Jadilah Milikku

Jadilah Milikku
Kenyataan pahit


__ADS_3

Sabrina berulang kali menajamkan tatapannya, seiring rasa pusing di kepalanya dan juga rasa sakit di sekujur tubuhnya. ia terlalu memaksakan diri mengambil semua pekerjaan lembur dari restoran satu ke restoran lainnya. Sabrina merasakn sakit luar biasa di tubuhnya. hari ini adalah hari terakhir batas pengembalian uang Rafa namun ia tak bisa mengembalikan uang itu bahkan uang yang dihasilkan selama 2 minggu bekerja lembur dan menguras tenaga hanya mampu menghasilkan 5 juta itu pun rasanya seperti mau mati aja..seluruh tenaganya terkuras habis dan ia menjadi sangat pucat pasi.


Sabrina kembali memijit pelipis dengan jemari yang gemetar, ketika pandangannya berkunang-kunang..namun ia harus bisa memaksakan diri untuk terus bekerja. para pengunjung restoran sangat padat di malam minggu jadi Sabrina tidak ingin melewatkan pekerjaan tambahan demi upah yang lumayan. meski ia sebenarnya masuk sift pagi dan sudah sangat lelah.


"Sabrina gerakmu sangat lambat, apa kau sakit."? bisik salah seorang teman kerja wanita padanya bernama Sinta.


"Aku hanya sedikit lelah." ucap Sabrina melanjutkan mencuci bertumpuk piring yang tingginya melebihi kepalanya.


"Kudengar ada bos besar yang menyewa tempat ini dengan harga mahal, dan semua pekerja akan mendapat bonus." ucap Sinta semangat.


"Benarkah..baik sekali." Sabrina tersenyum senang.


"Hmm...dia sedang bersama teman-temannya di depan." tunjuk Sinta yang tidak di perhatikan oleh sabrina karna bunyi ponsellnya membuat Sabrina tersenyum..


"Dirga."? bisiknya dengan senyuman bahagia..tumben Dirga menelp malam-malam begini.


Sabrina menatap Sinta dan meminta izin sebentar untuk menerima telp dan gadis itu meng-iyakan saja karna mereka berteman baik dan Sabrina sering juga membantunya.


💙


Sabrina berlari kecil ke samping restoran yang tampak sepi dan melanjutkan menerima telp. jantungnya melompat senang, ia ingin bertanya tentang uang yang salah ia transfer dan meminta Dirga mengembalikannya agar dia bisa sedikit lebih ringan dengan mengembalikan uang itu pada Rafa. Sabrina juga tak tahan untuk bicara tentang suara wanita di telp waktu itu...


Sabrina: Halo....


Dirga: Sayang..


Sabrina: Bagaimana kabarmu?


Dirga: Aku baik sayang, oya..kemarin kau menelpku..maaf itu teman kantor dia sedang bercanda denganmu dan mengatakan hal yang tidak masuk akal..sebenarnya kami sedang di tempat acara..( Dirga tertawa)


Sabrina:(Terdiam sebentar, cara bicara Dirga sedikit berbeda, mungkinkah hanya perasaan Sabrina) Aku mengerti Dirga, kau tidak mungkin menghianatiku.


Dirga: Aku lega sekarang dan bisa bekerja dengan tenang..oya bagaimana kabarmu sayang, aku merindukanmu.


Sabrina: Aku juga merindukanmu Dirga, kapan kau bisa pulang.


Dirga: Entahlah sayang, aku tak bisa menjanjikannya, karna aku sangat sibuk, tapi aku janji aku akan pulang jika aku bisa..


Sabrina: Baiklah Dirga aku mengerti, oya..aku ingin meminta kembali uang yang sempat kutransfer kemarin Dirga karna, itu adalah uang bossku, bisakah kau mentrasfer kembali.?

__ADS_1


Dirga: ( Bingung...uangnya sudah dipakai berfoya-foya dengan Sania dan..membiayai kehidupan wanita barunya yang tidak sedikit) Sabrina..maafkan aku, tapi uangnya sudah kupakai untuk biaya hidup disni dan membayar beberapa hutangku ketika pertama datang, maafkan aku sayang.


Sabrina: (Meneteskan airmata) Baiklah...aku tutup telp dulu dan sebentar lagi kita akan bicara lagi Dirga.


Dirga: Baiklah syang..aku mencintaimu.


Sabrina bahkan tak menjawab kata cinta Dirga yang terasa hambar untukknya. hidupnya sudah akan hancur di tangan Rafa. pria itu akan mendapatkan dirinya.


Sabrina masih merenung disana dan menundukan kepala, tetesan airmata mengalir di wajah cantiknya yang sudah terlalu lelah. Sabrina kehilangan semua kekuatan untuk sekedar bertahan. Sabrina kehilangan kekuatan untuk berjuang sendiri, ia sudah terlalu lelah.


