Janji Dari Masa Lalu

Janji Dari Masa Lalu
Surat


__ADS_3

Setelah mendengar ejekan tentangnya dari lelaki buntal itu, Askar berjalan tanpa takut ke sebelah lelaki berjas merah yang masih menikmati miras alkohol tinggi di gelasnya.


"Hei pak tua, sebelumnya aku mendengar perkataan yang tidak menyenangkan di telinga ku." Askar cukup berani untuk komplain kepadanya.


"Apa kau merasa tersinggung ?, Jika benar, berarti kau masih memiliki sadar diri."


"Tuan Askar se....." Askar menghentikan perkataan gadis penghibur itu dengan jari telunjuknya.


Askar tersenyum penuh makna dengan gelengan kepala, itu menunjukkan arti bahwa semua akan baik-baik saja.


Askar mengambil gelas minuman dari lelaki berjas merah, duduk disampingnya dan bersandar siku.


"Tuan siapa yah !?." Askar coba mengingat.


"Jangan coba-coba cari masalah denganku." Balasnya.


"Ah!! ...aku tahu kau, kau orang yang selalu muncul di selebaran dan sepanduk bertuliskan "lawan ketidakadilan'." Askar tertawa saat ingat wajah di dalam sepanduk.


"Apa kau pikir itu lucu ?." Tegasnya yang tidak menyukai sikap lelaki berfasion gelandangan duduk dengan santai di sampingnya.


"Ah maaf, aku sudah sering mendengar tulisan kampanye 'Lawan ketidakadilan', 'Kesetaraan bagi semua manusia', 'Hijaukan bumi, cegah pemanasan global' atau 'Butuh dana Cepat ?.' itu terdengar seperti dongeng yang lucu dan aku tertawa..." Ungkap Askar berkata jujur dan menikmati meminum air tanpa alkohol itu.


Askar meletakan gelas di atas meja, mengacungkan jari telunjuk didepan hidung lelaki berjas merah ... "Jadi begini, apakah perlu anda menghakimiku, entah aku tunawisma, gelandangan, tukang sapu, cleaning servis, supir taksi atau pun seales obat kuat. Aku punya harga diri, siapa tahu, aku sebenarnya orang kaya yang sedang menyamar menjadi orang miskin." Askar memberi peringatan keras.


Lelaki dengan dasi bermotif bunga-bunga itu berubah ekspresi, dia merasa tertekan oleh sorot mata Askar dan segera mengangguk cepat, wajahnya pucat ketakutan, merasa jika sosok yang dipanggil Askar bukan orang sembarangan.


Dimana sekarang ada banyak acara yang menggunakan metode prank, saat para orang kaya pura-pura miskin, dan ternyata memang miskin beneran. Terlebih lagi, dia berada di tempat dalam dunia gelap kota Boston, markas para Assassin, tentu ada kemungkinan untuk terbunuh.


"Memang tuan Askar ini orang kaya ?." Presenter itu menjadi lebih sopan kepada Askar.


"Bukan, aku hanya tukang bersih-bersih saja." Jawabnya dan langsung saja pergi setelah menghabiskan satu botol penuh air putih dari meja lelaki berjas merah.

__ADS_1


Askar berjalan mendekat kesebuah meja bartender, dimana seorang wanita cantik berambut cokelat kemerahan duduk santai menunggu seseorang..."Sela, kenapa kau memanggilku tengah malam begini, besok aku ada pekerjaan."


Sela menggunakan gaun tipis berwarna kelabu dengan bentuk yang terbuka depan belakang, punggungnya putih mulus tanpa cacat, termasuk longgar gaun yang menampakan jurang dalam dari cela himpitan dadanya.


Lirikan matanya tajam namun sendu, bibir indah bergincu merah, dan senyuman manis yang melengkung di wajah, semua daya tarik dimana orang gila pun akan waras seketika.


Itu membuat siapa pun terpesona, tidak perduli tua atau pun muda, perjaka atau yang beranak lima, sekilas pandangan mata tertuju kepada sela, hilang semua akal semua orang


Jika sela meminta mereka semua untuk menggonggong sekali pun, asalkan bisa menjilat kaki putih yang tersimpan dari balik gaunnya, tidak akan bisa untuk menolak.


