Jadilah Milikku

Jadilah Milikku
Menikah sementara


__ADS_3

"Apa masudmu kita..."


"Kau sudah punya kekasih Rafa."


Pria itu membeku..bukankah ini yang ia harapkan.? yah..tentu saja, ini yang dia inginkan menikahi Sabrina dan juga mendapatkan warisan dari neneknya, lagipula ia punya kekasih yang akan memuaskannya bukan, ia punya wanita yang akan langsung berkata iya..jika dia menginginkannya..


Namun....


Mengapa hatinya ingin Sabrina...?


"Baiklah aku setuju Sabrina."


Sabrina mengangguk dengan lega lalu mendekati Dafa dan menatap matanya...


"Aku akan membuat surat perjanjiannya, dan kau hanya perlu menanda tanganinya."


"Apakah ini salah satu akalmu agar kau juga menerima bagian warisan nenek"


Sabrina tertawa...


"Kau pikir semua wanita sama...mereka akan merengek di kakimu demi uang..tidak, kau harus menandai aku sebagai wanita itu, aku akan membiayai hidupku sendiri."


Kau sombong sekali..dari mana uang itu kau dapat." tanya Rafa meradang.


"Itu bukan urusanmu Rafa."


Pria itu tampak sangat marah dan mengerang, ia menganggukan kepala dengan cepat..


"Baiklah, lakukan sesukamu aku tidak perduli...aku hanya perduli bagaimana harta itu menjadi milikku."


"Kita sepakat Rafa." ucap Sabrina mengangguk lega.


Setidaknya ia bisa menjaga dirinya, ia hanya bertahan selama 3 bulan....


⚘💝


Dengan demikian aku menyatakan kalian sebagai suami dan istri yang sah dihadapan Tuhan dan negara....


Kalian bukan lagi dua tetapi menjadi satu..


Apa yang dipersatukan Tuhan..tidak boleh diceraikan manusia....


Semua tamu dan keluarga bertepuk tangan dengan rasa bahagianya.


kedua pengantin saling berhadapan dan akan melakukan ciuman pernikahan...


Sementara tepuk tangan semakin riuh di dalam ruangan.....


Rafa menatap dengan tajam, ia terpesona dengan tampilan Sabrina di dalam balutan gaun pengantin yang begitu indah seolah menyulap Sabrina menjadi bidadari.....


Pria itu menarik Sabrina ke pelukannya, mata keduanya konyras dengan suasana haru di pesta ini. Rafa menatap bibir Sabrina dengan penuh keinginan hatinya bergetar gugup, Sabrina sudah menjadi istrinya....milikknya, nukankah ia berhak...? Wajah Rafa mendekat membuat Sabrina melebarkan matanya penuh peringatan....

__ADS_1


"Ingat perjanjiannya Rafa." ucap Sabrina pelan yang hanya bisa di dengar keduanya.


"Perjanjiannya kita hanya tidak tidur bersama namun tidak dengan ciuman..aku bebas melakukannya, kau adalah istriku yang sah..." ucap Rafa tajam.


"Kau....."


"Nikmatilah..kau akan merasa ingin dan ingin lagi karna ciuman dari suamimu sungguh indah." ucap Rafa menaikan sudut bibirnya.


Rafa tak perduli Sabrina meronta, pria itu kembali memeluk punggungnya hingga tak ada jarak sedikitpun di antara mereka....


Rafa mendekatkan bibirnya dan melum** bibir Sabrina sehingga ia tak bisa menghindar. Sabrina merasa sudah gila ketika tubuhnya merespon dengan sangat baik, matanya terpejam seolah mendamba ciuman itu hingga Rafa hanya tersenyum tipis sembari terus menggoda1 bibir Tari yang membuatnya ketagihan...


Riuh tepuk tangan kembali menggema sekaligus mengejutkan Rafa jika mereka berciuman dengan sangat lama...


Rafa menikmati waajah Sabrina yang memerah malu, lalu berbaur dengan para tamu yang memberi ucapan selamat pada mereka berdua.


Diantara para tamu muncul Ela kekasih Rafa yang juga hadir, ia mendekati keduanya dengan pandangan sakit hati, meski ini hanya pernikahan sandiwara namun terasa begitu menyakitkan untuk Ela terima.


"Sabrina....." sapa Ela dengan wajah yang tidak bersahabat.


Sementara Rafa dia memilih meninggalkan mereka berdua dan menyapa para rekan bisnisnya.


Sabrina menatap tatapan pemusuhan dari sorot mata Ela yang tajam namun ia memilih menguatkan dirinya,kalau tidak wanita ini pasti akan mengancamnya. Sabrina memutuskan akan menghadapi Ela.


