
Sabrina merebahkan tubuhnya di ranjang, airmatanya masih menetes ketika mengingat Dirga.bagaimana mungkin Dirga pergi tanpa bertemu dengannya, mengapa setega itu kepadanya. apakah dia berbuat kesalahan? apakah Sabrina menyinggung Dirga ataukah memang Dirga tak ingin membuatnya sedih dan memutuskan meninggalkan dirinya tanpa kabar.
Sabrina menatap layar ponselnya mencoba menghubungi Dirga sekali lagi namun 8a harus menelan kekecewaan ketika ponsel Dirga sama sekali tidak bisa dihubungi.
Pintu diketuk pelan, dan sabrina tertegun melihat Rafa masuk dan membawakan makanan untuknya. Sabrina bergerak bangun dari ranjang dan duduk disana dengan canggung.
"Hai.." tegur Rafa tersenyum seraya meletakan makanan di atas meja.
"Maaf, seharusnya aku yang melayanimu." Sabrina menundukan kepalanya menyesal.
"Kau kan sedang patah hati sekarang, jadi biarlah aku yang melayanimu hari ini."
"Trimakasih Rafa."
"Untuk apa."?
"Kau sudah menolongku, kau baik sekali." isak Sabrina dengan suara yang serak.
"Hei.kita bertemankan? lagipula aku tidak mau kau bersedih lalu sakit siapa yang akan mengurusku."?
"Kau sangat pintar. " Sabrina mencibir.
"Oya..besok temani aku belanja oke."
"Hummm, untuk apa."?
__ADS_1
"Aku akan ke pesta dan aku mau kau menemaniku."
"Aku menemanimu."?
"Apa kau keberatan Sabrina, aku tidak punya teman ke pesta karna aku sering dikatakan perjaka tua." ucap Rafa sedih.
"Mengapa mereka tega sekali padamu, wajah Sabrina kesal. baiklah aku akan menemanimu."
"Benarkah."? tanya Rafa begitu senang.
"Kapan kita akan kesana."
"Malam ini Sabrina." ucap Rafa terzwnyum.
🤍
"Apakah ini terlalu berlebihan."? ucap Sabrina menatap Rafa yang seolah terdiam tanpa kata.
"Kau sempurna Sabrina." ucap Rafa bangga. malam ini semua mata akan memandang kepadanya. mereka akan memuji kecantikan gadis yang kelak akan menjadi kekasihnya." Rafa tersenyum misterius. menyambut jemari Sabrina dalam genggamannya. mereka lalu menuju ke mobil.
Setelah menempuh tiga puluh menit perjalanan, mereka sampai disebuah gedung hotel yang tinggi dan mewah.
Rafa menuntun Sabrina keluar dari sana, sangat berhati-hati agar gadis itu tidak terantuk pada ganun panjangnya. merekapun masuk bersama beberapa pasangan lain yang tampak memasuki hotel itu juga.
Tuan Darren Lewiss dan istrinya yang sangat cantik menyapa mereka.
__ADS_1
"Selamat malam tuan Rafael." ucap Darren dan Tania dengan penuh senyum dan mengulurkan tangannya. disambut Rafa dan Sabrina yang membalas dengan senyuman sopan.
"Wahh..inikah calon nyonya Rafael."? ucap Tania mendekati Sabrina dengan senyuman ramah.
"Aku...adalah..."
Rafa yang melihat Sabrina akan jujur segera meraih Sabrina setengah memeluknya.
"Sabrina masih malu-malu nyonya dan hubungan kami juga masih baru." ucap Rafa membungkam Sabrina yang berusah tersenyum walau mulai tidak nyaman dengan pengakuan Rafa. mereka tidak ada hubungan apa-apa mengapa Rafa harus berbohong. dia adalah tunangan Dirga meski sampai saat ini Dirga masih hilang kabar.
"Sabrina, ayo ikut aku..aku akan mengenalkan dengan teman-temanku." ucap Tania meraih tangan Sabrina mencoba akrab.
"Hah..." Sabrina melirik sekilas pada Rafa yang mengangguka kepalanya tanda setuju.
"Ayo Sabrina." desak Tania.
"Baiklah." ucap Sabrina mengikuti langkah Tania yang sedikit cepat.
Dan memasuki sebuah ruangan yang sangat mewah. disana sudah ada beberapa wanita cantik yang sedang berbincang.mereka menoleh kepada Tania dan Sabrina.
"Siapa ini kak."? ucap Rebeka penasaran.
Tania tersenyum sambil melirik Sabrina.
"Dia akan menjadi anggota kita, perkenalkan calon istri tuan Rafael." ucap Tania sumringah diikuti tepuk tangan para wanita lainnya.
__ADS_1
Sabrina hanya mencoba tersenyum..Calon istri Rafa.? desahnya lemah.