Jadilah Milikku

Jadilah Milikku
Nasib Dirga


__ADS_3

Rafa merasa seperti ia sedang bermimpi mendengar penjelasan Sabrina...bahkan jantungnya berdebar dengan begitu kuat..ia bahagia...Sabrina hamil anaknya...anaknya.....


"Kau...benar-benar hamil sayang."?


Sabrina mengangguk.....ia sangat bahagia mendengar dan melihat betapa senangnya Rafa saat ini. betapa senangnya ia melihat Rafa sampai meneteskan airmata bahagia.....


"Yah...dokter bilang usia kandunganku 4 bulan dan aku harus membatasi aktifitas dan menjaga moodku agar tidak stres.."


Rafa terdiam..itu berarti ia harus mengendalikan keadaan termasuk mengganti nomor di ponsel Sabrina dan menghapus semua pesannya di ponsel. ia tak mau Sabrina mengetahui kabar sedikitpun tentang Dirga..tidak ia harus melindungi Sabrina sebisa mungkin..


"Sayang.." bisik Sabrina mengerutkan dahi melihat Rafa yang terdiam seolah tenggelam dengan pikirannya sendiri...


"Acch...sayang...aku sedang memabayngkan seperti apa wajah anak kita nanti.." Rafa tersenyum dan memeluk tubuh Sabrina sambil melangkah....


"Kehailanku masih kecil masih terlalu awal untuk memikirkan wajah anak kita...ayo pulang..aku lapar.." bisik Sabrina senang...


"Baiklah istriku...aku sangat bahagia sekarang, kau mau makan apa..adakah yang kau inginkah sekarang."?


"Aku ingin roti bakar."


"Di siang hari."? ulang Rafa...


Sabrina mengangguk.......


"Baiklah...ayo kita cari roti bakar." ucap Rafa antusias...


💞💞


Di sebuah ruangan redup...


Seorang pria mengerang ketika ia terbangun dengan rasa sakit yang seakan membunuhnya....rasa sakit di tubuh terlebih hatinya membuat pria tampan itu menangis....


"Sabrina......." desahnya dengan airmata menetes...rasanya takdir begitu kejam kepadanya hingga memisahkan dirinya dengan cintanya.


Dirga memejamkan matanya, ia menyesal...sungguh-sungguh menyesal, karna mau menerima tawaran jabatan di luar kota dengan iming-imingi gaji yang tinggi namun hal itu justru adalan awal kehancuran dirinya dan Sabrina..wanita yang bahkan ia cintai sejak kecil....tak pernah di ayangkan Dirga bahwa kisah cinta mereka akan kandas di hancurkan oleh Rafa....


"Aaaaaccchhhhh........" Dirga mengerang ketika rasa sakit itu mengguncangnya...menyebabkan rasa nyeri tidak tertahankan di tubuhnya, sebelah tangannya sudah patah..ia bahkan tidak bisa menggerakannya...


"Bagaimana keadaanmu."? seorang wanita cantik berpakaian mirip dokter menatapnya tajam..

__ADS_1


"Bunuh aku saja.....bunuh aku saja, kau bisa menyuntikan racun ke dalam tubuhku."pinta Dirga meneteskan airmata...


Wanita di hadapannya hanya menghela nafas....


"Baiklah...pria tak berguna sepertimu memang pantas mati."


Dirga menajamkan tatapannya....


"Siapa kau."?


"Windy.....apa kau tidak ingat aku."?


Dirga menggeleng pelan...


Wanita itu meraih jarum suntik dan menusuknya ke dalam selang infus yang tertancap di tangan Dirga....dan memasukan obat...


"Aku juga tinggal di panti yang sama dengan kau dan Sabrina." ucapnya pelan..


"Hah.....aku tidak ingat, maafkan aku." ucap Dirga menyipitkan matanya sambil berusaha mengingat....


Windy memandang Dirga dengan mata berkaca-kaca....


Hatinya merasa nyeri meoihat betapa tragis nasib Dirga...


Di panti dulu sudah terkenal dengan kisah cinta Dirga dan Sabrina. dimana mereka selalu bersama....Dirga sangat cerdas dan sopan...dia selalu menjadi juara kelas sekaligus ketua osis di sekolah karna kecerdasannya dalam berpikir, dan kemampuannya dalam memimpin sebuah organisasi..


