
Sela masuk kedalam ruang kantornya....
Seperti biasa, dia sudah melihat ke arah tumpukan berkas dan dokumen-dokumen yang menjadi tugasnya untuk mengevaluasi hasil pekerjaan di dalam guild 'Alba Dorata'.
Wajah Sela terlihat malas, dia merasa ingin mengeluh namun tidak ada yang bisa dilakukan kecuali menyelesaikan pekerjaannya dan memberi laporan kepada Salma.
Tapi baru saja Sela berniat mengambil satu berkas untuk di baca, suara ponsel terdengar dari dalam tas Blue Crocodile Hermès Birkin.
Satu buah pesan telegram muncul di layar notifikasi dimana itu hanya sebuah file data PDF yang dikirimkan oleh seseorang tanpa nama kontak.
Pesan itu menjadi sumber berbagi informasi di dalam dunia gelap, mereka membayar banyak uang kepada para informan untuk selalu update berita-berita penting di guild mana pun.
Sela tersenyum sendiri..."Baiklah, berita apa yang kita dapatkan hari ini."
Saat sela membuat isi data dari format pdf itu, senyum Sela semakin lebar, bahkan dia mulai tertawa namun raut wajahnya seakan tidak mau percaya dengan apa yang baru saja dia lihat.
Sebuah berita, jika dikatakan George Walker telah tewas terbunuh dua hari yang lalu, begitu juga di bagian bawah gedung mayat-mayat para penjaga berserakan.
Tapi di balik itu semua, diatas Mayat George Walker terdapat pula tumpukan berkas, kaset rekaman dan juga salinan data yang meliputi segala bentuk transaksi keluarga Walker dengan dunia bawah.
Harusnya kejahatan dari George Walker akan diketahui oleh publik saat berita ini muncul di layar televisi, tapi hingga sekarang kematian George Walker masih di tutup-tutupi oleh media massa.
Seperti yang dikatakan jika ada kongkalikong antara mafia dunia gelap dengan pemerintah Amerika, sehingga mereka tidak ingin bukti kejahatan George Walker terbongkar karena sama saja menggali kuburan sendiri.
Yang jelas, semua kekayaan yang tersimpan di dalam brankas besar telah lenyap, dimana total cukup fantastis, sekitar 19 milyar dollar tapi itu bukan semuanya adalah uang, ada juga emas batangan, permata, dokumen kepemilikan tanah, Surat saham dan banyak lagi dari seluruh aset keluarga Walker.
"Jadi Askar benar-benar melakukannya, dia seakan tidak takut dengan kematian, bahkan mungkin, dia cukup berani untuk melawan malaikat maut." Itu hanya sebuah kiasan dari ucapan Sela.
Sela tahu, jika berurusan dengan keluarga Walker tentu bekingan mereka tidak akan membiarkan masalah yang terjadi hilang begitu saja. Mereka tentu mencari tahu kebenaran atas kematian George.
"Benar apa yang Nyonya Salma katakan, jika dia terpancing dan memiliki motivasi dalam satu tujuan, dia akan mampu membunuh kepala keluarga Walker... Jadi bisa di pastikan, Askar adalah orang yang tepat untuk meruntuhkan kekuasaan sembilan Dewan tertinggi lain."
George Walker memang bukan yang terkuat di daratan Amerika serikat, tapi dia termasuk mafia nomor 4 dibawah pengaruh kekuasaan keluarga Halfield, sehingga melawannya langsung ke dalam kandang musuh benar-benar hal bodoh.
Tapi seorang Askar, dia datang sendirian membantai habis puluhan orang begitu mudah tanpa ada satu bukti bahwa dia pernah hadir di sana.
Ketukan pintu membawa masuk satu lelaki yang datang dari luar pintu.. ."Nona, sela, nona..."
"Ya silakan masuk."
Dimana satu penjaga keamanan Club datang dengan wajah gugup dan sedikit gemetar.
"Samuel apa yang terjadi." Tanya Sela bingung.
"Seseorang dari luar ada yang ingin bertemu dengan anda, nona sela." Balasnya.
__ADS_1
Melihat sikap Samuel tidak biasa untuk sekedar seorang tamu yang ingin bertemu, tentu Sela bingung, karena ada banyak orang berbahaya masuk dan keluar seperti biasa, Samuel jelas tidak takut menghadapi mereka.
"Siapa orang itu."
"Dia mengatakan, jika dirinya Putri dari Nyonya Salma."
