
Sabrina sudah selesai membersihkan diri begitu juga dengan Rafa yang sudah menunggunya sedari tadi di ruang tamu. pria itu memeriksa ponselnya dan membalas pesan dari sekertarisnya di kantor. pria itu tampak serius...
Sabrina keluar dari kamar dengan wajah segar namun langkahnya sedikit goyah..yah, ia masih merasa perih dan sedikit tidak nyaman di daerah intinya.
"Kau cantik sekali." goda Rafa mengejutkan Sabrina yang sedari tadi hanya memperhatikan dirinya sendiri.
Sabrina mengerutkan dahinya ia masih kesal, tak nyaman, di tatap sedalam itu oleh Rafa...
"Jangan menggodaku, kita tidak sedekat itu." ucap Sabrina.
"Baiklah Sabrina aku tidak akan memaksamu untuk bersikap lembut, namun kita suami istri sekarang dan aku ingin kita jadi lebih dekat." ucap Rafa mengingatkan.
Sabrina hanya memutar bola matanya dengan malas, enggan menanggapi Rafa.
"Duduklah..aku ingin bicara." ucap Rafa dengan tatapan serius.
Sabrina menempatkan tubuhnya di hadapan Rafa dan keduanya bertatapan...
"Sabrina..aku ingin kau kembali kerumah."
"Aku tidak mau." Sabrina memalingkan wajahnya dengan enggan.
"Jika kau kembali kerumah aku akan membebaskan kau melakukan apapun yang kau mau..termasuk kau boleh bekerja di tempat yang kau suka, kalau kau mau kau bisa mendirikan caffe, Restoran atau apapun..aku benar-benar membebaskanmu Sabrina." ucap Rafa berusaha membujuk dan menurunkan egonya.
Sabrina merenung, tawaran Rafa menggiurkan namun, ia tak ingin menerima itu semua..ia mencintai flatnya dan ingin bekerja dengan bebas, tanpa kontrol dari Rafa..ia hanya perlu bertahan 3 bulan dan setelah itu semuanya selesai dan berakhir....
"Maaf Rafa..aku tidak bisa menerima tawaranmu, aku akan tetap disni di flatku."
Rafa tertawa hingga tawa itu terlihat seperti seringai tajam...
pria itu menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi...
"Kau tau aku tidak menerima penolakan darimu."
"Rafa...aku tidak suka kau memaksaku." jerit Sabrina jengkel.
Pria itu bersedekap...
"Kau adalah istriku Sabrina aku harap kau...mengerti posisimu bahwa kau harus mendampingiku dimanapun aku berada...jika kau menolak maka akibatnya akan fatal Sabrina."
Sabrina memijit pelipisnya dan menatap Rafa...
"Baiklah..aku tau, tapi bisakah kau menjanjikan satu hal padaku, jika kau mampu memenuhinya maka aku akan bersedia kembali ke rumahmu Rafa."
"Katakan..."
__ADS_1
Sabrina menghela nafas...lalu menatap mata Rafa yang sangat tajam, merasa sedikit segan karna tatapan itu terlalu mengintimidasinya begitu dalam..
"Aku ingin kau benar-benar menepati janjimu, dalam 3 bulan kau harus menceraikan aku..janji." ucap Sabrina penuh harap..
Mengapa Sabrina ingin sekali berpisah darinya, mengapa walau sudah menjadi istrinya Sabrina masih mendesak untuk melepaskan diri darinya..mengapa....sementara banyak wanita di luar sana sangat bangga walau hanya menjadi teman tidurnya atau kekasih sementaranya, mereka akan merasa cukup jika di beri hadiah mahal, mobil, uang, rumah dan banyak lagi. dan Sabrina berbeda. dari awal ia mengenal Sabrina, wanita ini tak pernah berubah dalam hal materi. benar-benar wanita yang langka di jaman ini. tanpa sadar Rafa tersenyum kagum.
Untuk sementara Rafa hanya bisa mengikuti kata-kata Sabrina. ia hanya bisa menurut sambil memikirkan cara agar menahan Sabrina disisihnya..
"Aku setuju Sabrina..kita akan bercerai di usia pernikahan kita genap 3 bulan, aku...tidak menahanmu lagi Sabrina..lagipula aku punya sederet wanita cantik..aku tidak akan kekurangan mereka." ucapan Rafa membuat wajah Sabrina memerah, namun ia segera menutupnya dengan senyuman...
"Baiklah..mungkin kita harus memperbaharui beberapa poin di surat perjanjiannya Rafa."
"Terserah padamu sayang."
Rafa berdiri dari tempat duduknya dan meraih jemari Sabrina untuk digenggam..
"KIta pulang sekarang sayang." bisik Rafa setengah memeluk pinggang Sabrina..
"Baiklah Rafa.." ucap Sabrina dengan anggukan kepala.
