Jadilah Milikku

Jadilah Milikku
Bertemu Dirga


__ADS_3

"Maaf tuan, apakah kau mengenalku, karna kau terus menatapku dari tadi. ucap Dirga ramah.


Rafa tersenyum misterius..


💟


"Ach..maafkan aku, tadi aku melihatmu karna aku mengira kau teman sekolahku dulu, maaf membuatmu tidak nyaman" Rafa tersenyum kecil.


Dirga menggangguk mengerti, hal seperti ini sering terjadi. dan ia tidak mempermasalahkannya walau sempat merasa tatapan tuan ini sangat aneh kepadanya. seperti tatapan seorang musuh. namun itu tidak mungkin, mereka tidak saling kenal bagaimana mungkin pria yang tampak kaya raya ini memusuhinya. Dirga menggeleng mengusir pikiran buruknya.


"Namaku Dirga , mungkin suatu saat kita bisa jadi teman." ucapnya lagi sembari mengulurkan tangan ke arah Rafa.


"Namaku Rafa, tentu saja kita akan menjadi teman suatu saat nanti." sambil membalas uluran tangan milik Dirga.


"Kau apakah ingin minum juga direstoran ini, kau tau anggur disini sangat enak."


Rafa mencoba basa basi. ingin mengenal calon suami sabrina, berusaha mencari cela kelemahan lelaki didepannya, setidaknya bisa menjadi senjatanya untuk mulai berperang dalam memperebutkan Sabrina.


"Maaf tuan Rafa, aku tidak pernah menyentuh minuman seperti itu dan tidak akan pernah menyentuhnya, aku juga tidak merokok."

__ADS_1


tatapnya penuh permintaan maaf.


Rafa memasang wajah terkejut dan tertawa kecil membungkus kekecewaannya karna ia telah gagal mencari kelemahan Dirga. pria ini adalah pria baik baik yang tidak pernah mengenal dunia gelap sepertinya. Dirga tentu sempurna dimata Sabrina. Rafa mengepalkan tangannya erat.


"Lalu untuk apa kesini maksudku jika tujuanmu bukan untuk minum...atau kau ingin makan malam, disini menunya juga enak,tapi mungkin sudah habis, kau datang terlalu malam." Rafa menyipitkan matanya penasaran walau ia sudah tau alasan Dirga sebenarnya.


"Aku datang untuk menjemput calon istriku tuan Rafa." tatap Dirga tersenyum begitu senang hingga ia tidak menyadari ekspresi dingin Rafa.


"Calon istri."


Kali ini Rafa terkejut ia sama sekali tidak menyangka Dirga adalah calon suami Sabrina, perlahan tapi pasti rasa cemburu itu mulai membakarnya. Sabrina, ia tidak akan melepaskan gadis itu untuk menikah dengan pria ini atau lainnya, Sabrina adalah miliknya.


"Iya tuan Rafa kau benar sekali, Sabrina calon istriku kami akan menikah."


"Kami akan sangat senang jika tuan Rafa mungkin bisa datang ke pernikahan kami nanti, semakin banyak yang datang dan mendoakan kami, tentu akan lebih baik."


"Apakah calon istrimu bekerja disini."? ucap Raffa tajam.


"Yah calon istriku bekerja disini, namanya Sabrina..

__ADS_1


"Sabrina ya...aku juga mengenalnya" ucap Rafa.


"Mengapa gadis secantik Sabrina. kau membiarkannya bekerja."


"Aku sudah berkali kali melarangnya bekerja namun ia keras kepala, tapi dia berjanji setelah kami menikah dia akan berhenti dari pekerjaannya." aku memaksanya. ucap Dirga panjang lebar hingga tidak menyadari tatapan Rafa yang tajam menyala nyala dan siap membakar Dirga didalamnya.


Rafa tertarik sedikit mendekati Dirga mencoba untuk akrab, walau hatinya serasa diliputi kemarahan.namun ia harus tau semua tentang hubungan mereka, kapan rencana itu akan dilakukan, lalu Rafa akan melakukan rencananya.


"Tuan Rafa bagaimana denganmu, pasti tuan sudah menikah bahkan sudah punya anak." Dirga dengan lancang menebaknya, hingga Rafa tertegun lalu perlahan tersenyum.


"Sayangnya aku tidak seberuntung dirimu tuan Dirga, aku belum menikah di umurku yang sekarang 37 tahun, bahkan aku belum memiliki calon istri." Rafa mengusap kasar rambutnya.


Dirga berdehem menyadari ia salah menduga dan mungkin pria ini tersinggung. ia menatap dengan menyesal.


"Maaf tuan Rafa aku tidak bermaksud untuk menyinggungmu. aku benar benar minta maaf."


"Tentu saja, karna kau adalah temanku kalau orang lain yang menanyakannya aku pasti tidak akan mengampuninya."


Rafa tersenyum datar.....acch sebelum aku lupa, tuan Dirga dimana tempat anda bekerja."? tatap Rafa ingin tau.

__ADS_1


"Aku...."? ucap Dirga terkejut.


__ADS_2