Janji Dari Masa Lalu

Janji Dari Masa Lalu
Pengawal pribadi


__ADS_3

Di dalam kamar....


Suara dering telepon menerima panggilan dan Rea yang baru saja selesai mandi, keluar hanya dengan handuk menutupi tubuhnya.


Tapi perhatiannya tertuju ke arah panggilan masuk di ponsel yang tidak berhenti, melihat nama di layar, senyum kecil melengkung di wajah Rea.


"Anna ?, Ada apa ?." Ucap Rea menjawab panggilan itu.


[Hei, kapan kau kembali ke asrama, aku kesepian karena kau tidak pulang.]


"Hmm soal itu aku tidak tahu, tapi mungkin besok aku akan datang ke kampus. Aku ada janji untuk bertemu dosen dan mengajukan laporan ku."


[Itu bagus, sudah lima hari kau pergi, dan aku tidak memiliki siapa pun untuk diajak bermain.]


"Tidak biasanya, apa kau sudah tidak tertarik untuk mencari lelaki baru agar bisa membuang kebosanan mu."


[Setelah kejadian itu, aku sedikit takut mengenal lelaki asing dari media sosial, bisa jadi aku akan di jual oleh mereka.]


"Aku tidak berpikir jika kau akan laku, bahkan untuk harga diskon." Rea tertawa dengan sedikit lelucon kepada Anna.


Kejadian saat itu sedikit membuka mata Anna dan Rea, bahwa ada banyak lelaki yang mungkin akan memiliki niat jahat kepada mereka.


Meski pun berita soal tiga lelaki yang mereka temui dianggap sebagai sindikat perdagangan manusia dan tewas mengenaskan, ajaibnya Rea dan Anna bisa selamat.


Tentu mereka tidak berpikir itu adalah kebetulan semata hingga Anna lebih berhati-hati dalam mendekati setiap lelaki asing yang berniat mengajaknya berkenalan lewat media sosial.


Rea membenahi diri dan memilih pakaian dari lemari, panggilan tetap tersambung dan sedikit candaan membuat Rea tersenyum.


Mengingat beberapa hal yang di ceritakan oleh sang ayah bukan cerita karangan romantis, tapi kisah tragis dari rahasia dibalik Keluarga Mavendra. Rea merasa bersalah, dimana dia menganggap bahwa selama ini ayahnya adalah orang jahat tanpa memberi perhatian kepada keluarga.


Namun kenyataannya, apa yang dilakukan Dirgan adalah demi melindungi Rea dan menjauhkannya dari tindakan jahat keluarga Mavendra.


[Rea, lalu bagaimana dengan kedekatan mu dengan Askar ?, Apa kau tidak ingin melanjutkannya ?.]


"Tentu saja aku tidak akan menyerah."


[Lantas, apa kau sudah memberitahu ayahmu soal Askar ?.]


Rumit Wajah Rea untuk menjawabnya...."Tidak, itu belum aku lakukan."


[Aku yakin, jika kau takut kalau ayahmu akan menolak Askar.]


"Begitulah, tapi tetap saja, aku tidak akan menyerah."


[Aku akan selalu mendukung mu, Rea, jadi jangan khawatir.]

__ADS_1


"Terimakasih Anna."


[Oh iya, apa kau sudah mendengar kabar soal Fio.]


"Apa dia ditangkap polisi lagi karena membuat keributan saat mabuk."


[Tidak bukan itu.]


"Lalu apa yang terjadi kepadanya ?." Rea cukup malas untuk mengurusi urusan wanita itu.


Setelah perbuatannya kepada Askar di Club After Night, Rea benar-benar marah dan membencinya. Meski Askar sudah menjelaskan bahwa itu adalah kecelakaan, tapi tetap saja, Rea tidak mau memaafkan Fio.


[Sudah tiga hari dia hilang.]


"Bukankah itu biasa untuknya, mungkin sekarang Fio sedang berpesta di hotel bersama lima lelaki." Tawa Rea sedikit mengejek.


[Meski benar begitu, biasanya dia bersama teman-temannya yang lain, tapi sekarang, teman-teman lain tidak tahu dimana Fio berada, aku khawatir jika dia mendapat masalah yang lebih serius.]


"Hmmm biarkan saja, dia sendiri yang memilih hidup bebas seperti keinginannya. Jadi kita tidak berhak mengusik hidup Fio.


[Ya mungkin kau benar...."


Tiba-tiba saja ketukan pintu terdengar dari luar, suara wanita memanggil Rea.


