Jadilah Milikku

Jadilah Milikku
Dia milikku


__ADS_3

"Sabrina..."


Gadis itu membeku, sesaat memejamkan matanya..apakah dia sedang bermimpi, apakah dia sedang berhalusinasi mendengar suara itu, suara yang begitu membuatnya rindu. suara yang membuatnya sedih sekaligus gelisah..


"Sabrina.." suara itu semakin dekat di belakang hingga Sabrinapun menoleh...


"Dirga..."? ucapnya dengan airmata yang menetes di wajah lelahnya..


"Sabrina..aku merindukanmu." bisik Dirga membuka tangannya lebar-lebar menanti Sabrina datang kepadanya..


Namun....


Hening......


Sabrina berdiri di tempatnya memandang Dirga yang begitu terlihat hancur.


"Mengapa kau disana, mengapa kau tidak mendekat padaku."?


"Terlambat Dirga, semua sudah terlambat."


"Apa maksudmu."? wajah Dirga memerah...


"Hubungan kita tak bisa seperti dulu lagi Dirga, kita telah saling menghianati cinta kita..."


"Tidak...tentang Sania aku bisa menjelaskan kalau aku..."


"Apa kau tidur dengannya."? ucap Sabrina dengan airmata yang menetes, jika Dirga menjawab ya maka mereka selesai namun jika Dirga bilang tidak maka mungkin ia bisa memaafkan Dirga.


Dirga kehilangan kata...nyatanya ia memang telah tidur dengan Sania dan bisakah dia berbohong, sanggupkah ia membohongi Sabrina.


Pria itu mendekat dengan jemari yang terkepal, daripada menjawab ia memilih bertanya balik pada Sabrina.


"Bagaimana denganmu, apakah hatimu masih milikku..apakah kau juga tidak berhianat."?


"Aku telah mendua... hatiku telah mendua Dirga dan aku tidak bisa meneruskan hubungan kita." tatap Sabrina dengan tajam.


"Hahahaa....yah, aku juga seperti itu aku mengaku kalau ya aku tidur dengan Sania tpi hubungan kami bukan sepasang kekasih..kami tidak terikat dan kami tidak saling mencintai sebaliknya hatiku, masih aku jaga hanya untukkmu Sabrina."


Sabrina tak mampu mengatakan apapun selain ia hanya menghela nafas....


"Cukup Dirga...bagaimanapun hubungan kita telah berakhir."


"Aku tidak bisa."


"Kita harus Dirga...kita tak bisa seperti ini terus."


"Apakah kau sudah melupakan aku, kau sudah tidak mencintaiku."


Dirga meraih jemari Sabrina dan menggenggamnya erat, bagaimanapun ia mencintai Sabrina dan tak ingin kehilangan Sabrina."

__ADS_1


"Dirga..kau tau kalau aku...."


"Mari kita saling memaafkan saja Sabrina dan kita akan memulai semuanya dari awal." ucap Dirga membujuk.


"Memulai dari awal."? ulang Sabrina...


"Kita saling mencintai, aku tau kita mendua karna keadaan..kita terpisah jarak dan aku akan menerimamu apa adanya dan aku juga minta kau..melakukan hal yang sama." ucap Dirga memegang kedua bahu Sabrina dan menyakinkannya.


"Kau tau kalau aku akan menikah Dirga."


"Aku tau..semua gosip tentangmu sudah tersebar dengan cepat Sabrina, sebelum pernikahan kita bisa pergi dari sini." ucap Dirga meyakinkan.


"Bisakah kita pergi tanpa dikejar Dirga."?


"Tentu saja sayang, aku akan membawamu ke tempat yang tidak akan pernah di ketahui pria itu."


Tawaran yang menarik lagi pula ia belum kehilangan apapun, mereka bisa pergi dari kota ini dan menghilang selamanya, lagipula ia juga ragu kalau Rafa mencintainya setelah apa yang ia liat di rumah. ketika Rafa tampak mencintai wanita itu, yah...setiap orang berhak mendapat kesempatan kedua bukan, semua orang pernah melakukan kesalahan dan termasuk Dirga, selama ini pria itu tidak pernah menyakitinya, wajar jika dia tergoda dengan wanita lain, dia pria yang normal.


Sabrina menganggukan kepalanya dan membiarkan Dirga meraih jemarinya...


"Kita pergi sekarang."?


"Tentu saja." balas Dirga senang.


Baru saja mereka hendak melangkah terdengar bunyi tepuk tangan di belakang mereka hingga keduanya begitu terkejut.


"Rafa."?


