
Sabrina masih merenung dikamarnya, ia baru selesai berganti baju setelah Rafa menariknya ke air untuk berenang. gadis itu menyisir rambut panjangnya yang masih basah. menatap pantulan dirinya di cermin, Sabrina tertegun ketika matanya tertuju pada bibirnya. bayangan ciuman Rafa yang tiba-tiba sungguh diuar dugaan. jemarinya naik menyentuh dadanya yang berdebar. apa yang terjadi pada hatinya.? Sabrina menggelengkan kepalanya. tidak..ia tak akan mengijinkqn hqtinyanuntuk tergoda. lagipula apa yang dipikirkannya. dia adalah calon istri Dirga.
Suara deringan ponsel mengejutkan Sabrina. matanya melebar dengan ekspresi tidak percaya. tertera di panggilan itu ada nama Dirga.
Sabrina segera mengangkat telp setelah sebelumnya mengunci pintu kamarnya. ia melangkah menuju balkon kamarnya untuk menerima telp. meraih kursi santai yang tersedia Sabrina mendudukan tubuhnya.
Dirga: "Halo....Sabrina."
Sabrina: "Dirga...aku merindukanmu, mengapa baru menelfon." ( airmata Sabrina mengalir)
Dirga: "Maafkan aku sayang, aku mendapat tiket mendadak dan harus segera mengejar pesawat,aku tidak sempat berpamitan denganmu karna tak ada waktu."
Sabrina: "Bagaimana keadaanmu disana..kapan kau akan pulang...bagaimana kalau aku ikut saja Dirga."
Dirga: "Aku di tugaskan di daerah terpencil sayang, disini sinyalnya buruk dan sering terjadi badai tiba-tiba, kau tak bisa kesini sayang, kau tidak akan kuat..aku tidak tau munhkin tiga bulan lagi aku baru bisa menemuimu."
Sabrina: "Tapi sampai berapa lama...mengapa aku menunggu disini tanpa kepastian, kapan kita akan menikah Dirga...aku sangat takut disini sendirian." yah..Sabrina sangat takut sekarang, pesona Rafa dan ia tau betapa kuatnya lelaki itu terus mendekatinya. Sabrina sangat takut....sesuatu yang buruk terjadi pada hubungan mereka.
Dirga:"Apakah aku sedang bersenang-senang disini Sabrina..aku disini sedang mengumpulkan uang untuk pernikahan kita nanti..tak bisakah kau menungguku dengan sabar sampai aku kembali."?
Sabrina menggelengkan kepalanya, persetan dengan pernikahan impian..persetan dengan uang banyak yang akan dibawa Dirga, ia hanya ingin pria itu kembali dan mereka menikah secepatnya walau sederhana. setelah itu Sabrina akan mengikuti Dirga, kemanapun pria itu pergi. Sabrina tak ingin mereka terus terpisa seperti ini.
Sabrina: "Aku hanya ingin kita menikah Dirga, aku tidak akan menuntut pernikahan impianku..itu semua tidak perlu, asal kau mau pulang sebentar..lalu kita menikah dan aku akan mengikutimu disana dan tak akan mengeluh..aku janji Dirga."
Dirga:"Aku tidak menikahimu untuk membuatmu menderita Sabrina..yang aku minta adalah kau menjaga hatimu tetap di tempatnya dan tidak berganti hati dengan orang lain sayang..aku berjanji setelah ini kita akan bahagia....aku, akan membahagiakanmu selamanya" ucap Dirga dengan suara yang serak.
Sabrina: "Baiklah..aku mengalah...aku mencintaimu Dirga dan akan selalu menunggumu."
Dirga: "Terimakasih sayang, sampai jumpa aku akan menelponmu lagi." ucap Dirga dari seberang telp.
Sabrina: "Dirga....." sambungan telp terputus dan Sabrina hanya memejamkan matanya sedih.
Sabrina mau tak mau harus mengalah dan membiarkan waktu yang akan menyatukan mereka kembali. meletakan ponsel di atas meja, Sabrina menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
__ADS_1
"Mengapa Dirga....mengapa kau meninggalkanku sendirian...aku bisa menghadapi badai apapun asal kita selalu bersama." desah Sabrina dengan air mata yang menetes.
Sementara jauh dari bawah sana Rafa menatap Sabrina yang tengah menangis....gadis itu sedang menangisi kekasihnya. Senyum Rafa terbit di wajahnya. rencana licik sudah tersusun di kepalanya dengan rapi dan tinggal menjalankan satu persatu sesuai skenarionya.
ia yakin Sabrina sebenarnya sudah mulai menyukainya hanya saja Sabrina belum menyadarinya. dan Rafa akan menyadarkannya.