"Ya...namaku Sabrina, dan kau.."


"Cih...sombong sekali, kau pikir karna Rafa menikahimu kau jadi besar kepala yah."


Ela tertawa...


"Istri....kau akan menjadi istrinya hanya untuk 3 bulan saja Sabrina dan jika sudah lewat 3 bulan kau..akan diceraikan." Ela tak mau kalah..


"Benarkah...kau pikir aku juga menyukai kekasihmu utu jika saja....."


"Aku tau siapa dirimu Sabrina, kau hanya anak panti asuhan yang malang, dan beruntung kekasihku memungutmu di jalan..jadi jangan pernah bertingkah di hadapanku atau kau akan merasakan apa yang akan aku lakukan padamu."


Jemari Sabrina terkepal dengan kuat ketika Ela berusaha mempermalukan dirinya.


"Memangnya kenapa kalau aku hanya anak panti asuhan...apa itu semua salah."? ucap Sabrina dengan mata berkaca-kaca. sungguh ia tidak siap dengan pernyataan yang dikatakan Ela kepadanya.


"Ela tertawa....


"Kau adalah anak yang tidak punya asal usul yang jelas Sabrina, mungkin saja ibumu hanya seorang wanita murahan atau wanita malam...dan kau adalah hasil dari perbuatan terlarangnya." ucapan Ela yang satu ini sunghuh membuag kesabaran Sabrina melewati batas.


"Apa katamu...."


"Paaaaaccccccckkkkkkkkkkk......."


Seuara tamparan itu begutu keras hingga menarik semua mata tamu yang hadir, dan Ela tersenyum puas..ini memang rencananya agar Sabrina mempermalukan dirinya sendiri di acara pernikahannya.


Rafa pun terkejut...melihat semua yang terjadi di depannya, rasa malu sungguh membuatnya kehilangan muka.....

__ADS_1


Dengan penuh permintaaan maaf Rafa segera membubarkan acara hingga ia mendekati Sabrina dan Ela yang masih saling menatap tajam..


Rafa sungguh dikuasai amarah saat ini...


"Apa yang terjadi....apa yang terjadi disini."? teriaknya menggelegar....


"Dia...." kata-kata Sabrina terputus..


"Aku hanya memberi selamat padanya, namun dia cemburu dan menamparku." tangis Ela dengan keras...


Sabrina melebarkan matanya, mengapa Ela berbohong......


"Apa maksudmu kau yang bilang..."


"Diam...." teriak Rafa keras....


"Kau selalu saja membuatku kehilangan kesabaran Sabrina."


"Kau tidak percaya padaku."? airmata Sabrina menetes....


"Ela pulanglah aku akan menyusulmu ke apartement dan kau Sabrina ikut aku sekarang."


Rafa tak membiarkan Sabrina mengelak iapun menarik lengan Sabrina untuk keluar hotel dan menuju mobilnya.


Mendorong tubuh Sabrina masuk iapun segera menyusul....


Rafa menghidupkan mesin mobil dan segera melaju dengan kencang sehingga membuat Sabrina sedikit takut.


"Rafa hentikan....."


"Kau sengaja ingin mempermalukanku bukan."?


"Rafa..aku tidak..."


"Kau marah karna kau mungkin ingin jug warisan nenek dan kau sengaja memancingku."


"Aku tidak butuh."


"Benarkah..apa kau mampu hidup sendirian di flat kotormu tanpa uang dariku."


Aimata Sabrina menetes....


"Turunkan aku...kita hidup terpisah mulai sekarang." teriak Sabrinadengan airmata yang menetes...


Rafa menghentikan mobilnya di depan Flat Sabrina tanpa melirik Sabrina, pintu mobil otomatis terbuka.....


"Itu lebih baik Sabrina..aku mau liat bagaimana kesombonganmu akan menghancurkanmu dan jika kau tidak sanggup maka kau harus minta maaf pada Ela, dan aku akan memaafkanmu." ucap Rafa tegas..


Sabrina menunduk dan menatap gaun pengantinnya dengan miris...


"Mari kita hidup terpisah saja dan tidak saling menganggu, kita hidup sendiri-sendiri sampai kita nanti bercerai." ucap Sabrina lalu keluar dari mobil dan melangkah menuju Flatnya..

__ADS_1


Rafa hanya terdiam didalam mobilnya..........memandang Sabrina yang susah payah menyeret gaun pernikahannya.....ia mengerang sungguh kesal....mengapa malah jadi begini dimalam pernikahannya..


__ADS_2