
Dirga sudah selesai bersiap siap, iapun menuju meja makan dan tersenyum melihat Sabrina yang sedikit sibuk menata lauk pauk di atas meja. gadis itu tampak manis.
"Aku lapar sekali." Dirga duduk dengan tak sabar.
Sabrina mulai mengambil nasi dan lauk pauk kesukaan Dirga dan juga potongan buah segar.
mereka mulai makan dengan tenang.
"Mengapa kau terlihat lelah sekali Dirga?
Pria itu masih menikmati supnya dengan lahap,
"Akan ada pimpinan cabang yang baru, jadi kami mulai menyiapkan beberapa berkas yang akan di audit.
Sabrina mengangguk mengerti, seraya mengusap punggung Dirga, matanya terasa panas. mereka akan menikah sebentar lagi dan Dirga sangat bekerja keras.
"Sayang, aku tidak apa-apa. jangan menatapku seperti itu."
Dirga menggenggam jemari Sabrina dengan erat,membuat Sabrina tersenyum.
"Oya, semalam aku menelfonmu dan mengirim pesan. tapi kau tidak menjawannya sayang," apa semua baik-baik saja? Dirga terlihat begitu khawatir
Sabrina melonggarkan tenggorokannya
Ia tidak mungkin jujur bahwa semalam tuan Rafa menyiksanya sekaligus menyelamatkannya, jika Dirga tau. ia pasti tidak di ijinkan bekarja lagi.
"Aku lembur semalam, karna terlalu lelah aku langsung tidur saja, aku nahkan tidak memegang ponsel."
Sabrina mengamati wajah Dirga yang percaya kata-katanya, dalam hati Sabrina memohon maaf.ia sudah berbohong, tapi ini semua demi kebaikan mereka bersama, toh..ia hanya bekerja di restoran sebulan lagi."
"Aku merasa tenang kalau kau baik baik saja sayang."
"Jangan terlalu khawatir Dirga."
"Bagaimanapun aku baik-baik saja."
__ADS_1
"Jika semalam aku tidak lembur aku yang menjemputmu.
"Bagaimana kalau besok, kau menjemputku."?
"Baiklah Nyonya Dirga." pria itu mengedipkan matanya."
"Bagaimana kalau kita percepat pernikahan kita."?
"Mengapa."?
"Aku hanya ingin mengurusmu, aku sudah tidak sabar menjadi istrimu."
Dirga terkekeh seraya meminum air digelas.
ia mengangguk setuju, diraihnya tubuh Sabrina hingga berpindah ke pangkuannya. Sabrina menjadi gugup.
"Baiklah, aku juga tidak sabar lagi ingin menikahimu.
Wajah Dirga semakin dekat hingga sedikit saja, bibir mereka bertemu.
"Aku juga ingin sekali setiap pagi,ketika aku bangun ada kau disampingku.
"tapi aku juga tidak ingin, impian pernikahan kita yang sudah lama kita impikan terlewatkan begitu saja.
"Dirgaa." suara Sabrina menjadi serak.
"Aku tau, impianmu dari dulu adalah pesta pertunangan ala Princes, bahkan kau selalu memajang gambar-gambar berthema Princes dikamar dulu.
"Itu...aku memang memimpikannya." wajah Sabrina murung.
"Sayang, aku hanya ingin mewujudkan semua mimpimu. dengan aku bekerja lebih keras lagi.
Airmata Sabrina tergenang dimatanya, Dirga selalu tau apa yagn ia suka dan tidak, hampir seumur hidup mereka bersama di panti asuhan.
Dirga selalu menjaganya, menemaninya, dan selalu ada setiap Sabrina butuh apapun.
__ADS_1
dan kini, prianya masih saja berkorban untuknya.
"Dirga.....Terimakasih."
"Aku mencintaimu Sabrina." ,mata Dirga berkaca-kaca.
"Aku juga mencintaimu Dirga dengan seluruh jiwaku....aku akan menunggu dengan sabar, sampai kau mewujudkan pernikahan kita yang indah."
Sabrina menghambur kepelukan Dirga yang selalu membuatnya tenang dan merasa aman.
Dirga adalah rumah baginya. airmatanya mengalir dengan penuh haru.
"Bersabarlah untukku sayang, aku pasti akan melakukan yang terbaik untukmu."
"Tentu saja." bisik Sabrina masin betah dalam pelukan Dirga.
"Apakah kita jadi pergi hari ini? ucap Dirga masih ,mengecup kepala Sabrina penuh kasih sayang.
"Mencari cincin."?
Sabrina sedikit mendongak ke wajah Dirga yang kokoh.
"Hmmm."
Sabrina menarik tubuhnya dari tubuh Dirga dan mengusap sisa airmatanya.
"Aku akan mencuci muka dulu, ucap Sabrina
"Aku juga harus mengganti baju sayang."
Dirga baru saja hendak melangkah, namun lengannya di tarik ke belakang hingga Dirga menatap Sabrina.
Gadis itu tersenyum,mendekatkan wajahnya hingga Dirga terpaku. tak biasanya Sabrina bersikap agresif. walau tak bisa dipungkiri Dirga merasa hangat dan sedikit berdebar.
Sabrina mengecup bibir Dirga dengan lembut membiarkan Dirga mel**** bibirnya dengan cinta yang semakin hari semakin kuat, saling memberi kenikmatan lewat ciuman, yang tak pernah lepas kendali, keduanya semakin tenggelam dalam kehangatan yang indah mengaliri hati mereka.
__ADS_1