
"Bagaimana keadaannya'' ucap Sabrina pada seorang pelayan pribadinya...
''Sangat memprihatinkan...saya sudah memberi bantuan dan tuan Dirga sudah memakai semua yang nyonya berikan.''ucap sang pelayan..
''Bagus...aku senang mendengarnya, aku ingin kau rutin memberinya bantuan, seperti biasa jangan sampai dia tau aku..yang memberikan semua itu." ucap Sabrina mengingatkan....
"Tentu saja nyonya..saya akan ingat pesan nyonya Sabrina.."
"Bagus..."
"Kalau begitu saya permisi nyonya..."
"Baiklah,.ingatlah untuk hati-hati Nora."
"Baik nyonya..."
Pelayan itupun pergi meninggalkan Sabrina sendiri, wanita itu menyandarkan tubuhnya di sofa santai kamarnya..mengapa ingatannya terus tertuju kepada Dirga,.
Tanpa terasa airmatanya menetes..bagaiamanapun Dirga pria yang baik dan pernah hadir di dalam hidupnya, Sabrina sungguh merasa sedih ketika melihat keadaan Dirga saat ini.....namun ia tak bisa berbuat apapun selain menolong dari jauh dan berharap Dirga akan baik-baik saja...berharap Dirga bisa menemukan kebahagiaannya disana....
💖💖
17 TAHUN KEMUDIAN
Sabrina dan Rafa sudah memliki anak kembar perempuan yang cantik dan menggemaskan, hari-hari Sabrina sudah mulai lebih hidup dari biasanya, anak-anaknya tumbuh besar dengan kepintaran di atas rata-rata namanya adalah Celine dan Celena, mereka tumbuh menjadi dua pribadi yang bertolak belakang...Celine mempunyai sifat ambisius dan manipulatif, tapi Celena mempunyai sifat penyayang dan gampang iba pada siapapun di sekitarnya dia tumbuh menjadi gadis yang lebih peduli dengan sesamanya..
Rafa semakin sukses dengan pekerjaannya yang membuat mereka hidup bahagia seperti di dalam drama...namun di sela kebahagiaannya Sabrina masih saja memikirkan Dirga..bukan tentang cinta...namun ia masih merasa terganjal dengan keberadaan Dirga yang tiba-tiba menghilang...
17 tahun lalu tiba-tiba saja pelayan setianya mengatakan bahwa Dirga telah keluar dari panti dan tak ada satupun yang bisa tau dimana dia sekarang...Sabrina sudah menyuruh beberapa anak buahnya mencari namun Dirga seolah menghilang di telan bumi..tak ada jejaknya sedikitpun di kota ini,...
Sabrina memutuskan jika ia akan berhenti mencari Dirga karna takut jika Rafa tau maka suaminya akan cemburu setengah mati...dan Sabrina tentu tak ingin itu terjadi...dia hanya bisa mendoakan Dirga dari jauh....
berharap Dirga juga mendapatkan kebahagiaan yang sama dengan yang Sabrina rasakan saat ini..
💖💖
"Mengapa kau selalalu mengambil bagianku Celine..."? tatap Celena kecewa..ia sudah bangun sepagi ini hanya untuk membuat makanan hasil kreasi sendiri dan di kirim sebagai tugas sekolah..baru saja ia naik ke kamarnya dan begitu ia kembali Celin telah lebih dahulu mengirim gambar masakan Celena untuk menjadi tugasnya..Celena terlihat tidak terima dan marah...
Kedua gadis kembar itu saling menatap tajam....
" Kau bisa membuatnya lahi Celena..astaga, mengapa jadi sensitif sih.."?ucap Celine tidak perduli..
__ADS_1
"Kau selalu bersikap curang Celin lalu bagaimana dengan tugasku.."? jerit Celena jengkel..
Celine memang di kenal manipulatif dan pandai berbohong,..sejak kecil ia sudah menderita Asma karna itu mama lebih memberi perhatian kepadanya, dan Celine memanfaatkannya dengan baik..Celine mendekati Celena dan meredupkan matanya...
"Jadi begini Celena...aku tadi asmaku kambuhjadi aku tidak bisa memasak untuk tugas itu...jadi aku...."
"Kau sesak nafas..."? seru Celena cemas dan begitu saja percaya dan langsung melupakan kesalahan Celine...
Celena sangat khawatir hingga menuntun Celine duduk di kursi.....
"Kau sudah memakai obatmu Celine.."?
Celine mengangguk lemah....
"Bagus...sekarang kau istirahat saja aku akan mengerjakan makananku lagi..."
