Jadilah Milikku

Jadilah Milikku
Kabar baik & kabar buruk


__ADS_3

Sabrina keluar dari lift dan menenteng tas tangannya dan menghampiri Rafa yang sedang menantinya di meja makan.


"Aku sudah siap sayang."


Rafa bangkit dari tempat duduknya dan mengecup bibir istrinya dengan rindu, padahal baru semalam mereka melalukannya namun ia sudah rindu merasakan Sabrina.


"Sayang...bisakah kau pergi bersama Selena saja, aku sedang ada urusan pagi ini sayang,...maaf." ucap Rafa meredupkan matanya penuh permintaan maaf, sambil memeluk tubuh Sabrina dengan erat.


Wajah Sabrina sedikit kecewa....yah..entah mengapa ia ingin sekali di temani Rafa kali ini. namun ia harus menahan rasa sedihnya karna Rafa memang sedang sibuk...


"Baiklah..aku akan menelfon Selena." ucap Sabrina berusaha menepis perasaan sedihnya...


Rafa mengangguk, lalu pergi meninggalkan Sabrina yang menatap punggungnya sari belakang...


"Mengapa aku sedih ya, dia tidak bisa mengantarku..seharusnya aku baik-baik saja." bisik Sabrina pelan.


💗💗


Mobil milik Rafa berhenti di sebuah gudang yang sangat besar terletak di pinggiran kota. tempat itu sangat privat sehingga tak bisa sembarang orang yang masuk. penjagaan yang ketat juga camera cctv di hampir setiap sudut area gedung tak seorangpun yang dapat masuk kedalamnya tanpa ijin.....


Rafa keluar dari dalam mobilnya dengan tatapan membunuh ia melangkah menuju ke dalam gudang dengan jemari yang sudah terkepal,...


Aris yang merupakan tangan kanannya menunduk di hadpannya dengan penuh hormat...


"Bagaimana dia."?


"Sudah saya lumpuhkan sesuai dengan perintah tuan." ucap Aris..


"Bagus...aku tidak sabar lagi." desis Rafa dengan nada tajam..


Beberapa anak buah yang lain membuka jalan baginya untuk masuk ke dalam gudang...


Rafa menaikan sudut bibirnya ketika ia melihat Dirga terjatuh tidak berdaya di kursi dan tubuhnya di ikat...ada darah di tangan kanannya yang terus menetes jayuh kelantai...


Rafa mendekat, dan Dirga menyadari kedatangan Rafa, keduanya saling menatap dengan tajam...


"Bagaimana keadaanmu Dirga..."? bisik Rafa dengan sinis..


"Kau...bajingan Rafa, kau menghancurkan hidupku dan juga Sabrina...kau memisahkan kami dengan kejam lalu mulai mengatur kehidupan kami sesuai keinginanmu...kau begitu mengerikan lebih dari seorang monster." ucap Dirga dengan gemetar, airmatanya menetes.....


Rafa tertawa....hingga tawa itu terdengar mengerikan di telinga Dirga maupun anak buahnya yang lain, termasuk Aris,


"Tak ada yang tak bisa aku dapatkan Dirga, dan yah...kau benar jika akulah yang menghancurkan hubunganmu dengan Sabrina..akulah pria itu, lalu aku mengirimmu ke kota itu dan gadis bernama Sania juga merupakan anak buahku...lalu kau tergoda olehnya dan juga Sabrina membencimu...."


"Bajingan...." teriak Dirga marah..namun apa daya tubuhnya terikat tanpa mampu melepaskan diri...

__ADS_1


"Kau ingin tau ceritanya kan...akan aku ceritakan.." ucap Rafa dengan santai....


Pria itu menegakan tubuhnya dan menatap Dirga dengan sorot mata membunuh...


"Aku....menginginkan Sabrina walau saat itu kalian akan menikah...aku...lalu mendekatinya dengan gencar, dan menawarkan sesuatu yang saat itu sedang ia butuhkan yaitu uang.....


Sabrina memiliki hati yang polos dan juga terlalu baik, ia bahkan tidak berpikir dua kali untuk menerima tawaranku karna ingin membantumu menutupi biaya pernikahan kalian....


Lalu dia tinggal bersamaku Dirga....aku memilikinya dengan mudah....dia dalam kekuasaanku..." Rafa begitu terlihat menikmati wajah penuh penderitaan yang di tunjukan Dirga saat ini.....


"Mengapa kau melakukannya Rafa...kau tau jika kami..."


"Kau yang terlalu bodoh dalam menjaga cintamu Dirga, apakah kau perlu membawakan bulan yang sulit kau raih sedangkan ada bunga yang ia inginkan...kau kehilangan Sabrina karna kebodohanmu sendiri dan berhenti menyalahkan orang lain Dirga.."desis Rafa mendekat....


