Jadilah Milikku

Jadilah Milikku
Lelah


__ADS_3

Sabrina merasa seluruh tubuhnya kelelahan. baru dua minggu ia bekerja di restoran itu namun rasanya tubuhnya tidak kuat.


di tambah lagi beban pikiran karna yang mengangkat ponsel Dirga adalah seorang wanita, suara desahan wanita itu terdengar begitu jelas seperti mereka habis bercinta. Sabrina memegang kepalanya yang terasa sakit. tidak mungkin kan Dirga tega menghianati dirinya?


Dirga adalah pria yang setia tak pernah sekalipun menyentuhnya, bersikap kasar ataupun kurang ajar. did8kan di panti yang keras juga jati dirinya yang lembut membuat Dirga tak mungkin berubah menjadi seseorang yang brengsek. mata Sabrina menjadi basah, entah mengapa hati kecilnya merasa nyeri sekali. yah...ia harus percaya pada Dirga..harus percaya. Sabrina berusaha menepis pikiran buruknya sambil terus melangkah.


Besok ia harus kembali bekerja dan ia harus cepat sampai di flatnya. Sabrina mempercepat langkah kakinya namun seketika ia kembali terdiam dan memegang pelipisnya sial. ia tak boleh jatuh sakit atau ia akan di pecat. Sabrina membayangkan manager restoran tempatnya bekerja terkenal sangat kejam dan tidak menerima kesalahan sekecil apapun termasuk terlambat.


Sabrina terkejut ketika sebuah mobil hitam berhenti disampingnya. dan ia mengenal benar siapa pemilik mobil mewah itu. Sabrina melonggarkan tenggorokannya dengan gugup. menyadari itu Rafa yang datang padanya. pria itu keluar dari mobil dengan senyuman khasnya yang begitu tampan.


Untuk sesaat Sabrina terpaku, yah..entah mengapa ia begitu senang melihat Rafa, menyadari pria ini baik-baik saja membuatnya lega. Sabrina kemudian menyadari keadaanya sendiri, sejak keluar dari rumah Rafa ia mengalami penurunan berat badan, ia mengalami sakit pada lambungnya akibat stres berlebih, ia tidak bisa makan dan tidur dengan nyenyak karna memikirkan uang yang telah hilang dan harus menggantinya di tambah lagi Dirga yang tidak lagi memberi kabar dan suara wanita yang menelfonnya., selalu mengganggu tidurnya.


Sabrina menegakan tubuhnya, ia ingin menunjukan pada Rafa jika dia baik-baik saja.jika ia akan membayar hutangnya. sekuat tenaga Sabrina menguatkan hatinya agar membentengi hatinya. pesona Rafa masih kuat mempengaruhinya hingga Sabrina mungkin akan kehilangan kendali dalam dirinya jika di dekati secara terus menerus.


Rafa mendekati Sabrina dengan langkah pelan. hatinya nyeri melihat keadaan Sabrina yang memprihatinkan, meski masih terlihat cantik, namun ia tau Sabrina mulai tidak kuat....


"Sabrina."


"Mau apa kau kemari..apa kau mengikutiku."?


"Yah...aku mengikutimu." ucap Rafa mengangguk dengan santai.


Sabrina mengangkat wajahnya dan bertemu dengan wajah tampan Rafa yang mampu menggetarkan jantungnya, tidak..ia tidak sekuat itu..ingin rasanya Sabrina pergi dari tempat ini. menghindari keseluruhan pria ini yang begitu membuatnya gugup dan mungkin jatuh cinta.


"Untuk apa kau mengikutiku."? tanya Sabrina pelan.


"Untuk mengawasimu."


"Mengapa..apa kau takut aku akan membawa uangmu."


"Tentu Sabrina meski aku mengenalmu namun uang 1 Milyar itu tidak sedikit Sabrina. aku tidak bisa mempercayai dirimu begitu saja."


Sabrina merasa matanya panas....ia seperti di kejar debt kolektor saja. jemari gadis itu gemetar merogoh sakunya dan mengeluarkan beberapa lembaran uang hasil lemburnya yang di dapat dengan susah payah dan keringatnya sendiri, semuanya berjumlah 2 juta saja. yah..ia akan berusaha lebih keras.


Sabrina memberikan uang itu pada Rafa dengan jemari yang bergetar. ia masih menatap uang itu dengan nanar. mungkin ia harus mulai berhemat dan mengumpulkan cicilan berikutnya.


Rafa menatap uang itu dengan senyuman lucu..


"Kau mau menghinaku yah.."

