Jadilah Milikku

Jadilah Milikku
Sahabat baik


__ADS_3

Sabrina memasuki flat dengan wajah yang tertunduk kusut. ia pun melintasi ruang tamu kecilnya, Sabrina melangkahkan kakinya menuju kamar sederhananya namun begitu nyaman untuknya. Sabrina menghela nafas..hidupnya sudah tidak akan sama lagi. kalau di pikir-pikir, semua yang terjadi di dalam hidupnya terlalu cepat. takdir memisahkan dirinya dari Dirga hingga keduanya kini memiliki orang lain di antara mereka.


Bagaimana menjelaskan semuanya..bagaimana caranya agar Dirga dan dirinya bisa menerima kenyataan baru yang berubah 360 derajat di dalam hidup mereka.?


Sabrina memeriksa ponselnya sebentar,


Sepi....tidak ada panggilan seperti biasa dari Dirga maupun Rafa..


ia kembali membaringkan tubuhnya di ranjang sembari mencoba menutup mata, ia ingin melupakan sejenak semua perubahan yang terjadi di hidupnya.


gadis itu memejamkan matanya dengan kerutan di keningnya tak berapa lama ia tertidur..


💚


Sabrina tertegun ketika ia mendapat pesan dari Rafa jika besok ia harus memilih cincin dan fitingg gaun pengantin. Sabrina mendesah, pernikahan seperti apa yang akan dijalaninya.?


Bagaimana nasibnya nanti.?


💞💞


Sabrina mengayunkan langkahnya keluar dari flat denga wajah yang segar setelah istirahat, ia sudah berjanji jika akan bertemu Rafa di butik lebih dahulu untuk Melakukan fiting gaun pengantin.


Melangkah di trotoar sendirian dan tiba-tiba ia terkejut melihat sebuah mobil berhenti di sampingnya sementara kaca mobil di turunkan, tampaklah seorang wanita cantik tersenyum kepadanya..


"Masih ingat aku..aku Tania."ucap Wanita yang sangat cantik itu tersenyum dwngan sangat ramah padanya.


"Nyonya Tania." Sabrina menunduk hormat. dengan tatapan yang canggung, ia tau siapa Tania istri dari seorang pengusaha sukses bernama Tuan Darren Lewis, mereka saling mencintai dan hidup bahagia, betapa beruntungnya nyonya Tania ini.


Tania keluar dari kemudi mobil dan menghampiri Sabrina yang berdiri dengan canggung.


"Kok jalan kaki."?


Sabrina kemudian tersenyum...


"Aku hanya sedang olahraga."


Mata Tania membulat sempurna....olahrga di siang bolong seperti ini, apakah Sabrina sedang bercanda dengannya atau sedang menutupi sesuatu.


"Mau kemana."?


"Ke butik Casandra." ucap Sabrina tersenyum..


Tania menganggukan kepalanya...


"Baiklah...kita sepertinya jodoh untuk menjadi sahabat, aku juga mau kesana..ayo masuk, kita sama-sama saja." ucap Tania ramah,.


"Tapi..."


"Ayolah, kau akan menjadi istri tuan Rafa teman bisnis suamiku jadi kita akan jadi sahabat, ayolah."


Tania tidak akan membiarkan Sabina menolaknya, dia adalah tipe sedikit pemaksa dan tulus..


Sabrinapun akhirnya masuk ke dalam mobil dengan pasrah..

__ADS_1


Sepanjang jalan Sabrina hanya terdiam....


"Kau tampak sedang tertekan Sabrina." ucap Tania menebak.


"Tidak aku...."


"Aku tau kita baru bertemu dan kau mungkin akan sungkan bicara pada orang asing jadi aku akan memberimu waktu dan kesempatan agar kita saling mengenal." ucap Tania tersenyum.


Entah mengapa membuat Sabrina nyaman, selama ini dia tidak puna sahabat perempuan ia hanya fokus bekerja dan bersama Dirga jadi ia tidak punya waktu untuk mencari sahabat..


"Aku sedang dilanda dilema." ucap Sabrina menghela nafas.


"Hm...seperti apa."?


"Aku takut salah mengambil keputusan dan menyakiti banyak orang."


Tania mengangguk mengerti..


"Kau tau jika dulu sswaktu seusiamu aku juga salah mengambil keputusan."?


Sabrina menoleh seakan tidak percaya...


"Hah..tidak mungkin orang seperti nyonya bisa salah mengambil keputusan."?


"Panggil namaku saja Sabrina kita akan menjadi sahabat." pinta Tania.


"Baiklah Tania, aku penasaran apa maksudmu dengan salah mengambil keputusan."?


