Jadilah Milikku

Jadilah Milikku
Rasa Bersalah


__ADS_3

"Aku tidak punya barang berharga seperti uang ataupun perhiasan didalam tas ini." tapi dompetku sangat berharga bagiku tuan Rafa."


terimakasih karna sudah menyelamatkan sesuatu yang berharga bagiku. Sabrina meneteskan airmata.


Rafa mengepalkan tangannya dibawah meja.


Ia tak tau harus marah atau baik baik saja, Sabrina ternyata begitu menjaga dompetnya karna isinya ada foto dirinya dan pria itu...? Rafa mengeraskan rahangnya nikmatilah waktu kalian, karna sebentar lagi kalian akan berpisah.


"Tentu saja Sabrina. aku tau dompet itu sangat berarti untukmu."


"kau boleh pergi sekarang" senyum Rafa.


"Oya Tuan Rafa sebentar..


Sabrina mengeluarkan segenggam uang dari saku roknya dan meletakannya dihadapan Rafa hingganpria itu menaikan alis tidak suka.


"Aku minta maaf tuan Rafa, aku tidak bisa menerima uang tip dari anda dan


beberapa dus berisi makanan yang tuan Rafa berikan aku juga akan mengembalikannya, aku sungguh-sungguh.."


Kata-kata Sabrina menggantung ketika melihat tatapan dingin dan marah yang bersatu dimata Rafa.


"Beraninya kau menghinaku Sabrina"...


"Tuan Rafa aku...... suara Sabrina tercekat ditenggorokan...

__ADS_1


"Aku menolongmu dari perampok itu, membiarkan diriku terluka hanya untukmu,


pria itu menggeleng seakan" tidak percaya dengan kenyataan...


"aku bahkan mencari perampok itu dan mengembalikan tasmu Sabrina.


Airmata Sabrina menetes, hatinya sakit mendapat tatapan menuduh dari Rafa. sungguh bukan maksudnya seperti itu. ia hanya tidak ingin berhutang budi dengan Rafa. entah mengapa ia sangat takut dengan kedekatan mereka kali ini.


"Tuan Rafa maafkan aku......" ucap Sabrina memohon.


"Kau sudah menghinaku dengan mengembalikan semua pemberianku padahal aku sangat tulus."


Tatapnya tajam....


Rafa berdiri, menegakan tubuhnya dan sekali lagi meleparkan tatapan kecewa pada Sabrina.


Rafa tidak memberikan kesempatan untuk Sabrina membalas kata-katanya,atau membela dirinya.


Rafa meninggalkan Sabrina dengan wajah yang kacau, Sabrins sungguh merasa bersalah. ia telah memnuat Rafa tersinggung dan kecewa kepadanya. entah berapa lama Sabrina masih terduduk dengan wajah sedih.


Apa kata-katanya terlalu kasar? mau tak mau ingatannya kembali kepada peristiwa malam itu, malam dimana Rafa membelanya dari perampok, tuan Rafa rela dipukul hingga babak belur demi melindunginya. entah apa yang akan terjadi kepadanya jika Rafa tidak menolongnya.


Sabrina menundukan kepala, ia sudah menyakiti tuan Rafa. bagaimana caranya agar tuan Rafa memaafkan dirinya? Kepalanya terasa sakit memikirkannya.


💞

__ADS_1


Rafa berusaha menahan amarahnya.


Sabrina bukan gadis yang mudah didekati, gadis 7ang memegang teguh prinsipnya dan juga setia, itu terbukti dengan ia tidak tergoda oleh Rafa yang kaya dan juga tampan.


pria itu tertawa kesal menyadari usahanya kali ini sia sia.


pria itu terus melangkah dengan berat namun seketika langkahnya terhenti, ketika berpapasan dengan seorang pria yang sementara melangkah masuk kedalam restoran hingga mereka berpapasan.


Rafa mengerutkan dahi ia berpikir keras menyadari wajah pria dihadapannya tidak asing.


Dimana aku pernah bertemu dengannya.


Tidak lama, jantung Rafa berdebar ketika ingatannya kembali memukul sadarnya.


Pria ini sama dengan pria yang ada didalam dompet sabrina.


Rafa menajamkan tatapannya, dikepalkan tangannya dengan sangat kuat.


Sementara Dirga menatap Rafa sedikit heran, karna Rafa menatapnya sangat tajam dan menilai.


keduanya sama-sama menghentikan langkah dan saling menatap.


aura ketegangan sangat dirasakan dirga, walau mereka belum pernah bertemu.


"Maaf tuan, apakah kau mengenalku? ucap Dirga penuh tanya.

__ADS_1


Rafa tersenyum misterius......


__ADS_2