Sabrina baru saja ingin bangun dari tempat duduknya ia menerima pesan. tanpa menunggu Sabrina membuka pesan itu dan terkejut..


Matanya melebar dengan ekspresi tidak percaya, apa yang terjadi. mengapa ia mendapat kiriman foto yang menghancurkan hidupnya.?


Dalam foto yang dikirim oleh orang tidak dikenal, ia melihat Dirga tidur dalam selimut yang sama dengan seorang wanita yang sangat cantik, yah...sangat cantik. Dirga sedang tertidur didalam foto itu sedangkan wanita itu tersenyum ke arah camera.


Seluruh tubuh Sabrina gemetar tak terkendali, airmatanya menetes sakit hati. tidak pernah ia bayangkan rasanya sesakit ini. tidak pernah dibayangkan Sabrina kalau kekasih yang teramat dicintainya menghianatinya sedalam ini.


"Dirga......" isak Sabrina memegang dadanya yang terasa begitu nyeri, Sabrina kembali mengalami sakit dikepalanya hingga ia memekik pelan.


"Sabrina..." panggil seseorang dibelakangnya.


"Sinta."? desis Sabrina dengan sangat terkejut, karna ia kedapatan menangis..


"Ada apa, mengapa kau menangis.."?ucap Sinta mendekati Sabrina dan duduk di sampingnya..


"Tidak apa-apa Sinta, aku hanya lelah." Sabrina beralasan.


"Baiklah...tapi kita sedang dalam masalah Sabrina." ucap Sinta dengan suara yang serak.


"Ada apa."?


"Orang kaya itu sedang mabuk dan mulai berbuat onar, dan semua karyawan tidak ada yang berani mendekat padanya.


"Benarkah..sebaiknya kita tidak ikut campur Sinta, kita disini saja." ucap Sabrina juga mulai takut.


"Tidak...karna itulah aku mencarimu kemari Sabrina, dia memanggil namamu."


"Aku."? jerit Sabrina terkejut.

__ADS_1


"Yah...Kau tau manager mencarimu dan terlihat sangat marah mengira kau adalah penyebab kekacauannya."


"Astaga...Sinta aku tidak mengenal orang kaya itu." jeirt Sabrina takut.


"Tapi...." kata-kata Sinta menggantung ketika tiba-tiba dari arah belakang mereka berdua muncul manager dengan wajah yang sangat marah.


"Cepat temuilah kekasihmu diluar sana dan hentikan kekacauan yang dia buat Sabrina." teriak Manager dengan tatapan tajam kepadanya.


Sabrina gemetar ketakutan..ia tak penah mengenal orang kaya selain Rafa, apakah mungkin......?


"Baik manager..aku akan menemuinya."


Sabrina baru saja ingin pergi namun lengannya di cekal oleh sang manager.


"Kau harus mengganti kerusakan yang dia buat Sabrina atau kau akan dipenjara." suara pria bertubuh besar itu begitu mengancam hingga Sabrina terdiam dan hanya memnganggukan kepala.


Sabrina menguatkan dirinya dengan melangkah ke dalam restoran dan membeku disana, dia tidak mengenal pria ini, mengapa malah menyebut namanya.?


"Sabrina...."teriak pria itu dengan lantang hingga membuat Sabrina menjadi pusat perhatian semua pengunjung dan semua karyawan.


Dengan langkah cepat pria itu mendekati Sabrina dan menarik tangannya. hingga Sabrina terkejut setengah mati, pria gila ini mengapa begitu kasar kepadanya mereka tidak saling mengenal. ada apa dengan hidupnya hari ini, mengapa begitu banyak kesialan yang ia alami.?


"Lepaskan aku...kau siapa, mengapa menarikku..lepaskan." jerit Sabrina sambil memukul-mukul tubuh pria itu.


"Aku mencarimu kemana-mana sayang dan ternyata kau disini..kau menolak cintaku dan aku tidak akan menyerah." ucap pria tampan itu dengan senyuman nakal.


Sabrina menoleh kekiri dan kanan meminta tolong namun tak ada yang menolongnya mereka malah berpikir jika Sabrina sedang merajuk dengan kekasihnya, mereka bahkan mencibirnya terang-terangan...


"Lepaskan aku.."


"Kau harus ikut aku sayang."


"Tidak..aku tidak mengenalmu." Sabrina meronta melepaskan dirinya..


Dan saat itulah......


"Lepaskan dia." suara tegas itu berasal dari pintu sehingga menarik semua perhatian hingga tertuju kepadanya.


Pria yang begitu tampan dan berkelas, dari keseluruhannya terlihat kalau dia bukanlah..pria sembarangan....

__ADS_1


"Rafa..."? jerit Sabrina merasa sudah gila, karna ia senang melihat kedatangan Rafa.......


__ADS_2