__ADS_1


"Apa maksudmu."?


"Uang 2 juta bagiku hanya untuk bayar parkiran mobil Sabrina." Pria itu bersedekap dengan wajah kesal.


Airmata Sabrina menetes.....Rafa sudah menghinanya meski..memang benar Rafa pengusaha kaya, bahkan ia pernah menerima uang tip 1 juta dari pria arogan ini.


"Aku tak punya uang lagi Rafa...aku sudah berusaha mengambil lembur untuk menadapatkan uang lebih tapi ini saja yang bisa aku dapat." ucap Sabrina dengan frustasi.


"Kau punya pilihan Sabrina."


"Tidak selain tidur denganmu."


"Baiklah...bagimana kalau kau menikah denganku."


"Apa maksudmu Rafa." ucap Sabrina mengerutkan dahinya.


Rafa mendekati Sabrina...meraih tubuh gadis itu dan membawanya ke peluakannya...


"Kau memilih menikah denganmu atau tidur denganku."?


"Lepaskan aku Rafa..kau pikir aku gadis murahan."?


"Aku hanya menawar..lagipula kau akan menjadi miikku dua minggu lagi ketika kau tidak bisa melunasi semua hutangmu."


"Aku..punya tunangan Rafa, aku pikir kau tidak lupa ingatan dan mengenai uang itu aku pasti akan mendapatkannya dan kau...tidak bisa mendapatkan tubuhku aku berjanji." desis Sabrina dengan suara yang tajam.


"Benarkah..."? Rafa tersenyum......


"Aku akan membayar semua hutang-hutangku." jerit Sabrina dengan airmata yang menetes...


Rafa menganggukan kepalanya..


"Baiklah...berusahalah karna kau masih punya waktu 2 minggu...setelah waktu itu tiba kau....tidak bisa lari dariku." ucap Rafa dengan seringai tajam.


Sabrina menganggukan kepala sengan frustasi...ia memalingkan wajahnya...


"Biarkan aku berjuang...aku tak akan menyerah Rafa." ucap Sabrina melangkah meninggalkan Rafa sendirian...


"Aaaaaarrrrgggggghhhhh.........."

__ADS_1


Rafa begitu marah, Gadis yang sungguh keras kepala..dan harus membuat Rafa menunggu lagi dan lagi...


Sial....mengapa ia harus menjanjikan waktu 1 bulan yang terasa seperti 1 tahun? sekarang tak ada yang bisa dilakukan Rafa selain menunggu..pria itu teramat sangat kesal....


Rafa kemudian meraih ponselnya dan menelfon seseorang.....


"Lakukan seperti yang aku perintahkan, jangan sampai dia curiga." ucap Rafa dengan suara tajam..


πŸ’žπŸ’ž


Disebuah kamar yang luas, dua anak manusia sedang berbaring denan saling berpelukan erat setelah percintaan yang panas semalam.Sania tersenyum ketika Dirga memeluk tubuhnya dan menyentuhnya dengan gemas..


"Apa kau tidak puas juga..semalam kau begitu buas." ucap Sania dengan tatapan menggoda sambil membuang tangan Dirga yang terus menggerayangi tubuhnya tanpa niat berhenti.


"Kau sangat indah Sania..rasanya aku ingin lagi dan lagi...kau selalu membuatku puas."


"Dulu kau selalu menolakku." cibir Sania cemberut..


"Itu karna aku masih menahan diri."


"Mengapa kau lepas kendali."? tatap Sania dengan nakal.


"Itu karna...kau sangat cantik."


Keduanya tertawa...


"Oya...ada yang menelfonmu namanya Sabrina, dia bilang dia tunanganmu." ucap Sania ingin tau.


Wajah Dirga menjadi pucat..astaga, ia bisa membayangkan betapa terkejutnya Sabrina. pria itu merasa bersalah. namun Sania langsung mengalihkan perhatian Dirga dengan menyentuh pria itu..


"Apa dia benar tunanganmu Sayang."? tatap Sabrina pelan...


"Bukan....dia..dia hanya temanku dan sudah kuanggap adikku sendiri." ucap Dirga berbohong. otaknya mati rasa dengan sentuhan Sania yang begitu ahli..


"Bagus sayang, aku akan cemburu kalau kau...ternyata sudah memiliki kekasih." ucap Sania tersenyum....


"Ah...Sania.....aku....ingin..."


πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

__ADS_1


Hai semuanya....dukung Author dengan Like, Komen, dan Vote yah...biar Author semangad Up setiap hari..


Love u All❀❀❀❀


__ADS_2