Sabrina membiarkan Rafa membimbingnya keluar dari flatnya dan menuju mobil...
***^^***
"Aku tidak terima Rafa." ucap Ella dengan menahan tangis.
Hati Ella menjadi sakit sekali, angan-angannya untuk menjadi istri dari seorang pewaris tunggall
Mutiara Group benar-benar jauh dari kenyataan, semua dendamnya kini tertuju pada seseorang...
Sabrina Cyntia... desahnya begitu marah......
"Maafkan aku Ella, aku tak bisa menghianati pernikahanku dengan menceraikan Sabrina, aku telah berjanji di hadapan Tuhan..dan aku akan setia." ucap
Ella sangat marah sehingga ia mendekat, hingga mereka saling bertatapan tajam...
"Lalu bagaimana denganku, aku kekasihmu Rafa..kau menjanjikan aku segala yang indah, kau bilang..aku akan menjadi istrimu, aku....." tangis Ella pecah saat itu juga..
Rafa menatap Ella dengan tajam dan mendekati wanita itu..
"Aku memberikanmu segalanya Ella, aku memberimu uang, kenyamanan dan fasilitas yang kau mau...tidakkah itu cukup."
"Aku ingin menjadi istrimu Rafa."
"Kau terlalu serakah Ella."
__ADS_1
"Aku memberikan segalanya padamu Rafa, aku..memberikan tubuhku." isak Ella..
"Kau tidak hanya memberikan padaku Ella, ingat aku bukanlah pria bodoh yang gampang kau tipu.'
Wajah Ella memucat, dari mana Rafa tau jika dia tidak hanya berhubungan dengan Rafa, namun ada beberapa kekasihnya yang lain, bagaimana bisa rahasianya selama bertahun-tahun harus terbongkar....
Rafa tersenyum...
"Jangan pernah mengelak Ella karna aku punya bukti yang kuat baik itu foto atau video kau...tak bisa mengelak..."
"Kau jahat sekali Rafa, itu semua tidak benar..bisa saja kan kalau mereka merekayasa fotoku."
"Ella menyerahlah..aku sabar karna kita bersama sudah lama, tapi bukan berarti kau bisa mempermainkan seorang Rafa."
"Rafa..aku mncintaimu."
"Maaf..yang selama ini kita lakukan adalah berhubungan tanpa melibatkan perasaan melainkan hanya penyaluran kebutuhan, aku harap..kau jangan terlalu berharap banyak."
Rafa mengeluarkan sebuah cek kosong dan meletakannya di atas meja lalu menatap Ella...
"Isi berapapun yang kau mau Ella, dan aku pasti akan memberikanmu lebih dari yang kau harapkan." ucap Rafa lalu melangkah meninggalkan Ella yang begitu di kuasai kemarahan..
Ella menjatuhkan tubuhnya.....dengan tangisan panjang, ia tak akan rela melepaskan Rafa begitu saja. Sabrina..wanita itu Ella akan menyingkirkan dengan segera...Rafa adalah milikknya hanya milikknya.
****^^****
Rafa turun dari mobilnya hari sudah gelap. ia membawa seikat bunga mawar merah ditangannya yang tadi ia beli, wajahnya dipenuhi senyum..menyadari ia sudah punya istri, seseorang yang menjadi milik seutuhnya, bukan hanya sekedar teman tidur namun akan menemani harinya, dari makan, jalan-jalan, Rafa bahkan sangat merindukan hari-hari seperti ini.
Pria itu memasuki ruang tamu...
Sepi....
Lalu ia melangkah ke ruang makan dan juga teras...namun sepi, hanya terlihat beberapa pelayan yang lalu lalang. Rafa kembali mengerutkan dahi, namun ia mengalah dan melangkah ke lantai atas... dan terdiam ketika pintu sedikit terbuka dan ia melihat pemandangan yang menyejukan hati.
Sabrina sedang merapikan baju-baju Rafa yang baru selesai di setrika untuk dimasukan kedalam lemari..lalu ia bergerak meletakan foto-foto pernikahan mereka, di atas meja sebelah ranjang, juga mencoba menggantung foto berukuran besar mereka di dinding, dulu ketika di panti Sabrina sering mendapat tugas untuk memasang foto.
Sabrina memasang foto di dinding dengan berdiri di atas kursi sambil berjinjit..namun seketika tubuhnya goyah dan hampir jatuh.....
Sabrina terkejut ketika tubuhnya hampir jatuh ke lantai kamar, kalau saja Rafa tidak menangkap tubuhnya,
"AAhhhh..." desah Sabrina ketika mata Rafa menatap matanya dan memenjara disana..
Keduanya bertatapan tajam.........ada getar samar yang menggoda keduanya...
Rafa tersenyum......
__ADS_1
"Istriku....."bisik Rafa mendekatkan wajahnya di wajah Sabrina........