"Baiklah Agelica, aku sedang berganti pakaian, sebentar lagi aku akan keluar." Balas Rea untuk memintanya pergi.


"Baik nona."


Kembali ke panggilan ponselnya dengan Anna.


"Anna, aku ada urusan, kita sudahi dulu, besok aku akan datang ke kampus."


[Tentu saja, jaga dirimu Rea.]


Setelah panggilan berakhir, Rea memakai pakaian yang dia ambil dan segera keluar kamar untuk menemui Ayahnya.


*******


Ryan tidak mengenal baik sosok Dirgan Mavendra, hanya sedikit yang dia tahu bahwa dia adalah kepala keluarga Mavendra dan memiliki aset kekayaan fantastis di negara Indonesia.


Keluarga Mavendra dan pasukan khusus rahasia Donahue memang memiliki sebuah hubungan, dimana mereka adalah salah satu keluarga kaya yang memberikan dana dalam projek akademi Donahue.


Karena itu juga, tidak aneh jika Dirgan Mavendra mengenal baik sosok kapten Zernad Salaman, sebagai prioritas utama keluarga yang di lindungi oleh pasukan Donahue.


Namun Ryan tidak menyangka, jika secara khusus, Dirgan meminta kepada kapten Zernad untuk mencarikan pengawal pribadi yang akan menjaga putrinya.

__ADS_1


Padahal, jika dilihat dari banyaknya bodyguard milik keluarga Mavendra, hampir mustahil ada penjahat yang berani mengusik ketenangan mereka.


"Selama dua puluh empat jam, kau harus menjamin keselamatan dari putriku."


"Apa itu artinya aku tidak boleh tidur." Jawab Ryan sedikit menyesal.


"Kau tidur, makan, buang hajat, dan semua yang kau inginkan seperti biasa, tapi tetap saja, kau harus datang, setiap kali putri ku menekan tombol alarm ini." Dirgan pun membuka isi kotak yang akan menjadi alat deteksi penyadapan.


Dua benda itu adalah alat komunikasi jarak jauh yang berbentuk jam tangan dan cincin. Ryan di berikan jam tangan sebagaimana diketahui bahwa keberadaan orang dengan cincin itu akan dilacak oleh Ryan.


"Baik, aku mengerti tuan dirgan." Patuh Ryan menjawab.


Hingga tidak lama kemudian, seorang wanita berjalan memasuki ruang tamu. Ryan menatap penuh perhatian, pesona luar biasa seakan membuat dia tidak mau mengedipkan matanya.


Tidak bisa Ryan menggambar seberapa cantik wanita yang di lihatnya sekarang, langkah anggun, rambut hitam lurus, lentik mata dengan sorot lembut namun tegas, semua itu membuatnya diam di tempat bahkan lupa untuk bernafas.


"Rea kemarilah, ada yang ingin ayah kenalkan." Panggil Dirgan.


Rea melihat lelaki di depan ayahnya...."Siapa dia ...."


"Mulai sekarang, dia akan menjadi pengawal pribadi mu." Jawab Dirgan.


Rea terkejut, meski itu memang menjadi hal wajar bagi anak-anak orang kaya dengan para pengawal pribadi, namun untuk dia yang hidup di Amerika hampir tiga tahun, tidak menganggap bahwa pengawal itu diperlukan.


"Aku tidak mau..." Jawab Rea singkat.


"Kenapa Rea ?."


"Aku tidak ingin hidupku seperti diawasi oleh seseorang." Jawab Rea.


"Tapi Rea, ayah hanya ingin keselamatan mu terjamin."


"Aku tidak berpikir jika selama ini aku berada dalam masalah."


"Ya itu benar, tapi bukankah ayah sudah katakan, bahwa di saat sekarang, keluarga Mavendra sedang tidak baik-baik saja, ayah merasa khawatir jika terjadi sesuatu." Balas Dirgan memberi alasan.


Rea yang kini merasa paham dari tindakan Ayahnya memberi pengawal pribadi adalah demi keselamatan nya, tentu tidak mungkin dia menolak begitu saja.


"Baik, tapi aku tidak ingin ada yang mengganggu kehidupan pribadi bersama teman-temanku." Ucap Rea memberi syarat.


"Tentu saja, Ryan akan menjagamu dari jauh, dan menyelamatkan mu saat kau memberi tanda dengan cincin ini." Dirgan pun memahami alasan Rea.


"Aku mengerti."


Selama pengawal yang Ayahnya tidak menggangu kehidupan sehari-hari, Rea menganggap itu bukan hal buruk.

__ADS_1


__ADS_2