
Sabrina menggeliat dalam tidurnya..yang pertama kali dirasakannya adalah,seluruh tubuhnya benar benar kelelahan. ranjang kecil tempatnya berbaring membuatnya sangat nyaman.matanya terbuka dengan paksa. sementara jemarinya menggapai ponsel yang terletak di meja tidur, sebelah ranjangnya.
"Dirga."
Buru-buru Sabrina menegakkan tubuhnya,dalam posisi duduk bersandar di kepala ranjang,
Sabrina : "Hallo."..
Dirga : "Kamu dimana sayang,aku menelfonmu karna kawatir kepadamu."
sabrina : "aku ketiduran karna lelah maafkan aku."
Dirga : "kau lelah lagi,sudah kubilang."
sabrina : "aku akan langsung ke apartementmu nanti sore."
Dirga : "aku tggu sayang, i love u."
sabrina: " i love u to."
Sabrina menutup telp, ia masih sangat lelah masih ingin berlama lama diranjangnya.
"Tunggu, diranjang bukankah semalam aku."
Ingatannya melayang pada kejadian semalam...ia tidur menemani tuan Rafa yang terluka karna menolongnya.
__ADS_1
seingatnya ia tidur di sofa,bagaimana bisa dia berpindah tempat ke ranjang.
Hoh,tuan Rafa, apakah tuan.Rafa yang membawanya ke ranjang? wajah sabrina memerah. itu pertama kalinya seorang pria asing menggendongnya,selain dirga. tuan Rafa, bagaimana keadaanya.
Sabrina turun dari ranjang dan menghampiri ruang tamu. dahinya mengerut dalam karna tidak menemukan siapa siapa disana.
matanya berkeliling sekitar ruangan dan matanya menangkap beberapa dus, berisi makanan dan camilan,ada juga baju,tas dan sepatu.
"Dari mana semua ini berasal, apakah mungkin?
Sabrina kembali mencari petunjuk, dan tersenyum lega menemukan sebuah nota kecil....di atas meja makan.
Sabrina mendekatinya dan mulai membacanya
jika kau tidak mau menerimanya, aku akan apartemenmu,dan memastikan kau menerimanya.
aku juga minta maaf tentang kejadian di restoran.aku sangat menyesal.namaku Rafa, jika kita bertemu lagi maka jangan memanggilku dengan sebutan Tuan lagi,cukup panggil namaku saja."
Rafa
Sabrina mengerutkan dahi, walau sudah menerima penjelasan rafa melalui surat ini,tapi sabrina tetap saja tidak mengerti,mengapa Rafa mengirimkan semua ini.
apakah karna kemiskinannya begitu kentara dimata pria itu hingga ia prihatin.
walaupun semalam tuan.Rafa menolongnya, tapi penghinaannya masih segar di ingatannya,Sabrina sudah memutuskan tak akan menggunakan semua barang barang ini.dan uang tip itu.untung saja Sabrina masih menyimpannya dalam saku roknya,dan tidak memasukannya di tas yang hilang itu.
__ADS_1
kalau tidak...akan sulit untuknya mengembalikan uang tuan.Rafa.Sabrina akan mengembalikannya begitu mereka bertemu.
ia memang hidup pas pasan,di apartemen kecilnya tapi bukan berati ia bisa direndahkan...apalagi oleh orang asing seperti tuan Rafa,pria yang bahkan menyiksanya berdiri di hari pertama mereka bertemu.
Sabrina membalikan tubuhnya,ia akan tidur lagi... lelahnya masih ia rasakan.
❤
Seorang pria tampak menyandarkan tubuhnya di ruang santai pribadinya.pikirannya menerawang,tak pernah ia sangka jika semalam, apa yang ia rencanakan berjalan sesuai rencana,
bahkan diluar dugaan. Sabrina mengobati luka lukanya dengan penuh kelembutan.
Pria itu tersenyum kecil,
Sabrina memuji ketampanannya ketika dia berpura pura tidur,.
"Sangat manis."
Rafa menyentuh bibirnya dengan tangan dan terkekeh, apa yang terjadi jika Sabrina tau semalam mereka berciuman,gadis itu pasti akan malu setengah mati dan tentu mengutuki dirinya.
Pintu diketuk pelan,
Rafa menoleh kepada seorang pria berbadan tegap, yang menunduk dan menyerahkan sebuah tas hitam kepadanya.
"Kerja bagus." ucap Rafa tersenyum puas
__ADS_1