Jadilah Milikku

Jadilah Milikku
Sabrina & Tania


__ADS_3

Sabrina menatap Rafa yang sedang memakai jassnya ia lalu memilih dasi untuk suaminya agar cocok. lalu melangkah mendekati pria itu dan tersenyum, jemari lentiknya bergerak naik dan memakaikan dasi pada leher suaminya..


Rafa tersenyum memeluk punggung Sabrina agar merapat padanya...hingga keduanya saling menatap...


"Jangan menatapku seperti itu, kau sudah di tunggu tuan Darren dan tuan Liam." ucap Sabrina selesai memakaikan dasi, namun bukannya melepaskan Rafa justru semakin mempererat pelukannya..hingga mata Sabrina sedikit melotot penuh isyarat...


Rafa menyipitkan matanya....


"Mereka bisa menunggu, mereka pasti mengerti bagaimana pengantin baru sedikit terlambat di pertemuan."


"Aku juga harus bertemu kak Tania." ucap Sabrina menaikan alisnya......


"Sayang...mari lupakan pertemuan kita pagi ini."?


"Hmm..apa maksudmu sayang."? bisik Sabrina...


"Aku sedang mengingat, sejak kapan aku mulai jatuh cinta padamu yah.."


"Sejak kita tinggal bersama dan aku menjadi chef pribadimu."? tebak Sabrina..


Rafa menggeleng.....itu berati Sabrina menebaknya salah...


"Hmmm..waktu kita bertengkar."?


Rafa menggeleng.......


"Lalu."? Sabrina mulai menyerah...


"Sejak....aku menghukummu berdiri menjagaku waktu di restoran."


"Hah...kau jatuh cinta padaku padahal saat itu aku sedang menderita..astaga kau jahat sekali." Sabrina yak tahan untuk mencubit perut suaminya.....


"Rafa kembali memepererat pelukannya...


"Aku ingin, kita jujur satu sama lain tentang hal apapun Sabrina..aku ingin, tidak ada rahasia di antara kita." ucap Rafa mengecup dengan lembut bibir istrinya..


"Baiklah aku janji Rafa...aku akan selalu terbuka tentang apapun itu kepadamu." janji Sabrina..


Pelukan itu terlepas karna mereka sadar ada berbagai tugas yang harus di selesaikan hari ini...


Rafa meraih jassnya dan memakainya...membiarkan Sabrina mengantarnya sampai di depan mobil...


"Jam berapa kau bertemu Tania."?


"Sekitar jam 10 sayang, aku akan kerumahnya karna hari ini putranya akan mempersiapkan pernikahan, aku mendapat seragam sayang." bisik Sabrina senang, karna Tania benar-benar wanita yang baik dan ramah.


"Bagus...mereka orang baik, jadi aku sangat senang kau bisa berteman dengan mereka semua." ucap Rafa ketika mereka sudah sampai di depan mobilnya....


Sabrina memeluk suaminya dan memberi ciuman semangat untuk Rafa...


"Aku akan menjemputmu di rumah tuan Darren..jangan kemana-mana sayang." ucap Rafa memperingatkan..


"Baiklah.." jawab Sabrina melambaikan tangan ketika suaminya memasuki mobil.

__ADS_1


Sabrina pun melangkah ke dalam rumah dan segera bersiap-siap untuk menemui Tania sahabat barunya yang sudah ia anggap kakaknya sendiri...


💖💖


Mobil mewah memasuki sebuah mansion yang megah kediaman keluarga...


Darren Lewiss..


Sabrina turun dari mobilnya dan di sambut hangat oleh Tania yang sedang sibuk memberi perintah pada anak buahnya...


"Sabrina." jerit Tania melambaikan tangan lalu melangkah ke arah Sabrina, keduanya saling memeluk.....


"Tania....aku mendengar kabar baik ini dan aku benar-benar senang." ucap Sabrina antusias..


Namun Tania buru-buru menutup mulut Sabrina denan tangannya peetanda ia sangat malu...


"Sssstt...Sabrina aku sangat malu, jangan sampai semua orang curiga sekarang." bisik Tania merona..


Sabrina tertawa...


"Mengapa harus malu Tania, bisa hamil adalah sebuah anugrah." ucap Sabrina memberi semangat..


Tania setengah menyeret tubuh Sabrina untuk ikut bersamanya dan duduk di taman bunga milikknya, agar pembicaraan mereka tidak sampai ke telinga sekitarnya....


"Kau tau Sabrina..putraku bahkan tak ingin menatapku ia bilang dia sangat malu." desis Tania jengkel..


"Mengapa dia malu."? tanya Sabrina heran, meski yah..putra pertama Tania yang bernama Ziko sudah akan menikah dan mendapat adik baru akan membuatnya sedikit protes....