Dirga tersenyum...ia akan menghancurkan hubunan Rafa seperti Rafa menghancurkan hidupnya...


"Rafa......kau mendapatkannya dengan cara licik maka lihatlah..Sabrina akan meninggalkanmu dengan cara yang sama.." Dirga tersenyum menang....


Rafa terbakar amarah, dengan cepat ia mendekati Dirga meraih tubuh pria tak berdaya itu dan seketika...


"Buuuuuuugggggggggggggghhhhh............."


Wajah Dirga di penuhi darah segar ketika Raa memukulnya dengan keras, seolah masih tidak puas..,ia kembali memukul dan memukul Dirga hingga pria itu benar-benar sekarat...


"Aku akan membunuhmu dengan segera Dirga, lebih baik kau menghilang dari dunia ini."


Dirga meneteskan airmata..kini ia hanya bisa merasa bersalah, karna pernah meninggalkan Sabrina, pernah tergoda berkali-kali dengan wanita lain..Sabina terlalu baik dan mereka bahkan saling mencintai dulu...hanya perasaan bersalah yang tertinggal dan menyakiti Dirga....


"Aku tidak pernah takut mati Rafa...kau bisa membunuhku saat ini juga."


"Kau pikir kau seberuntung itu untuk mati...aku akan membunuh hidupmu dan masa depanmu lagi Dirga hingga kau...tidak akan pernah berharga lagi." ucap Rafa tersenyum tajam....


Rafa lalu mengarahkan tembakan ke arah kedua lutut Dirga dan kemudian..


Dor.......dorr......dorrr....


Tiga kali tembakan dan mampu melumpuhkan Dirga, pria itu berteriak dan meraung kesakitan ketika peluru itu memecahkan lututnya...


Semua anak buah Rafa hanya terdiam menyaksikan apa yang di lakukan tuan mereka bahkan Aris hanya mampu melonggarkan tenggorokannya....merasa takut dengan pemandangan yang mengerikan di hadapannya..


Rafa mendekati Dirga yang hampir kehilangan kesadarannya....ia menundukan tubuhnya agar sejajajr dengan pria itu....


"Jangan pernah berani mendekati Istriku lagi karna jika kau melakukannya maka aku..akan membuatmu sangat menderita."


Dirga tak mampu menjawab kata-kata Rafa...pria itu jatuh dan kehilangan kesadaran......

__ADS_1


Rafa berdiri dan menatap ke arah Aris...


"Bawa dia ke dokter dan jangan sampai dia mati." ucap Rafa tegas...


"Baik tuan Rafa." ucap Aris menundukan kepala...


💝💝


"Selamat nyonya, setelah dilakukan pemeriksaan anda di nyatakan positif hamil." ucap sang dokter dengan senyuman cerah di wajahnya.


Sabrina membeku.....sesaat ia melihat ke arah Tania yang juga begitu terkejut dengan berita bahagianya...


"Sabrina..kau hamil..." jerit Tania histeris hingga teriakannya mengejutkan dokter...


"Yah...Tania..aku hamil..." ulang Sabrina pasrah di peluk Tania...


Dokter hanya menggeleng ikut tertawa dengan tingkah Tania yang lucu..


"Terimakasih dokter." ucap Sabrina dengan senyum ceria.....


"Sama-sama...usia kandungannya 4 minggu masih sangat kecil jadi berhati-hatilah..jangan stress dan batasi aktifitas..."ucap Dokter memperingatkan..


Sabrina dan Tania mengangguk dengan senyuman puas....


"Baik dokter." ucap keduanya bersamaan..


❤❤


Kedua wanita itu melangkah keluar dari dalam klinik dan terkejut ketika melihat Rafa sudah menjemput Sabrina....


ia tersenyum ramah ke arah Tania...


"Nyonya Tania...terimakasih kaena sudah menemani Sabrina."


"Tidak apa tuan Rafa, kami sudah seperti saudara jadi jangan sungkan." ucap Tania...


"Baiklah karna tuan Rafa sudah menjemputmu, aku akan langsung menemui Suamiku..kami sedang ada janji. bisik Tania langsung mendapat anggukan kepala dan ucapan terimakasih dari1 Rafa dan Sabrina....


Ketika Tania sudah pergi...Rafa mendekati Sabrina da memeluk istrinya...


"Aku sangat khawatir jadi aku mengikutimu...apa kata dokter sayang."? tanya Rafa mengecup kening istrinya...


"Rafa.....aku..hamil." jerit Sabrina senang....


Rafa membeku....

__ADS_1


"Kau hamil..."? senyum mengembang di wajah Rafa.........


__ADS_2