********
Hari minggu pagi.......Rafa keluar dari kamarnya dengan pakaian kasual. ia semakin tampan saja. ia menatap Sabrina yang sedang mempersiapkan masakan untuknya seperti biasa.
"Selamat pagi Sabrina."
"Hai selamat pagi." ucap Sabrina tersenyum diwajah pucatnya. Rafa bisa menebak gadis ini pasti menangis semalaman.
"Kau mau kemana Rafa."? tatap Sabrina ingin tau.
"Sebenarnya hari ini aku sedang ada kencan buta yang di atur oleh sahabatku, doakan aku yah..." ucap Rafa mengedipkan matanya.
Wajah Sabrina berubah...walau ia tidak menyadarinya namun gurat kesedihan itu..begitu nyata di wajah Sabrina.
"Tentu saja..kau pikir kau saja yang ingin menikah...aku juga ingin menikah dan menjadi seorang suami." Rafa melangkah turun dari tangga terakhir dan menghampiri Sabrina yang masih mematung berdiri dengan bingung.
"Maafkan aku..tentu saja..semoga berhasil Rafa." Sabrina memutar tubuhnya meraih gelas dan menuang air sampai penuh dan meneguknya sampai habis. ia menyentuh ujung harinya di dadanya. mengapa terasa nyeri. matanya berkaca-kaca seketika.
"Sabrina." Rafa menepuk bahu gadis itu sekaligus menyadarkannya.
"Yah...." Sabrina terkejut karna terlalu melamun tadi.
Rafa menatap mata Sabrina dan menemukan kebenaran disana....
"Tak usah memasak untukku karna aku akan pulang terlambat." tatap Rafa dengan dingin.
"Aku...juga akan keluar sebentar Rafa." ucap Sabrina pelan.
__ADS_1
Kali ini Rafa yang terkejut...
"Kau mau kemana."?
"Pergi bersama Sally...mungkin kami aoan berjalan-jalan sebentar."
"Baiklah...bersenang-senanglah Sabrina."
Rafa meraih kunci mobilnya yang diletajan di meja lalu melangkah keluar lebih dahulu.
Sabrina hanya memejamkan matanya dengan kesedihan luar biasa.
mengapa hatinya sakit...apa yang sebenarnya telah terjadi..mengapa rasanya sakit sekali.? Sabrina menggelengkan kepalanya. ia harus pergi dan menenangkan dirinya.
❤
Rafa berulangkali menatap ke arah jam di dinding, sudah pukul 10 malam. dan Sabrina belum juga kembali. sial...mengapa gadis itu memenuhi isi kepalanya seharian ini. bahkan ketika sedang bersama teman-temannya. Rafa tak juga bisa menghilangkan Sabrina dari pikirannya. kemana Sabrina pergi, apakah benar bersama Sally..atau kah Sabrina berbohong dan pergi sendiri...Rafa benar-benar frustasi ketika memikirkan segala kemungkinan di kepalanya. dan akhirnya. Rafa memilih pulang dari tempat bersenang-senang yang biasa ia lakukan bersama para teman-teman prianya. dan memilih mencari Sabrina dan yang membuat pria itu semakin cemas adalah..Sabrina tidak pergi bersama Sally. dan pergi entah kemana.
Suara pintu terbuka mengalihkan pandangan Rafa. pria itu mendesah lega melihat Sabrina melangkah masuk dengan memegang erat tas selepangnya. ia pun terkejut melihat Rafa seperti sedang menunggunya. merwka bertatapan sesaat.
"Dari mana kau.." tanya Rafa menyelidik.
"Aku...bersama Sally." ucap Sabrina pelan.
Rafa mendekati Sabrina dengan tatapan tajam..
"Mengapa kau berbohong...aku menemui Sally dan bertanya tentangmu tapi dia berkata bahwa kalian tidak punya janji untuk jalan bersama."ucap Rafa menaikan alisnya.
"Aku tadi....." Sabrina kehilangan kata-katanya.
"Mengapa kau berbohong...sebenarnya kau kemana dan bersama siapa hari ini." teriak Rafa dengan suara ang keras hingga Sabrina terkejut...
"Ada apa denganmu Rafa..lalu bagaimana denganmu bagaimana rasanya kencan buta...apa kau senang."? jerit Sabrina dengan suara bergetar...
__ADS_1
Rafae tertegun...menatap Sabrina dengan mata yang menyala-nyala........