Sentuhan jari lentik dengan cat kuku berwarna merah, secara perlahan mengelus pipi Askar dengan lembut...."Askar kamu kok lama sekali."


Saat mendengar nada suara alto dari mulut manis gadis cantik yang duduk itu, semua orang baru akan tersadar jika sela adalah seorang lelaki, tidak mantan lelaki yang berganti profesi menjadi wanita, tidak juga, lebih tepatnya dia adalah waria.


Nama lengkapnya : Selamet Saefudin, Asli Indonesia.


Entah apa yang terjadi, kemungkinan besar akibat salah suntik hormon estrogen dan progesteron, membuat ke jantannya diambil alih.


Jika bukan karena suara alto 5 oktaf yang jelas terdengar ditelinga Askar, dia pun akan langsung jatuh cinta, sama seperti pertama kalinya Askar bertemu dengan sela.


"Apa kau pikir aku memiliki banyak waktu luang untuk datang ke tempat ini setiap hari."


"Padahal kau hanya perlu aktif menjalankan misi dari guild saja itu sudah cukup membuatmu kaya. Tapi kenapa kau lebih memilih kerja sebagai cleaning servis ?."


"Aku punya alasan untuk itu."


"Aku sedikit tertarik." Balas Sela tersenyum menawan.


"Kau tidak perlu mencari tahunya, atau aku laporkan kepada Salma."


Sikapnya berubah mendengar ancaman Askar..."Baiklah, aku hanya bercanda."

__ADS_1


Sela hanyalah sebatas manager untuk mengawasi club 'Alba Dorata' di cabang kota Boston ini. Sedangkan Club dan guild 'Alba Dorata' berada di bawah kepemilikan dari keluarga Cortez, salah satu keluarga mafia besar dari Italia yang mendirikan perkumpulan para pembunuh bayaran yaitu Assassin.


Dan Salma sendiri adalah istri dari kepala keluarga Cortez, sehingga dia lah orang yang mengelola bisnis di semua cabang Club 'Alba Dorata'.


Sehingga ketika Askar memberi ancaman kepada Sela atas nama Salma dia langsung ketakutan dan menyerah untuk tidak mengungkit masalah pribadi Askar.


"Surat ini adalah pesan dari nyonya Salma."


"Apa kau membukanya." Tanya Askar.


"Jangan gila, aku masih butuh pekerjaan di tempat ini, jika nyonya Salma tahu aku melihat isi suratnya, aku bisa dibuang dan menjadi gelandangan."


Itu jelas masih lebih baik, karena di dunia Assassin, orang-orang yang mengkhianati kelompok mereka atau membocorkan rahasia guild, semua akan di bunuh dan jazadnya di lenyapkan.


"Baguslah kalau kau mengerti."


Askar mengambil surat yang diberikan oleh Sela dan membacanya dengan tersenyum senang, tanpa perlu menyimpan, Askar pun segera membakar surat itu agar tidak diketahui oleh orang lain.


Hal ini memang digunakan oleh para Assassin untuk menyingkirkan bukti dari segala bentuk transaksi atau pun pesan rahasia agar tidak diketahui orang lain.


"Sampai sekarang, aku penasaran, apa hubunganmu dengan Nyonya Salma dan mendapat perlakukan istimewa."


"Hmmm bisa dibilang aku adalah calon menantunya." Jawab Askar.


Sela tertawa dengan puas ... "Kau bercanda, bagaimana mungkin, orang seperti mu menjadi bagian dari keluarga Cortez."


Tapi sejenak tawa sela terhenti, ketika dia melihat tatapan mata Askar .... "Kau serius."


"Entahlah, mungkin menang aku sedang bercanda." Balas Askar tersenyum sendiri.


"Kau mempermainkan ku." Ucap Sela kesal.

__ADS_1


Askar tidak membenci makhluk satu ini, karena Sela cukup banyak membantu Askar di Amerika. Dari mulai mencarikan tempat tinggal, memalsukan identitas, mencari pekerjaan yang dia inginkan dan juga memberi bantuan finansial jika kehabisan uang sebelum gajian.


Tapi memang benar apa yang Sela katakan, jika dia aktif sebagai Assassin di guild, tentu semua masalah finansial akan teratasi. Meski begitu, tujuan Askar di kota Boston ini bukanlah sekedar mencari uang.


__ADS_2