Jadilah Milikku

Jadilah Milikku
Kau milikku Sabrina


__ADS_3

Sabrina keluar dari flatnya dengan memakai tas selempang, ia tersenyum di pagi hari karna ia akan memulai pekerjaannya. sementara melangkah ke arah jalan, matanya menatap sebuah mobil di seberang jalan yang terparkir, dan ia mengenalnya.


Sabrina melangkah ke arah toko roti yang tak jauh dari flat, dan membeli beberapa dan juga minuman capucino dan lalu kembali ke arah mobil tadi.


"Tok...tok...tok...."


Rafa terbangun oleh ketukan di kaca mobilnya ia terkejut ketika melihat sosok Sabrina yang sedang menatap ke arahnya..gadis itu tersenyum seperti tidak terjadi apapun padanya..


"Naiklah ke atas dan cuci mukamu Rafa, lalu sarapan roti bersamaku." ucap Sabrina dengan wajahnya yang datar dan tanpa ekpresi.


Rafa hanya mengangguk dan mengikuti istrinya itu..ironis sekali..mereka suami istri namun terlihat seperti orang asing, tidak tinggal serumah dan bersikapa seperti tidak mengenal.


Menaiki tangga mereka berjaoan beriringan dan Sabrina membuka pintu kamar, dan membiarkan Rafa masuk ke dalamnya.


"Kamar mandiku kecil jadi aku minta maaf kalau membuatmu tidak nyaman."


Sabrina tak sedikitpun menatap wajah Rafa, pria itu hanya terdiam dan masuk ke dalam kamar mandi.


Sementara Sabrina menyiapkan sarapan untuk mereka berdua. lalu meletakannya di atas meja makan kecil di flatnya yang menyatu dengan ruang tamu.


Tak berapa lama kemudian Rafa kelua dari kamar mandi dan menuju meja makan, ia menatap Sabrina yang sedang menghangatkan capucino milikknya yang sudah dingin untuk Rafa.


Pria itu duduk di hadapan Sabrina...


"Makanlah Rafa..setelah itu pulanglah karna aku harus pergi." ucap Sabrina tanpa basa-basi. gadis itu berusaha bersikap biasa.


Rafa menyesap kopinya dan merasa segar, tak sengaja matanya melirik cincin pernikahan yang masih terpasang di jemari Sabrina dan di saat yang sama, Sabrinapun menatap ke arah yang sama...


Sabrina kemudian ingin mengeluarkan cincin 8tu namun Rafa menahan tangannya.


"Tidak...jangan lepaskan cincin itu aku mohon Sabrina."


"Mengapa..bukankah hanya masalah waktu dan kita akan bercerai...?aku tak mau cincin membebaniku Rafa, apalagi harganya sangat mahal."Sabrina mengunyah roti pelan.


"Kau harus ingat Sabrina sampai 3 bulan kedepan kau adalah istriku dan kau berhak memakainya, jika sudah 3 bulan kau boleh membuangnya.."ucap Rafa dingin.


Sabrina mengalah dengan terus memakai cincinnya walau sedikit terpaksa, hatinya sakit sekali menyadari ia terikat pada pernikahan namun bukan pernikahan yang sebenarnya, lalu ia akan menjadi janda yang masih perawan, sungguh hidupnya seperti di drama.

__ADS_1


"Baiklah..aku akan mengembalikan padamu 3 bulan kedepan, karna aku tidak ingin menyimpannya sedikitpun." ucap Sabrina dengan mata yang berkaca-kaca.


Pria itu kemudian meminum capucinonya hingga habis di dasar gelas dan menatap Sabrina.


"Terimakasih atas capucino dan rotinya." ucap Rafa berdiri dan hendak melangkah..namun ketika ia teringat akan sesuatu pria itu berbalik, meletakan sebuah kartu emas di atas meja...


"Sabrina, pakai kartu itu untuk kebutuhanmu itu tunjangan dariku untuk dirimu....pakailah untuk kebutuhanmu."


Rafa melangkah....


"Tunggu Rafa..."


Pria itu berbalik....ketika Sabrina mendekatinya meraih tangan Rafa dan meletakan kartu emas itu di tangan Rafa dan menaikan sudut bibirnya.


"Aku akan mencari uang untuk kebutuhanku sendiri dan kau..tidak perlu memikirkan aku."


Wajah Rafa terlihat memerah tidak senang..sombong sekali Sabrina. padahal Rafa telah menurunkan egonya untuk bersikap baik pada Sabrina.


