Jadilah Milikku

Jadilah Milikku
Menantang


__ADS_3

Suara deringan ponsel Rafa mengejutkan pria itu dari tidurnya. Rafa membuka mata dengan satu kepuasan yang tidak terkira, yah..tubuhnya mendapat pelepasan dengan indah hingga Rafa mengulum senyumnya. Sabrina istrinya benar-benar telah menjadi milikknya..


Pria itu lantas menoleh ke arah samping dan menemukan Sabrina masih tertidur dengan wajah lelahnya. dan ironisnya Sabrina tak sadar jika tubuhnya sedang bersandar di pelukan Rafa.


Pria itu lalu menatap ke atas atap, dan menyadari kamar flat Sabrina begitu sederhana dan seadanya. Sabrina melewati hidup yang begitu sulit.


Suara deringan ponsel itu sekali lagi mengejutkan Rafa, ia menatap dengan malas ketika menatap layar ponsel....


"Ela."? desisnya dengan malas...


Rafa : Ela....


Ela : Sayang kau dimana..kau bilang akan datang ke apartemenku, aku menunggumu tapi kau tidak datang.


Rafa : Maafkan aku Ella, sebenarnya..aku ingin bicara padamu.


Ella : Tentang apa.?


Rafa : Tentang kita...aku dan kau..hubungan kita salah Ela, aku sudah punya istri sekarang jadi aku..tidak akan pernah lagi menemuimu, maaf.


Ella : Apa kau sedang bercanda denganku..apa maksudmu..kita....hubungan kita apa....


Rafa : Hubungan kita berakhir Ela..aku ingin setia kepada istriku."


Ella : Ayo bertemu...aku tidak terima kau memutuskan aku di telp.


Rafa : Aku...akan menemuimu Ella.


Rafa memutuskan sambungan telp dan semakin mempererat pelukannya pada tubuh Sabrina yang masih polos...


disaat yang sama Sabrina membuka mata dan merasakan nyeri yang menghantam tubuhnya. matanya terbuka lebar..


"Aaaccch....." jeritnya tanpa sadar jika Rafa sedang memeluknya..


"Sabrina..."


Saat itulah Sabrina terkejut dan baru sadar atas apa yang terjadi dan juga saat ini Rafa sedang memeluk tubuh polosnya..


"Rafa...." jerit Sabrina dengan airmata yang menetes...

__ADS_1


Pria itu kembali memeluk tubuh Sabrina meski saat ini ia mendapat penolakan dari wanita ini.


"Lepaskan aku." jerit Sabrina menjauh.. kesisi paling ujung ranjang kecil itu..


"Sabrina..." ucap Rafa lembut..


"Mengapa kau melakukannya...mengapa kau melakukan semua ini padaku."? jerit Sabrina histeris, hatinya begitu hancur dengan apa yang terjadi padanya, yah...belum lagi sakit di bagian inti tubuhnya yang seolah mengejeknya dengan sangat kuat..


"Kau adalah istriku, bukankah hal yang wajar kita melakukan ini bersama."


"Semua ini tidak wajar Rafa...kita tidak saling mencintai bagaimana hidupku setelah kita bercerai..apakah kau tidak memikirkan itu, aku tak punya siapa-siapa lagi." tangis Sabrina dengan keras, ia menutup wajahnya dengan tangan, tubuhnya gemetar saat itu juga...


"Kau punya aku Sabrina."


"Apakah kau sedang bercanda denganku."? jerit Sabrina marah...


Rafa kembali meraih jemari Sabrina dan menariknya mendekat hingga Wanita itu kembali jatuh di dalam rengkuhannya..mereka saling bertatapan tajam...


"Apakah kita menikah juga bercanda....kau adalah milikku Sabrina, dimata hukum dan agama..kau adalah milikku."


"Jangan lupa kita hanya bertahan di dalam pernikahan selama 3 bulan..aku..tidak akan pernah menyerah untuk jatuh ke pelukanmu Rafa."


"Kau pikir aku akan menyerah..tidak, dunia bukan milikmu Rafa...aku tak akan pernah menginjinkanmu menyentuhku lagi." jerit Sabrina dengan penuh rasa sakit...


"Oya....apakah perlu aku mengikatmu di ranjangku saja...aku tidak perduli Sabrina..kau adalah wanita yang paling keras kepala dan tidak pernah mau menyerah...jika saja kau mau menerima semuanya aku tidsk sampai melakukan hal ini kepadamu."