Banyak sekali para gadis di sekolah dan di panti jatuh cinta pada Dirga namun sayang Dirga sangat setia pada Sabrina....Windy adalah salah satu dari sekian banyak gadis yang menyukai Dirga....dan yang ia dengar sekarang, malah Sabrina meninggalkan Dirga untuk menikah dengan tuan Rafa, pengusaha besar yang punya kekuasaan luar biasa dan juga perusahaan di mana-mana. dan rumah sakit tempat ia bekerja dan Dirga dirawat adalah milik tuan Rafa...mengapa Dirga bisa percaya diri bersaing dengan tuan Rafa...,N


Walau mereka sama-sama tampan...namun tuan Rafa punya uang dan kekuasaan....dan Dirga tak mampu mengimbangi sedikit saja dari Tuan Rafa...


"Sudah selesai...kau jangan terlalu banyak bergerak."


Windy membalikan tubuhnya..


"Tunggu."


"Ada apa."


"Aku merasa tanganku tidak bisa bergerak apa yang terjadi."?

__ADS_1


Windy membeku.........


"Hanya cedera ringan...kau akan sembuh, istirahatlah Dirga.' ucap Windy dengan mata berkaca-kaca.


Dirga hanya tersenyum..ia tau wanita itu hanya ingin menghiburnya, ia bahkan sudah tak bisa merasakan apa-apa di tangannya....


Dirga memejamkan matanya......


Sabrina....apakah kau masih mengingatku walau sesaat....ini semua adalah kesalahanku..kalau saja aku tidak tergoda dengan Sania atau pun Ela mungkin saat ini kita sudah bahagia....airmata menetes di wajahnya yang penuh luka...


"Maafkan aku Sabrina...maafkan aku."


*************************************


Tak terasa usia kandungan Sabrina sudah memasuki usia kandungan ke tujuh bulan. perutnya terlihat begitu besar karna ia mengandung anak kembar 3 berdasarkan hasil USG yang di lakukannya. Rafa semakin memanjakan dirinya dan memberi kelimpahan cinta yang tak pernah ia dapat seumur hidupnya...Sabrina sangat bahagia..hingga rasanya ia tidak menginginkan apa-apa lagi karna ia sudah mendapat semuanya dlam hidup.


Hubungannya dengan Tania juga semakin dekat..bahkan dengan seluruh keluarga besar mereka dan lingkungan teman-temannya...mereka berdua juga sedang menunggu hasil tes DNA yang yang dilakukan keduanya karna Tania juga melahirkan anak kembar 2 perempuan...


Sabrina rutin mengunjungi Tania untuk sekedar bermain bersama banyinya atau menceritakan beberapa gosip hangat dan seputar keluarga mereka.


Rafa juga lebih sering menghabiskan waktu menemani Sabrina dibanding ke kantor, ia melimpahkan semua pekerjaan pada asistennya yang paling ia percaya dan semua menjadi beres...


Sabrina sedang menonton acara televisi dan kemudian membeku melihat sebuah tayangan yang menyentuh hatinya...dalam tayangan itu mereka sedang mengunjungi panti sosial dan panti asuhan untuk memberi bantuan....


Sabrina menatap dengan pandangan sedih..ia juga pernah mengalami masa sulit yang membuatnya sangat susah bahkan untuk mencari sesuap nasi.


Sabrina mengenang ketika ia dan Dirga keluar dari panti dan mulai mencari pekerjaan, bahkan mereka sering ditolak.....


Dirga..pria itu selalu mendahulukan Sabrina dalam segala hal...entah itu ketika hendak makan dan tempat berteduh Dirga selelu mengutamakan Sabrina..dan dirinya selalu mengalah..


Mata Sabrina mnejadi panas, ktika mengingat pria itu..dimanakah dia sekarang, apakah Dirga hidup dengan baik."?


Pandangan mata Sabrina berhenti ketika melihat di layar tv tampak seorang pria yang cacat karna tangannya patah, pria sedang bernyanyi..lagu kesukaan Sabrina.......


Airmata Sabrina menetes......


"Dirga..."? matanya terbuka lebar seakan tidak percaya dengan pandangannya........


Sabrina menyandarkan tubuhnya di sofa..todak mampu menahan rasa sedihnya. keadaan Dirga sangat memprihatinkan dengan tampilan yang berbeda,...tubuh yanb sedikit kurus dengan tatapan kosong dan berada di sebuah panti sosial...apakah ia tidak salah liat....

__ADS_1


"Dirga...." batin Sabrina mengerutkan keningnya....


__ADS_2