"Mengapa kau sangat keras kepala...bukankah dengan uang itu kau tidak lagi bekerja keras..kau tidak perlu susah payah untuk mencari uang.."teriak Rafa dengan suara keras..


Airmata Sabrina menetes...


"Sabrina..aku akan tetap....."


"Apakah sampai kita bercerai, ataukah kau akan tetap memberiku tunjangan setelah kita bercerai bahkan sampai kau akan menikah dengan orang lain dan kau tetap memberiku tunjangan..."ucap Sabrina dengan tajam..


"Kalau kau bersedia,...aku bahkan mampu memberimu tunjangan seumur hidup Sabrina." jawab Rafa sungguh-sungguh.


"Wah...kau baik sekali Rafa..."Sabrina memincingkan matanya...


"Sabrina apa maksudmu."


"Lalu aku harus berbuat apa untuk membalas kebaikanmu, apakah aku harus membayar dengan tubuhku." jerit Sabrina terisak...


Rafa meraih kedua bahu Sabrina dan memegang kedua bahu Sabrina dan menatapnya dengan tajam......


"Sabrina....mengapa kau selalu menguji kesabaranku..mengapa." mata Rafa bersinar tajam....

__ADS_1


"Kau yang menghancurkan hidupku..kau Rafa, kau merayuku lalu membuatku merasa nyaman...lalu kau menikahiku karna harta nenek...kau pikir aku segila itu untuk menerima uang darimu...meski aku harus menjual diriku aku pastikan aku tak akan datang padamu." jerit Sabrina penuh rasa sakit..


Rafa tak mampu lagi menahan perasaannya..


"Kau tak perlu menjual dirimu Sabrina, cukup dengan kau..menjadi istriku saja...kau..tidak akan kulepaskan."


Pria itu menatap bibir Sabrina dan melum**nya dengan kuat hingga Sabrina sangat terkejut...tubuhnya terdorong ke belakang hingga membentur sofa di belakangnya...Rafa terus mendesak Sabrina agar wanita yang sudah menjadi istrinya itu menyerah....


sekuat tenaga Sabrina mendorong tubuh Rafa menjauh namun bukannya menjauh, Rafa semakin mendesak Sabrina agar gadis itu menyerah di dalam kendalinya...


Bibir Sabrina bengkak karna ciuman Rafa yang membabi buta seolah menghukumnya, sementara jemarinya sudah bergerak menjelajah tubuh wanita ynag diam-diam sudah ia cintai itu..


Sabrina sangat panik ketika Rafa mengulu* bagian atas tubuhnya dengan kuat dan memberi tanda disana....


"Rafa...apa yang kau lakukan...lepas." tangisan Sabrina menggema di sekitar ruang tamu. pakaiannya telah telepas dengan dramatis...


Rafa menatapnya sangat tajam...


"Aku suamimu...bukankah kita seharusnya melakukan ini semua. sinar mata Rafa berkabut...tidak ia tak akan membiarkan Sabrina pergi darinya...


Sabrina adalah istrinya...milikknya sendiri...bukankah dia berhak....?


"Rafa..ingat perjanjiannya..kau tak boleh melakukan itu padaku...Rafa." tangis Sabrina tampak menyedihkan ia tak mampu berbuat apa-apa termasuk melawan...Rafa mempunyai tubuh yang tinggi dan juga kuat..Sabrina bahkan tak mampu melepaskan diri sedikitpun.


Setelah puas mencumbu Sabrina, pria itu mengangkat tubuh istrinya menuju kamar berukuran kecil itu dan membaringkannya, kemudian Rafa menindihnya dengan sinar mata membara...di sentuhnya bagian atas Sabrina dengan mulutnya hingga Sabrina menyerah atas kenikmatan baru yang ia terima...


Airmatanya menetes ketika menyadari ia akan kehilangan semuanya....tidak, mengapa begini...mengapa semuanya harus terjadi kepadanya.?


Rafa menatap Sabrina yang tampak kelelahan karna meronta terlalu keras...


Mereka saling bertatapan tajam.....


"Aku tidak akan melepasmu lagi Sabrina..kau adalah istriku." bisik Rafa dengan senyum puas menyadari hampir seluruh tubuh Sabrina sudah jejaknya disana....pria itu segera menempatkan tubuhnya di antara tubuh Sabrina dan ingin segera menyatukan tubuh mereka....


"Kau adalah milikku Sabrina." desah Rafa melum** bibir Sabrina dengan kuat..


Dan segera menghentakan tubuhnya dalam-dalam..dan merasakan kenikmatan disana.....

__ADS_1


❤❤


__ADS_2