
Sabrina membeku untuk beberapa saat....
Benarkah itu Dirga..? hatinya bergetar nyeri sungguh melihat keadaan Dirga saat ini membuatnya sedih, apa yang telah di lalui pria itu hingga bisa sampai di panti sosial, mengapa rasanya sakit melihat keadaan Dirga yang bisa di bilang mengenaskan dimatanya....
Sabrina mengepalkan tangannya, ia harus tau keadaan Dirga paling tidak ia bisa memberi bantuan pada pria yang pernah mengorbankan dirinya untuk Sabrina. dulu Dirga pernah memberikan segalanya untuk dirinya dan saat ini adalah waktu yang tepat untuk membalas kebaikannya.
"Sayang...." Rafa memeluk Sabrina dari belakang hingga wanita itu tertegun. kemudian tersenyum pandangan matanya kembali pada layar tv dan mendesah lega karna sosok Dirga sudah tidak tampak dilayar tv...
"Mengapa cepat sekali pulang." balas Sabrina tersenyum hangat..
Rafa mengitari sofa lalu duduk di samping Sabrina, sesaat ia mencium perut Sabrina yang sudah membesar, tentu saja sebentar lagi ia akan menemui anak kembarnya...ia menatap Sabrina dengan kekaguman yang begitu menguar...
"Aku merindukan anakku..aku tak bisa terlalu lama berpisah."
"Oh...jadi cuma anaknya saja yah...bagaimana dengan mamanya, kau tidak merindukanku." Sabrina memasang wajah cemberut hingga Rafa sangat gemas..
Pria itu melum** bibir istrinya dengan rindu.
"Tentu saja aku merindukanmu..mana mungkin aku melupakan istri cantikku."
"Mulai menggombal." kekeh Sabrina tersenyum..
"Baiklah...bagaimana kalau kita pergi ke mall untuk berbelanja."? tawar Rafa dengan nada lembut..
"Baiklah aku sangat bosan dirumah.."
"Tapi kau harus mau duduk di kursi roda, aku akan mendorongmu sayang.."
"Aku kan tidak sakit."
"Aku hanya takut kau menjadi lelah." bisik Rafa menegecup bibir Sabrina.
"Astaga kau membuatku melayang."
"Apa itu berarti kau semakin mencintaiku."?
"Yah...sebenarnya aku semakin menganggumimu Rafa." gumam Sabrina penuh rasa syukur...
__ADS_1
💝💝
Sebuah Mall yang megah.....
Rafa setia mendorong kursi roda Sabrina sambil berbelanja, ada seorang pelaya yang ikut untuk membawakan barang. karna Sabrina hamil bayi kembar maka ia berbelanja dengan sangat banyak....
Setelah memilih begitu banyak perlengkapan bayi, Sabrina lalu memilih beristirahat sebentar di kedai eskrim untuk memuaskan dahaganya. sementara Rafa sedang menerima telp dari sekertarisnya, dia tampak serius.setelah selesqi menelfon ia mendekati Sabrina dan menggenggam jemari istrinya...
"Sayang..aku harus kekantor sebentar ada dokument yang harus aku tanda tangani aku janji tidak akan lama." ucap Rafa.
"Baiklah pergilah."
"Bagaimana kalau aku mengantarmu dahulu ke rumah."?
"Tidak...aku ingin bersantai dulu, kau pergi saja.." ucap Sabrina.
Rafa menatap pelayannya dan supirnya ia lalu mendekati mereka..
"Jangan tinggalkan nyonya sedetikpun, aku tak ingin terjadi sesuatu kepada istriku." Rafa mengingatkan..
Rafa lalu mengangguk dan mendekati Sabrina mencium keningnya dan Berpamitan..
"Aku harus pergi sayang,berjanjilah jangan terlalu lama disini aku tidak mau kau lelah." pinta Rafa memohon sambil menundukan tubuhnya sejajar dengan kursi roda Sabrina..
"Aku hanya ingin meminta pelayan membeli eskrim setelah itu kami akan pullang." ucapan Sabrina membuat Rafa tenang.
"Baiklah...aku tenang sekarang, aku akan pergi sekarang sayang..cepat kabari aku jika kau sudah kembali kerumah." ucap Rafa membuat Sabrina menganggukan kepala.
"Baiklah."
Rafa lalu meninggalkan area Mall untuk kembali ke perusahaannya..
Sementara pelayan kembali dengan membawa ekskrim di tangannya...
"Nyonya Sabrina ini eskrimnya." ucap pelayan itu sopan.
"Terimakasih." ucap Sabrina dengan senyum cerahnya..
__ADS_1
Rasanya seperti kebahagiaan menjadi miliknya ketika menikmati eskrim yang tampak segar dan dingin, dia sangat haus..
Pada saat bersamaan muncul sebuah rombongan beberapa pria dari panti sosial melintas di hadapannya, salah seorang dari mereka tampak menggunakan kursi roda yang di dorong oleh seorang wanita..
Hening.....
Sabrina tampak sangat terkejut melihat pria di kursi roda yang juga menatapnya.....Sabrina membeku dengan wajah yang sangat pucat...ia sadar jika pria itu adalah pria yang sama di tv kemarin..pria itu adalah Rafa.
Sabrina tertegun....ketika Dirga juga menatapnya......melewatinya dengan pandangan menuduh, sampai rombongan itu menjauh Sabrina dan Dirba hanya saling menatap....
Sabrina lalu memanggil pelayan setianya...
"Lakukan sesuatu untukku." bisik Sabrina tajam...
💓💓
Sabrina menatap cemas dengan ke arah pelayannya yang datang membawa kabar, ia menatap tajam ke arahnya..
"Bagaimana..kau sudah menyelidiki pria itu."?
"Nyonya Sabrina, nama pria itu adalah Dirga, dia mengalami patah tulang di tangan kananya, dan dia adalah pria miskin yang hanya bergantung pada panti sosial itu."
Sabrina memejamkan matanya....
"Apakah dia mengalami kecelakaan, mengapa tangannya bisa patah..mengapa."? tanya Sabrina dengan tatapan sedih...
"Saya tidak tau nyonya....tapi keadaannya sungguh memprihatinkan tak ada saudarapun yang menolongnya, ia hidup dari bernyanyi dan membuat kerajinantangan untuk dijual."
"Yah...dia memang tidak punya siapapun lagi.." isak Sabrina terpukul dengan kenyataan yang menimpa Dirga..
"Lalu apa yang harus saya lakukan nyonya." tatap sang pelayan menunggu perintah.
"Berilah ia bantuan tapi jangan pernah menyebut namaku." ucap Sabrina menatap tajam,.
"Baik nyonya."
Pelayan itupun pergi dari kamar Sabrina,
__ADS_1