"Jadi kau....tidak marah padaku kan..."?bisik Celine dengan wajah penuh rasa bersalah....
Celena menggeleng dan tersenyum lagi..semua amarahnya lenyap ketika tau Celine sakit...baginya ia bisa menanggung apapun asal Celine baik-baik saja....
Sementara Celine tersenyum puas, untuk kesekian kalinya Celine bisa memanfaatkan Celena dengan sakitnya..benar-benar adik kembar yang baik, batin Celine dengan penuh kemenangan.
Rafa dan Sabrina menuruni tangga dan menemui si kembar yang sedang sarapan bersama..lalu menyapa mereka...
"Selamat lagi papa.."? jawab mereka serentak.
Sabrina menatap Celine dan Celena dengan ssenyuman sayang...
"Jadi apakah kalian ikut papa atau di antar supir.."?
"Seperti biasa saja Ma...kami di antar masing-masing saja..karna aku harus menemui temanku.." ucap Celine dengan nada lembut..
"Baiklah,.bagaimana kalu kau ikut bersama papa Celena."?tawar Rafa sambil mengunyah roti lapisnya....
Celena tersenyum..setiap hari juga ia bersma papa...
namun kali ini Celena juga punya janji untuk menjenguk sahabtnya yang sedang sakit...
"Maaf papa...tapi hari ini di jam pertamaku yang kosong aku akan menengok temanku yang sedang sakit...jadi aku juga akan pergi bersama supirku saja..."ucap Celena tersenyum minta maaf...
Rafa tertawa pasrah..dulu kedua putrinya selalu berebut untuk bisa memeluknya dan sekarang mereka sudah punya acara sendiri-sendiri...waktu berjalan dengan cepat...batin Rafa..ia melirik Sabrina yag menggenggam tangannya....dan menenangkan...
__ADS_1
"Bagaimana kalau kau mengantarku ke rumah Tania..."? ucap Sabrina membujuk..
Rafa tersenyum ia seperti mendapat kejutan yang manis...
"Bersiaplah sayang....aku akan menunggumu disini..."
"Bagus..."ucap Sabrina yang di iringi tawa si kembar....
💖💖💖
Celena turun dari mobil dan menatap ke sebuah rumah sakit besar yang terkenal dan mewah...lalu mengarahkan kakinya menuju pintu masuk sambil memeriksa ponselnya..
Erika di rawat di sebuah ruangan Vvip disini namun karna ini pertama kalinya ia datang jadi Celena sedikit bingung... Celena mengarahkan kakinya menuju lift namun ia tidak terlalu memperhatikan sekitarnya...
"Lantai 32..."? ucapnya menatap layar ponselnya....ia oun tersenyum dan segera masuk ke dalam lift...
Namun sedikit berbeda..lift ini sangat mewah...dan mengapa hanya sampai lantai 32..it berarti Erika di rawat di gedung tertinggi di rumah sakit ini...? hebat juga Erika...batin Celena...
Ting.......
Pintu lift terbuka..ia pun keluar dan membeku ketika melihat di lantai itu hanya ada 1 ruangan yang sedikit terbuka hingga siapapun bisa masuk dan mendengar apapun dsini..
Celena pun memberanikan diri untuk masuk ke dalam ruangan itu dan membeku...
Mengapa ini seperti sebuah kamar pribadi dan bukan kamar ruang rawat..?wajah Celena memucat ketika mendengar suara seorang pria melangkah ke arahnya dan segera ia berlari untuk bersembunyi di dalam sebuah lemari besar di ruangan itu dan bersembunyi di cela kemeja yang menggantung....
Celena gemetar ketakutan mendengar suara pria dewasa itu sangat dekat dengannya...disaat yang sama ada pesan masuk dari Erika yang sudah menunggunya dari tadi di lantai 23...
Tunggu...lantai 23...? batin Celena dengan wajah yang memucat....lalu dia dikamar siapa..dan pria itu...mengapa dia menempati lantai paling ujung rumah sakit ini....?
Celena hampir pingsan ketika langkah itu menuju lemari...
Haiii...semua readers tersayang author.....
Jadi..author lagi ikutin lomba Novel author yang ini
Jadilah Milikku....
Dan perlu banget dukungan Like, komen apalagi vote dari kalian semua...so..author gak maksa yah...jadi jangan merasa terpaksa yah...💖💖
Jadi Author butuh dukungan kalian semua dengan Like, Koment yang banyak..dan terutama Vote biar Novel author bisa menang..tentunya dengan seijin Tuhan Yang Maha Kuasa..
__ADS_1
Terimakasih dukungannya selama ini ya....Author sayang kalian semua....💖💖🙏🙏😇😇