Terkejut Sela hingga lupa untuk menahan suaranya...."Haaah !!?... Kenapa putri nyonya Salma ada di sini, dan juga nyonya Salma tidak memberi kabar apa pun jika Putrinya akan datang."
"Apa yang harus aku lakukan ?." Samuel bingung.
Sela pun demikian, tapi dia segera bersikap tenang...."Biarkan dia masuk, biar aku yang menemuinya."
"Baik nona."
Lepas Samuel pergi untuk membawa putri majikan mereka masuk, Sela segera mengambil ponsel dan mencari nomor kontak dari Salma.
Setelah panggilan di angkat Sela segera bertanya.
"Nyonya, apa anda mengirim putri Alesa untuk berkunjung ke tempat kita."
[Aduh.... Bagaimana bisa dia ada di sana.]
Sela bingung kenapa Nyonya Salma selaku ibu dari putri Alesa tidak tahu menahu soal ini.
[Sebelumnya dia hanya berpamitan ingin beli snack di minimarket...]
"Lalu kenapa putri Alesa ada disini."
[Pantas saja, Alesa tidak pulang dari pagi sampai malam, ternyata dia pergi ke Amerika...]
"Nyonya, apa yang harus aku lakukan ?."
[Kau bawa saja Alesa ke hotel, atau kemana pun, turuti saja apa yang dia mau, aku yakin jika kepergian Alesa ke Amerika adalah ingin bertemu Askar.]
"Kenapa bisa putri Alesa tahu Askar ada di sini."
[Kemungkinan dia melihat alamat surat yang Askar kirim dari Club 'Alba Dorata'.]
"Kalau begitu apa perlu aku panggilkan Askar untuk datang."
[Ya lakukan itu, jika tidak Alesa akan marah.]
"Baik nyonya."
Berselang satu panggilan yang telah berakhir.
__ADS_1
Samuel datang kembali dan kini seorang wanita cantik berambut pirang berjalan mengikuti dari belakang.
Wajah tegas, tatapan tajam dan segala hal yang begitu sombong untuk menarik perhatian setiap lelaki, benar-benar membuat Sela paham, kenapa Dia bisa tahu jika itu adalah putri dari nyonya Salma.
"Nona Alesa, selamat datang...."
"Ya..." Alesa menjawab dengan singkat.
Tanpa perlu meminta konfirmasi untuk dia di persilakan duduk atau tidak, Alesa segera menyandarkan tubuhnya di atas sofa dengan wajah yang kurang ramah.
"Nona Alesa, ada keperluan apa nona datang kemari."
"Aku ingin bertemu seseorang dan aku tahu jika dia ada disini." Jawab Alesa sengit.
"Kalau boleh tahu, siapa orang itu." Tanya Sela dengan sopan.
"Askar. Jadi dimana dia ?."
Seakan menyesal dan juga percuma untuk Sela bertanya, karena dia sudah tahu jawaban itu dari nyonya Salma.
"Untuk sekarang Askar tidak datang kemari nona, biasanya jika kami ingin memanggil Askar, kami harus memberi pesan khusus dan itu juga belum tentu membuat Askar tertarik untuk datang."
"Aku datang jauh-jauh dari rumah ke tempat ini untuk bertemu Askar, jika kalian tidak bisa membawanya, ya aku marah..."
Sela sadar menanggapi nona muda Alesa, putri dari majikan mereka ini sangatlah merepotkan, tapi mau bagaimana lagi.
"Aku tidak bisa berjanji, karena sejak awal Askar tidak terikat di tempat ini, dia juga selalu datang dan pergi seenak hati..."
Tapi sikap Alesa tetap keras...."Aku tidak peduli, aku disini untuk bertemu Askar ku. Apa pun caranya kau harus lakukan itu."
"Baik nona." Sela hanya bisa mengiyakan perintah Alesa.
Tiba-tiba saja, dari balik pintu seorang gadis liar berdandan model gotik atau wanita Emo menerobos masuk tanpa permisi.
"Sepertinya aku mendengar sesuatu yang menarik di sini." Ucapnya selagi masuk kedalam ruangan manager.
Terkejut Sela..."Elissa, kau jangan masuk."
"Tidak perlu takut manager, aku masuk karena aku bisa memberi apa yang putri ini inginkan."
"Apa maksudmu."
"Hmmm aku tidak bisa membawa Askar kemari, tapi aku bisa mengantarkan mu ke tempat Askar tinggal." Jawabnya.
Alesa segera berdiri dan berjalan keluar secara tiba-tiba... "Apa yang kau tunggu, ayo kita pergi."
__ADS_1