"Dulu aku pernah melarikan diri dari pernikahan denga suamiku, aku benar-benar tak menyangka aku menyakitinya dengan begitu dalam."


"Apa."? Sabrina kehilangan kata, dari yang dilihatnya memang tuan Darren terlihat posesif dan sangat mencintai istrinya.


"Lalu bagimana..."? tana Sabrina penasaran..


"Dia mengejarku dan membalas dendam." ucap Tania lagi lagi membuat Sabrina terkejut..


"Astaga..pasti tuan Darren sangat marah." ucap Sabrina dengan menghela nafas.


"Tentu, undangan sudah di sebar dan tinggal menunggu hari H dan aku menghilang karna kesalah pahaman, aku tidak sabar dan mengabaikan cintanya..aku mempermalukannya dengan begitu dalam hingga ia sangat marah." ucap Tania membelukan mobilnya masuk ke arah parkir butik Casandra- dan menmatika mesin mobil.


"Kau tau jika kami sudah menerima undangn pernikahanmu Sabrina."


"Hah..undangan pernikahan."? upang Sabrina dengan wajah yang pucat.


"Aku hanya mengingatkanmu jika tuan Rafa bukanlah pria yang sabar jika dihianati, dia bisa mengejarmu bahkan sampai ek lubang semut." ucap Tania..


"Apa kau sedang menakutiku."?


Tania menggeleng dan tertawa..


"Mana mungkin aku menakutimu..aku hanya memperingatkanmu Sabrina, jika dia sudah ingin menikah denganmu maka itulah yang akan terjadi..jai berikan keputusan yang terbaik dan tentu tidak menyakiti." ucap Tania penuh arti.


Sabrina memganggukan kepala, ia senang berbicara dengan Tania yang tampak dewasa dari usianya. ia ingin menjadi sahabat Tania.

__ADS_1


"Bolehkan aku menjadi sahabatmu Tania."? ucap Sabrina dengan tatapan penuh harap.


"Tentu saja." ucap Tania menyanggupi.


"Bisa aku meminta nomor ponselmu."? tanya Sabrina lagi.


Tania mengangguk lagi,


"Kapan-kapan kita bisa bersantai bersama Sabrina." gumam Tania sambil menyalin nomor ponselnya untuk Sabrina.


"Baiklah, sampai jumpa Sabrina..aku akan langsung ke sahabatku Casanndra."


"Baiklah sampai jumpa Tania,senang bertemu denganmu." ucap Sabrina.


Yah..aku juga senang bertemu denganmu."


💖💖


Langkah Sabrina terasa lebih ringan setelah berbicara dengan Tania, dia benae-benar mendapat pengalaman yang berharga.


Sampai di pintu dia disambut tatapan tajam Rafa yang menyelidik, pria itu bangkit dan menghampirinya, meraih punghung Sabrina mendekat...


"Lama sekali, dengan siapa kau datang."? tatapnya menyelidik.


"Aku bertemu nyonya Tania dan dia mengantarku kesini."


"Ow..istri tuan Dareen, kalian sudah mulai dekat."? Rafa tersenyum senang..


"Yah...aku rasa dia baik."


"Dia sangat baik, wanita yang pintar dan berkelas..kau harus belajar banyak darinya." ucap Rafa penuh arti.


Sabeina melonggaekan tenggorokannya dan menatap ke arah Rafa.


"Kau sudah mengirim undangan yah..cepat sekali."


"Aku tidak bisq membuang waktu sayang, aku inhin sekali menikah denganmu,.kita bersama." bisik Rafa di telinga Sabrima hingga gadis itu menatap Rafa dengan tatapan tak terbaca...


"Aku pikir kau terlalu."


"Minggu depan kita sudah menikah, jadi ayo kita selesaikan semua secepatnya."


Rafa tidak membiarkan Sabrina menjawabnya, pria itu lantas membimbing Sabrina untuk mencoba gaun pengantin..


Rafa menunggu dengan tenang sambil menatap tirai yang masih tertutup..


Tak berapamlama kemudian tirai terbuka dan menampakan Sabrina dalam baoutan gaun pengantin yang elegan,gaun peach tanpa lengan itu sangat pas di tubuh Sabrina yang ramping, gadis itu tertunduk ketika ia ditatap dengan begitu tajam oleh Rafa.


Pria itu bangkit berdiri dan mendekati calon pengantinnya yang menantinya dengan penuh rasa gugup.


"Kau sangat cantik Sabrina."


Pria itu menunduk lalu melum** bibir Sabrina dengan begitu panas......

__ADS_1


__ADS_2