Jadilah Milikku

Jadilah Milikku
Pengganggu dari masa lalu


__ADS_3

"Dirga."? ulang Sabrina langsung mematikan ponselnya...


Sungguh telp dari Dirga mampu merusak moodnya, dan ia pun mau tak mau memikirkan Dirga, biar bagaimanapun Dirga adalah pria yang hampir menikahinya...


Ada apa dengan Dirga..apakah sesuatu sedang terjadi kepadanya.?


Apakah dia baik-baik saja..? mengapa Sabrina merasa gelisah?


"Sabrina..apa yang terjadi, siapa yang menelfonmu..mengapa kau gugup sekali."?tanya Tania terlihat cemas.....


Sabrina tersenyum....


"Aku tidak apa-apa..tadi adalah nomor salah sambung, dan aku pikir siapa.' ucap Sabrina berbohong..


"Baiklah kalau begitu, ayo masuk..aku akan mengenalkanmu pada anakku dan calon menantuku." ucap Tania membawa Sabrina masuk ke dalam rumah...


❤❤


Setelah hari menjelang sore, Darren juga Liam dan Risall tiba di rumah....mereka turun dari mobil masing-masing dan menghampiri para istri mereka lalu memberi pelukan dan ciuman mesra, Sabrina hanya menatap mereka dengan pandangan sedikit iri...mereka sungguh terlihat romantis dan tak pernah malu bersikap mesra.


Sabrina sangat terkejut karna Rafa mendatanginya dan juga memeluknya dan memberi ciuman mesra..wajah Sabrina merona malu...


Tania dan lainnya hanya tertawa dan menggoda pasangan pengantin baru itu...


"Akhirnya tuan Rafa yang dingin dan pantang bersikap mesra pada wanita ini menyerah." ucap Darren memeluk tubuh istrinya posesif.


"Romantis sekali sih.." goda Tania senang melihat kemesraan yang di tunjukan Rafa dan Sabrina...


"Baiklah.....hari sudah sore, kami harus pulang sekarang....malam terlalu indah untuk di lewatkan." Rafa menaikan alis pada Sabrina yang menggeleng malu...


"Pergilah pengantin baru, dan semoga kami bisa mendapat kabar baik." sambung Darren di amini yang lain..


"Aku tak sabar...terimakasih tuan Darren."


Darren mengangguk...


"Yang penting kau harus rajin." bisiknya penuh arti...


Semua yang ada di tempat itu tertawa seketika....


Rafa mengangguk setuju..


"Aku....akan mengingat semua nasehatmu kakak." ucap Rafa menunduk hormat..


Suasana mereka menjadi ceria seketika........


💝💝


1 bulan kemudian............


Tengah malam..


Sabrina terbangun ketika ponselnya berdering, diliriknya Rafa yang masih tertidur lelap..


Nomor pribadi.?


Ingatan Sabrina terbang pada sosok Dirga, hatinya menjadi cemas, Sabrina turun dari ranjang dan melangkah ke arah balkon dan menatap ponselnya...

__ADS_1


Sabrina : Halo......


Dirga : Sabrina.......tolong aku....


Sabrina : Ada apa...mengapa suaramu terdengar aneh...?


Dirga : Aku mohon temuilah aku besok pagi Sabrina..aku tidak punya siapa-siapa lagi, kali ini jika kau juga mengabaikan aku..aku mungkin akan mati Sabrina...aku mohon....{ menangis }


Sabrina : {Cemas...} Baiklah..kau tenang dulu Dirga..aku akan menemuimu..aku berjanji.


Dirga : Terimakasih Sabrina..kau memang wanita yang terbaik....


"Sayang..." suara di belakang Sabrina membuatnya tertegun. itu adalah suara Rafa.? dengan cepat Sabrina mematikan ponselnya dan memasukannya di dalam saku piyamanya, ia menarik nafas.....


Kemudian berbalik dan tersenyum kepada Rafa....


"Rafa."


"Mengapa tengah malam begini kau berada di balkon."? tatap Rafa dengan wajah curiga...


Sabrina bingung harus menjawab apa, Rafa akan marah jika ia mengatakan dengan jujur kalau Dirga menelfonnya. Rafa tidak akan memaafkannya..mereka sudah berjanji akan selalu jujur...


"Ueeekkk.....uuueeekk....." Sabrina tiba-tiba m,erasakan mual di tengah malam dengan tiba-tiba sehingga Rfa menghampirinya dengan wajah cemas.....


Memeluknya dengan erat Rafa kemudian menuntun Sabrina agar kembali ke ranjang..sedangkan Sabrina hanya diam saja....


"Aku...merasa mual dan terbangun Rfa, lalu aku keluar balkon untuk...menghirup udara segar."ucap Sabrina terbata...


"Baiklah....tidak mengapa sayang, tapi seharusnya kau membangunkan aku, aku pikir kau sedang apa disana." Rafa mengecup kening Sabrina dengan sayang...


