Jadilah Milikku

Jadilah Milikku
Sesuai Rencana


__ADS_3

Gadis itu menyentuh wajah Rafa seraya menghapus bekas darahnya.dan seketika itu juga....Raffa meringis.


"Aaaacchhh".......desisnya menggertakan giginya.matanya membulat sempurna melihat Sabrina sedang menatapnya penuh airmata dan saat ini gadis manis ini sedang memangku sebagian tubuhnya di pangkuannya.


Manis sekali.


💟


Rafa membuka matanya dan mengerang ketika sakit itu terasa..


"Kau tidak apa apa sabrina??


Mata Sabrina basah,bagaimana mungkin tuan Rafa masih menanyakan dirinya sedangkan tuan rafa terluka parah.


"Aku baik baik saja tn.rafa tapi anda terluka."


"Aachh..benarkah."?


aku sedikit pusing." Rafa memekik lemah.


"Tuan Rafa kebetulan tempat tinggalku tidak jauh dari sini. aku akan mengobatimu tuan." ucap Sabrina pelan.


kata kata Sabrina hanya mendapat anggukan kepala tanda pria itu setuju.


"Mobilku diseberang jalan...bantu aku agar kita bisa ke mobilku."


Rafa menunjuk mobil mewahnya.

__ADS_1


"Baiklah tuan Rafa."


💗


Dengan susah payah Sabrina membaringkan tubuh Rafa diruang tamunya.


sejenak ia menarik nafasnya lelah,tubuh lelaki ini begitu tinggi dan tegap,ia sangat kelelahan.


"tuan Rafa tunggullah disini aku akan membersihkan lukamu."


Rafa hanya tertegun menatap Sabrina yang terlihat sibuk mengambil air di baskom dan obat merah untuk mengobatinya.


Gadis ini memiliki sifat penolong yang luar biasa, walaupun ia hidup sederhana.tidak salah kalo nenek begitu menyukainya.


Rafa mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan apartement yang sederhana namun terlihat bersih dan begitu rapi.


Sabrina kembali dengan cepat,menarik sofa single dihadapan Rafa agar mendekati pria itu.


Sabrina tersenyum lembut mendapati tuan Rafa tertidur. gadis itu menurunkan kedua lengan pria itu kemudian mengangkat tubuh Rafa untuk membuatnya berbaring di sofa.sungguh pekerjaan yang melelahkan baginya.


Berat sekali.


Jemari Sabrina mulai bergerak membersihkan bekas darah disudut bibir pria itu..dan separuh di dahinya.setelah itu ia ,memberi sedikit obat merah.


"Lukanya pasti sakit sekali....ucap sabrina pelan, namun bisa didengar Rafa,pria itu merasa senang.


"Selesai.".....bisiknya puas

__ADS_1


Sabrina menyelimuti tubuh Rafa dan tak sadar menyentuh wajah pria itu.


"Kalau tertidur seperti ini kau sangat tampan tuan Rafa." bisik Sabrina tersenyum.


Gadis itu merenggangkan otot tubuhnya yang kaku dan lelahmenguap beberapa kali akhirnya Sabrina menyerah,menyandarkan tubuhnya di sofa...dan terlelap.


💌


Rafa terbangun ditengah malam, matanya melebar waspada,lalu menatap sekelilingnya....ia pun menegakan tubuhnya.


dahi Rafa mengerut,menyadari tubuhnya ditutupi selimut,ingatannya kembali kepada kejadian semalam...pukulan keras membuatnya merasakan nyeri.


lalu tatapan Rafa terhenti pada sosok Sabrina yang tertidur dengan posisi duduk disofa, dan masih menggunakan seragam pelayan.


mau tak mau,Rafa mengingat semua kata kata Sabrina semalam, ketika gadis ini memujinya tampan, bahkan menyentuh wajahnya,awal yang bagus senyumnya.


pria itu bangkit dari duduknya,tidak menimbulkan suara sedikitpun, mendekati Sabrina yang tertidur lelap.


Rafa membungkuk dengan posisi lututnya menyentuh lantai, mengamati dengan sangat teliti wajah Sabrina,


"Gadis yang begitu manis ketika tertidur."


Bekas luka di dahi Sabrina masih terlihat, ada nyeri dihati pria itu. Rafa mulai berani...jemarinya naik ,menyentuh wajah Sabrina yang putih mulus, lalu jemarinya berhenti di bibir Sabrina yang merekah seperti bunga.


"Maafkan aku, bisakah aku meminta ciuman pertama kita sekarang,ucap Rafa pelan.


pria itu mendekati wajah Sabrina, dan menunduk seraya bibirnya menyentuh bibir Sabrina dan mel**** bibir gadis itu yang begitu manis dan seketika tubuhnya bergetar...lu**** itu begitu kasar dan penuh gairah. namun tidak lama,akhirnya Rafa melepaskan ciuman tadi yang membakarnya.

__ADS_1


"Kau akan menjadi milikku, secepatnya."


desis Rafa penuh janji.


__ADS_2