"Kau tau jika istrinya Aurora juga sedang hamil." ucap Tania memejamkan matanya, bingung denan rumitnya keluarga mereka...


"Yah...dia selalu memintaku agar menyembunyikan kehamilanku sampai pernikahan selesai, karna ia tak suka orang bergosip di hari bahagianya." keluh Tania sedih...


Sabrina memeluk Tania menguatkan...


"Alasan Ziko ada benarnya Tania, kau harus memikirkan perasaanya, bagaimanapun orang tidak akan bisa menahan mulut mereka demi sebual berita panas." ucap Sabrina ikut kesal...


"Baiklah....aku cukup senang dia masih sesekali tersenyum padaku." ucap Tania mencoba mengerti.


"Beri dia waktu Tania...Ziko akan mengerti segalanya." lirik Sabrina tersenyum......


Tania mengangguk.......


"Kau selalu mengerti aku Sabrina.."ucap Tania sungguh-sungguh...


"Seperti kau juga mengerti aku." sambung Sabrina memeluk Tania..


"Baiklah..bagaimana jika sekarang kita menemui desainer..kebetulan dia ada di dalam Sabrina...dia bisa mengukur gaun seragam kita." ucap Tania antusias....


Sabrina mengangguk dan menurut ketika Tania menggenggam jemarinya untuk masuk kedalam rumah megahnya.


**^^**


Sang desainer menatap Sabrina dan Tania secara bergantian,.....dan menyipitkan matanya...

__ADS_1


"Apakah kalian bersaudara."?


Sabrina dan Tania saling memandang dan tersenyum,


"Mengapa kau berkata begitu Pegi, apakah kami sangat mirip."? Tania mengedipkan matanya pada pria gemulai di hadapannya..


"Yah.. kalian berdua sangat mirip...nyaris seperti saudara kembar yang terpisah." sambung Pegi begitu yakin..


Sabrina hanya menggeleng merasa sangat lucu dengan pernyataan Pegi yang mengada-ada, ia menatap ke arah Tania lagi dan tertegun....senyumnya menguap seketika.....


Mengapa ia tidak menyadari sebelumnya jika..mereka memang sangat mirip.? saat itu juga Tania pun menatap ke arah Sabrina dan menemukan kenyataan yang sama...


Keduanya hanya tersenyum dan menyimpan pertanyaan yang sama......


Mengapa mereka sangat mirip.?


Dari bentuk badan, senyuman dan juga tinggi yang sama..Sabrina dan Tania begitu mirip..bahkan pada Rebeka pun Sabrina juga menemukan kemiripan.....


Namun ia segera mengelak, tidak mungkin mereka ada hubungan, dia hanya gadis yatim piatu tanpa orangtua yang hidup di panti, tidak ada petunjuk tentang orang tuanya Sabrina sedikitpun. ibu panti juga tidak pernah mengatakan apa-apa tentang asal-usulnya. hingga Sabrina hanya mampu menjalani hidup tanpa ingin tau apa yang terjadi dengan kehidupannya di masa lalu.


Setelah Pegi mengukur badan mereka masing-masing, secara diam-diam ia membuat baju kembar untuk keduanya tanpa mereka tau..


Sabrina bergabung dan mulai akrab dengan keluarga Tania, Rebeka dan juga Lisa..mereka menyambutnya seperti keluarga hingga Sabrina merasa betah dan nyaman berada disana....di sela-sela acar makan siang.....


Ponselnya berdering hingga Sabrina mengerutkan dahinya...


"Nomor yang tidak dikenal...siapa."? hatinya penuh tanya......


Tania yang menghampirinya ikut mengerutkan keningnya...


"Mengapa kau tidak mengangkatnya Sabrina."?tatap Tania heran...


Sabrina menunjukan ponselnya...


"Aku tidak tau siapa yang menelfonku Tania, aku hanya gugup....


"Angkat saja Sabrina jangan takut, tak ada yang berani mengganggumu atau aku akan menghancurkannya." ucap Tania tanpa takut...


Sabrina mengangguk, ia merasa lebih tenang lalu mengangkat telpnya..


Sabrina : Hallo.....?


Nomor tidak dikenal : Sabrina....sayang......


Sabrina : {Terkejut hingga menjauhkan ponselnya} Dirga.......?


Haaiiii...para readerku tersayang, bagi yang mau tau siapa sih Tania dan Darren....?


Kisahnya ada di novel autor yang satunya yah.....


KAU HARUS MENCINTAIKU


Jangan lupa baca juga yah.....biar nyambhng juga dama cerita ini....😉😉💗💗

__ADS_1


**Jangan lupa..dukung Author dengan Like, Koment dan juga Vote..biar author semangat Up setiap hari....


Love u All...❤❤**


__ADS_2