih.


"Kau yang lebih dulu tega karna meninggalkan aku Sabrina...kau meninggalkan aku dengan alasan yang tidak masuk akal."


"Ini saatnya aku pergi Rafa, aku tak selamanya akan tinggal disini kan."?


"Tapi kau pergi disaat aku masih membutuhkan dirimu Sabrina."


"Rafa..." jerit Sabrina dengan airmata yang menetes sedih di wajahnya, ia sedih Rafa berubah sekejam ini kepadanya...


"Aku tidak perduli dari mana kau mendapatkan uang itu dan jika kau gagal maka kau harus menerima resikonya."


Rafa melepaskan cengramannya dengan cara kasar..menatap Sabrina yang masih terlihat syok...

__ADS_1


"Aku tidak menahanmu Sabrina.."


"Rafa aku mohon..."


"Waktumu satu bulan dari sekarang untuk mengumpulkan uang sebanyak 1 Milyar Sabrina." ucap Rafa dengan tatapan dingin.


Sabrina kehilangan kata, dari mana uang sebanyak itu ia kumpulkan..bahkan saat ini saja ia sudah tidak punya apa-apa. Sabrina memijit dahinya yang terasa sakit semua beban yang tiba-tiba ada dipundakknya membuat Sabrina tak kuat.


"Rafa..aku tidak pernah memakai uang itu sedikitpun apalagi mentransfer semua uang itu kepadanya..aku.."


"Itu bukan urusanku Sabrina..yang aku ingin tegaskan kepadamu adalah jika dalam 30 hari kedepan kau tidak bisa mengembalikan uang itu padaku maka..tubuhmu akan menjadi milikku satu malam." desis Rafa tanpa sedikitpun iba.


Sabrina hanya melebarkan matanya dengan ekspresi tidak percaya. bagaimana mungkin Rafa berubah menjadi pria yang jahat, dan bagaimana mungkin ia terlibat dalam permainan menjijikan ini.?


"Lepaskan aku...kau tau kalau aku bukan gadis sepefti itu Rafa kau sangat tau...aku tidak mungkin sengaja melakukan hal serendah itu..."


"Aku tidak perduli padamu Sabrina...sekarang pergilah dari hadapanku, dan ingat ini baik-baik aku akan mendatangimu bulan berikutnya dan saat itu kau sudah harus siap untukku." ucap Rafa dengan dingin...


Sabrina menganggukan kepala dan tersenyum, sedih...


"Aku pasti akan menemukan cara agar bisa mengembalikan uangmu Rafa."


Sabrina menundukan kepala sebentar dan berniat membalikan tubuhnya untuk pergi...


"Tunggu."


"Ya.. Rafa." ucap Sabrina mengerutkan dahinya. melihat dengan santainya Rafa mendekatinya dan berdiri tepat di hadapan gadis malang itu..


"Jangan mencoba menghianatiku dengan kau tidur dengan pria lain atau tunanganmu sendiri sebelum aku menyentuhmu Sabrina, aku ingin..kau memberikan kesucianmu hanya padaku." Tatap Rafa membara, ia menaikan sudut bibirnya ketika menyadari Sabrina begitu pucat mendengar semua perkataannya.

__ADS_1


"Rafa.....kau sangat jahat, aku menyesal pernah percaya kepadamu." isak Sabrina sedih...


"Aku senang kau akhirnya tau siapa aku, dan aku peringatkan kepadamu, jika kau menghianatiku, maka aku akan menghancurkanmu Sabrina..kau dan tunganganmu itu akan aku lenyapkan." ancam Rafa tanpa ekspresi di wajahnya.


Sabrina menjadi takut, tak pernah ia liat wajah Rafa semarah ini. namun ia juga tak pernah menyangka Rafa selicik ini dengan memanfaatkannya demi kesenangan semalam. benarkah dia sudah salah menilai Rafa selama ini.? yah...Sabrina sungguh menyesal pernah melibatkan diri dengan pria ini. bahkan Dirga sudah pernah berkali-kali mengultimatum dirinya agar menjaga hati. namun yang terjadi sekarang adalah dia sudah kehilangan hati bahkan kesuciannya sekarang tergadaikan oleh pria yang berkuasa ini.


Sabrina menganggukan kepala dengan wajah yang terluka....menatap Rafa dengan nanar...


"Aku pastikan akan mengembalikan semua uangmu Rafa, aku pasti akan mendapatkannya..permisi." ucap Sabrina seraya menghapus jejak air matanya dan melangkah meninggalkan ruangan kerja Rafa, meninggalkan Rumah besar itu dengan hati yang hancur.


Sementara Rafa berdiri dengan bingung, sesuatu di jiwanya terasa kosong, bagaimana ini..apa yang dia rasakan sekarang, Sabrina ia sudah terbiasa dengan adanya gadis itu dirumahnya kini..ia seakan kehilangan arah. Rafa menggeleng, mendudukan tubuhnya di kursi ruang kerjanya pria itu tertunduk. ia tak akan memniarkan Sabrina menang.ia tak akan membiarkan Sabrina bisa mendapatkan uang itu. cara satu-datunya adalah memblokir setiap kenalan Sabrina yang mungkin akan memberi pinjaman. dan juga restoran yah....senyum Rafa mengembang, seraya meraih ponselnya ia segera menelp.


Rafa


Aku ingin kau tidak menerimanya bekerja kembali di restoran, cari alasan apa saja agar dia kehilangan kesempatan.


Rafa tersenyum ketika menutup telp. lalu iapun segera memangill anak buahnya untuk mengikuti Sabrina dan memastikan gadisnya aman ketika berada di luar sana.


Rafa memejamkan matanya sebentar, rasanya gairah hidupnya hilang seketika rasanya jauh dari Sabrina layaknya seperti ia berada di padang gurun sendirian. hanya Sabrina yang ia rindukan dan hanya Sabrina yang mampu memuaskan dahaganya...


Rafa mengepalkan tangannya dengan kuat, yah...dia akan mendapatkan Sabrina dengan cara apapun..


❤❤


Sabrina membuka pintu Flat kecilnya dengan seyum pasrah. airmatanya kembali menetes ketika meletakan tasnya di tempat tidur kecilnya. ia menundukan kepalanya dalam-dalam. jalan di hadapannya seakan tertutup rapat untukknya. Sabrina memejamkan matanya mengingat ketika tadi ia singgah ke restoran tempat kerjanya dahulu lalu meminta pekerjaan, ia gagal karna bossnya baru saja menerima karyawan baru.


Sekarang bagaimana...kemana lagi Sabrima harus mencari pekerjaan...?


gadis itu mengutak-atik ponselnya dan, mengerutkan dahi melihat sebuah iklan lowongan pekerjaan, untuk sesaat ia merenung bekerja di restoran cepat saji akan sangat baik, gajinya lumayan, Sabrina akan mengambil dua pekerjaan dalam sehari agar ia bisa mengumpulkan uang banyak....

__ADS_1


Sabrina mendesah lagi...jalan di depannya seakan gelap dan penuh dengan duri.........


__ADS_2