"Kau mau meninggalkan pernikahan denganku dan melarikan diri bersama kekasih miskinmu ini." ucap Rafa mencibir


"Rafa...mengapa kau berkata seperti itu." ucap Sabrina tidak terima. yah..sebelum kemunculan Rafa hubungannya dengan tunangannya Dirga baik-baik saja entah mengapa kehadiran Rafa seperti membawa bom waktu yang meledakan dan menghancurkan hubungan mereka.....


"Cepat kembali kepadaku Sabrina sebelum aku kehilangan kesabaran." ucap Rafa tajam.


Dirga yang sangat marah bergerak maju dan menghalangi pandangan Rafa pada Sabrina.


"Kau pria yang bertemu denganku di restoran itu bukan, apakah saat itu kau sudah mengincar Sabrina."? ucap Dirga ketika ia mengenali Rafa...


Rafa tersenyum dingin, melonggarkan sedikit dasinya ia mendekati Dirga yang masih berdri menantangnya...


"Tentu saja..aku mengincarnya."


Wajah Sabrina dan Dirga memucat dengan ekspresi terkejut, mereka saling menatap dengan rasa sakit yang kentara.


"Apa kau sedang bercanda Rafa."? ucap Sabrina dengan mata yang basah..


"Aku memang mengincarmu sayang, aku tidak akan mengelak, berbohong atau menutupinya..." ucap Rafa.


"Sabrina adalah milikku Rafa."

__ADS_1


"Hahahaha....."


"Mengapa kau malah tertawa."?


"Aku hanya kasihan padamu Dirga sekaligus muak, kau...mengambil uang Sabrina sebesar 500juta dan berfoya-foya lalu setelah uang itu habis kau kembali dan merengek ingin kembali pada calon istriku, kau pikir aku akan membiarkannya."?


"Mengenai uang itu aku akan menggantinya tuan Rafa, jadi lepaskan Sabrina, batalkan pernikahan kalian." ucap Dirga putus asa..


"Aku tidak akan pernah melepaskan Sabrina dengan alasan apapun..aku tidak butuh uang itu."


"Kau benar-benar lelaki brengsek Rafa....aku tidak perduli aku akan tetap membawa Sabrina pergi jauh darimu."


Dirga memutar tubuhnya dan, menghampiri Sabrina meraih jemari kekasihnya dan hendak melangkah pergi...


"Apa kau yakin akan tetap bersama Sabrina."?


"Apa maksudmu."?


"Kami sudah tidur bersama bahkan mungkin dia sedang mengandung anakku." desis Rafa sinis...


"Kau sudah gila Rafa..aku tidak pernah...." kata-kata Sabrina terputus..


"Bahkan di tubuhmu yang tersembunyi terukir jelas namaku sebagai pemilikmu sayang." Rafa tertawa penuh kemenangan....


Dirga begitu marah ia mendekati Sabrina dan meraih gadis itu..


"Aku ingin melihat kebenaran Sabrina."


"Kau tidak percaya padaku."? isak Sabrina sedih....


"Angkat bajumu aku ingin melihat kebenaran." bentak Dirga hingga Sabrina terdiam, airmatanya turun tak terkendali....


Sabrina membalikan tubuhnya dan membiarkan Dirga melihat punggungnya. dan benar saja..ada ukuran nama Rafa di punggung Sabrina menandakan mereka sudah melakukannya...


"Sabrina kau.....menghianatiku juga."?


"Tidak.....aku tidak tau mengapa nama itu ada di punggungku aku..."


Rafa merasa cukup menonton drama sedih antara sepasang mantan kekasih ini, iapun mendekat...menarik tubuh Sabrina ke pelukannya walau gadis itu meronta....


"Jangan pernah mengganggu Sabrina lagi karna dia adalah milikku..hanya milikku, aku akan memberimu uang yang banyak agar kau memulai hidup barumu."


"Lepaskan aku Rafa...kau sangat jahat, aku tidak akan pernah memaafkanmu."


"Aku tidak perduli kau membenciku Sabrina, kau mungkin sedang hamil anakku sekarang jadi, jangan coba-coba melakukan sesuatu yang membahayakan anakku." ucap Rafa mengancam...


"Tidak......" tangis Sabrina sangat sedih, apalagi menyadari Dirga hanya tertunduk diam saja..


Ya Tuhan apakah Dirga tergiur uang dari Rafa itu..mengapa semuanya jadi hancur begini...

__ADS_1


Rafa membuka pintu mobil dan memasukan Sabrina di dalamnya lalu ia pun masuk...


"Jangan menangis lagi Sabrina dan jangan mengujiku lebih dalam lagi." ucap Rafa dengan gertakan gigi.....


__ADS_2