Sabrina tertunduk dengan rasa bersalah....tidak seharusnya ia mengangkat telp dari Dirga dan akhirnya ia malah harus membohongi Rafa.


"Sudahlah..lain kali..kau harus membangunkanmu jika kau merasakan sesuatu yang tidak nyaman..berjanjilah." tatap Rafa menuntut...


Sabrina mengigit bibirnya, terharu karna Rafa begitu memperhatikan dirinya seperti saat ini. Sabrina kemudian memeluk erat tubuh Rafa dan memejamkan matanya dengan erat.


"Maafkan aku Rafa..aku janji kalau aku..tidak akan membuatmu cemas lagi."


Rafa tertegun..lalu mencium dengan lembut pipi istrinya dengan senyuman...Mata Rafa berkilat, ia bukan pria bodoh, ia tau jika Dirga yang menghubungi Sabrina..ia tau pria brengsek itu tidak pernah berhenti mengganggu Sabrina yang memang polos dan juga punya hati yang gampang dibujuk. tapi Rafa tidak akan membiarkannya.......


"Sekarang tidurlah...besok kita kan ke rumah sakit untuk memeriksa keadaanmu sayang." ucap Rafa membantu Sabrina berbaring..


"Baiklah..aku mengalami mual yang parah, apakah lambungku bermasalah lagi." Sabrina membiarkan Rfa menaikan selimutnya.


"Jangan terlalu membiarkan pikiran buruk mengikatmu sayang..kita akan periksa dan tau penyebabnya sayang."


Rafa mengecup bibir Sabrina dan tersenyum...


Lalu pria itu bangkit dari ranjang dan hendak keluar kamar...


"Sayang kau mau kemana."? Sabrina menahan lengan Rafa yang hendak pergi..


Pria itu berbalik..


"Aku harus ke ruang kerjaku sekarang sayang..aku akan kembali." ucap Rafa lembut lalu melangkah keluar kamar.


Sedangkan Sabrina hanya menghela nafas, apa yang akan dikatakan Dirga..mengapa ia sedikit cemas..? Sabrina mencoba menutup matanya, dan tertidur ia tak ingin memikirkan Dirga lagi...

__ADS_1


**^^**


Rafa membuka pintu kamar dan tersenyum ke arah anak buahnya yang seadng menunggunya.


"Selamat pagi tuan Rafa." ucap pria berwajah dingin itu menunduk di hadapan Rafa.


"Aris...aku ingin kau menangkap Dirga sebelum pria itu menemui istriku.'


"Baik tuan, lalu apa yang harus aku lakukan kepadanya." tatap Aris menunggu perintah..


"Aku ingin kau cukup memberikan dia pelajaran karna sudah berani menganggu istriku dan juga...aku ingin kau, mematahkan satu tangannya aga dia berhenti mengirim pesan atau menelfon istriku..lalu bawa si padaku" ucap Rafa dengan tatapan membunuh..


Pria bernama Aris hanya tersenyum dan mengangguk patuh...


"Besok aku akan membawanya ke gudang utama kita tuan."


"Bagus..aku akan menemuinya disana."


"Baik tuan Rafa."


Rafa mengangguk dan tersenyum puas ke arah Aris....lalu menatap anak buahnya itu sampai menghilang di balik pintu.


Jemari Rafa mengepal......


"Dirga..kali ini..kau benar-benar akan mendapatkan pelajaran yang beharga dariku."desis Rafa tersenyum kejam....


***********************************


Sabrina mengatur makanan di meja makan namun sesekali ia melirik ponselnya karna Dirga belum ada kabar...


"Katanya dia akan mengirim alamatnya, lalu dimanakah dia."?


Rafa keluar dari lift dan tersenyum tipis mendekati Sabrina dan memeluknya dari belakang...


"Sayang...selamat pagi.'


Sabrina tersenyum...menyambut ciuman suaminya,


"Ayo sarapan dulu."


"Baiklah sayang..." jawab Rafa menurut, sambil melirik ponsel Sabrina yang ada di atas meja..


"Ehm...bersiaplah kita kan ke dokter." ucap Rafa.


"Aku sudah tidak apa-apa sayang."


"Tidak..aku tidak akan tenang sebelum aku tau apa yang terjadi padamu."


"Baiklah.." Sabrina menurut dan melangkah ke kamar untuk mengganti baju. sedangkan Rafa tersenyum puas,..Sabrina adalah istri yang patuh, ia bahagia.


Rafa tertegun ketika mendapat sebuah pesan......


Aris.


Tuan Rafa...aku sudah membereskan Dirga saat ini dia berada di gudang utama.


Rafa tersenyum, ia sudah tidak sabar lagi...

__ADS_1


Rafa.


Bagus..aku akan kesana sekarang


__ADS_2