Sekuat tenaga Sabrina mendorong tubuh Rafa...


"Aku membencimu..dan aku berharap..kita tak akan bertemu lagi."


Rafa mengusap rambutnya.....ia menaikan sudut bibirnya....


"Baiklah kalau itu maumu...aku tak bisa memaksamu untuk tidak membenci..Sabrina...kau harus ingat bahwa selama 3 bulan ini..kau adalah milikku."


Rafa menunjuk tubuh Sabrina dengan posesif.....yah..ia tak akan segila itu untuk melepaskan Sabrina, apalagi setelah semalam mereka melakukannya..tubuh Sabrina memberinya kenikmatan yang tidak pernah di dapatnya dari wanita lain, ketika tubuh mereka bersatu Rafa baru tersadar ia berhak atas Sabrina.dn boleh melakukan apapun hingga Rafa tak ingin melewatkan apapun. pria itu sedang merencanakan semuanya dengan matang dan Sabrina sudah pasti ada di dalam rencananya...


"Apa maksudmu."? tatap Sabrina gugup ketika pandangan Rafa menjadi lain......


"Kau harus mau melayani kebutuhanku saat aku sedang ingin Sabrina...jika kau ingin tetap tinggal disni, maka kau harus rela setiap malam aku kunjungi untuk kegiatan bercinta." ucap Rafa dengan tatapan panas...

__ADS_1


"Pria tua yang mesum..apakah hanya itu saja di otakmu, kaumpunya Ela bukan...pergilah padanya karna aku tidak sudi tubuhku di sentuh olehmu bajingan."


Rafa tertawa hingga Sabrina begitu jengah.....


"Bajingan ini adalah suamimu Sabrina, walaupun kau berkeliling mencari keadilan namun...kau tidak akan mendapatnya..karna aku berhak melakukannya..aku sangat berhak." Rafa bersedekap ia senang melihat wajah Sabrina yang kesal, karna ia akan lebih terlihat manis.


Sabrina sekuat tenaga ingin bangkit berdiri namun, tubuhnya kembali jatuh ke ranjang ketika rasa sakit itu begitu nyata menghantamnya, begitu perih dan rasanya melumpuhkan semua syaraf inti di tubuhnya...


"Sakit.." desah Sabrina mengigit bibirnya menahan perih di pusat dirinya......


Rafa yang melihat kesakitan di wajah Sabrina meraih tubuh istrinya hingga tubuh Sabrina dengan mudah berpindah di dalam pangkuannya....dan saat itulah noda darah membuat keduanya menatap penuh arti..


Sabrina memejamkan matanya....dia sudah hancur.....


Rafa tersenyum...


"Jangan bersedih seolah ini adalah akhir dari hidupmu Sabrina..kau harus bangga karna kau menyerahkan kesucianmu pada suamimu sendiri..dan aku..danagt bangga mendapatkanmu."


"Aku akan membalas semuanya Rafa...rasa sakit ini...kau akan akan membayarnya nanti." desis Sabrina masih melawan.


"Baiklah...cukup aku mendengar semua sikap keras kepala yang keluar dari mulut dan sikapmu..bagaimana kalau kita mandi bersama saja."


"Lepaskan aku..apa kau sudah gila."?


"Aku tak perduli jika menjadi spgila di hadapanmu." goda Rafa ersenyum misterius..


"Rafa lepaskan aku..aku bisa sendiri." suara Sabrina tercekat di tenggorokannya..


Rafa kembali menangkap kedua tangsn Sabrina hingga Sabrina tak mampu bergerak, keduannya bertatapan....


"Mintalah dengan suara lembut maka aku..akan melepaskanmu."


"Dalam mimpimu.." jerit Sabrina tidak terima..


"Jika kau menolak..mungkin setelah mandi aku akan kembali menyentuhmu dan kita bisa bercinta lagi..aku masih sangat bergairah.." desis Rafa dengan tatapan tajam...


"Aku mohon....tubuhku masih sakit Rafa...aku tak bisa melakukannya lagi..aku mohon." kata-kata permohonan yang lembut itu meluncur keluar dari mulut Sabrina, tanpa mampu ia cegah..yah....dan sialnya Rafa tertawa senang melihatnya menyerah hingga Sabrina mengepalkan tangannya....


"Bagus...sering-seringlah berkata lembut..aku senang mendengarnya." pria itu tersenyum senang.....

__ADS_1


"Kau....." jerit Sabrina kesal....


__ADS_2