
Hai...Viole di sini...
Jadi, bagi yang belum tau, aku hanya ingin kasih tau kalau ceritaku yang selanjutnya sudah aku upload (masih prolog sih, tapi gpp lah, cuma mau ngasih info)
Mungkin aku akan membuat awalan yang sedikit berat, tapi aku berharap aku bisa konsisten dalam menuliskannya.
Gubrak!!!!!
*Pintu dibuka paksa dan terhempas cukup keras.
Haru: "Tega sekali kau membuat cerita baru dan mengabaikanku. Lalu nasibku gimana? Nyampe ke rumah aja belum. Aku udah hampir mati nih, masih dalam angkot. Kau pikir aku akan senang jika terus ada di sana?!" *datang sambil marah-marah
Author: "Sabar, aku lagi banyak tugas sekolah. Nanti aku bikinin outline buat ceritamu. Kamu tenang aja, nanti aku keluarin dari angkot kok,"
Haru: "Udah seminggu, aku ga bisa sabar lagi. Kau pikir aku orang dewasa seperti dirimu yang bisa apa saja?" *tambah marah.
Author: " Tenangkan dirimu dulu, keimutanmu berkurang jika kau marah. Lagi pula jarak umur kita hanya sedikit kok. Umurku juga baru xx tahun," *Nyengir
__ADS_1
Haru: "Itu tidak ada hubungannya.Tetap saja, kau menyebalkan,"
Author: "Hei, aku sedang berpikir keras. Aku berpikir untuk membuat salah satu orang terdekatmu mati, bagaimana menurutmu?"
Haru: "Jahat, padahal kau sudah menghancurkan hidupku di cerita yang kau buat,"
Author: "Tehehe...menyiksa tokoh utama adalah hobiku. Jadi, siapa yang mau kau singkirkan? Jarang-jarang aku mau bertanya pada tokoh utama, kan? Biasanya langsung kubuat sesuka hatiku,"
Haru: "Kalau begitu, buat saja kakakku mati,"
Author: " Eh? Kakakmu bisa menangis kalau mendengarnya dari mulutmu. Lagi pula belakangan ini kalian terlihat akrab. Bukankah dia juga perhatian padamu? Ku lihat kau juga senang bermanja-manja dengannya," *dengan nada menggoda.
Author: "Hihihi...Haru, kau jadi tsundere,"
Haru: "Aku tidak mau tau, kau menyebalkan. Aku pergi!"
Author: "Hei, tunggu. Dengarkan penjelasanku dulu,"
Gubrakk!!!!
__ADS_1
*Pintu kembali dibanting dengan keras.
Yah, dia pergi. Baiklah kita lanjutkan membahas ceritaku yang berikutnya ini. Jadi, aku tetap mengambil tema scifi dan fantasy untuk yang satu ini. Entah kenapa aku jadi jatuh cinta pada scifi dan fantasy. Semua hal mustahil bisa terwujud karena kedua hal itu.
Aku akan masukan beberapa adegan yang sifatnya sedikit gore pada tengah cerita sampai akhir cerita. Tapi ga bakal parah banget, hanya secukupnya saja. Berhubung temanya tragedy, mungkin akan banyak adegan yang membuat tokoh utama merasa tersiksa (seperti hobiku).
Lalu, aku juga akan memasukan unsur dark fantasy yang cukup kental nantinya, lalu juga sedikit teen karena tokoh utama adalah seorang mahasiswa.
Mungkin updatenya hanya akan kulakukan sekali dua hari jika tugasku terlalu banyak, atau mungkin dua kali seminggu jika aku masih bisa bernapas setelah menghadapi tumpukan soal di atas meja belajarku.
Jujur saja, ilmu hitungan itu mulai menyiksaku sejak aku kembali mulai belajar secara online. Padahal selama belajar online, pemasukanku hanya sama dengan nol. Aku ga bisa ke perpustakaan, ga bisa mabar, ga bisa ngapa-ngapain. Ngga bisa nyolong wifi temen, upss..hehe...
Jika ada saran dan masukan, silahkan saja sampaikan di kolom komentar, sebisa mungkin aku akan mencoba mengikuti saran dan masukan kalian. Mungkin itu saja (sebenarnya aku menulis ini hanya karena gabut), dan mungkin karena sedikit kesepian? Ah, aku tidak tau. Sekian...
Terima kasih...
Salam
Viole Grace
__ADS_1