
Berada di apartemen....
Askar membuka isi dokumen dalam flashdisk yang dikirim oleh Salma.
Ada lima folder dimana masing-masing berisi data dari lima orang di keluarga Mavendra yang terlibat kejahatan atas pembunuhan ibunya.
Namun di sana tidak ada nama Dirgan Mavendra, karena Askar tahu jika Dirgan tidak termasuk orang yang mencari dokumen rahasia tentang kejahatan keluarga Mavendra.
Bahkan sejak awal, dokumen itu sendiri berasal dari Dirgan dan diberikan kepada Hana, namun orang-orang di keluarga Mavendra menganggap bahwa Hana sendiri lah yang mencari tahu, tentang semua bukti kejahatan mereka terhadap keluarga Sanghinan.
Tepat sebelum Askar menyembunyikan diri ke Amerika, dia mencari dokumen yang di bicarakan oleh para Assassin kiriman keluarga Mavendra saat membunuh ibunya.
Askar memang tahu dimana tempat sang ibu menyembunyikan dokumen itu sehingga para Assassin tidak bisa menemukannya. Sebuah kardus berisi buku-buku bekas dimana orang lain pikir itu hanya sekumpulan buku tidak terpakai, nyatanya memang benar.
Karena sejak kondisi ibu yang depresi dan tidak memiliki kesadaran untuk hidup normal, banyak buku-buku kusam di dalam kamarnya, Askar mulai merapikan semua buku itu kedalam kardus hingga dia menemukan satu buku catatan yang berhubungan dengan keluarga Sanghinan.
Namun saat itu Askar tidak mengerti apa pun soal siapa keluarga Sanghinan, seakan itu hanya cerita biografi mengisahkan lika-liku hidup atau pun kiat sukses menjadi pengusaha muda dan Askar kurang berminat membacanya.
Namun setelah paham dengan hubungan antara keluarga Mavendra dan Sanghinan di masa lalu, isi dari buku catatan yang ibunya simpan adalah bukti atas semua kejahatan mereka.
Dan di dalamnya juga ada beberapa catatan tentang lima orang yang menjabat sebagai para ketua di keluarga Mavendra sebelum Dirgan menjadi kepala keluarga.
Lima tetua itulah target dari pembalasan dendam Askar, sedangkan Dirgan hanya orang tambahan yang dia benci, karena sudah menelantarkan sang ibu dalam keadaan serba susah hingga depresi berat.
Tapi tetap saja, setiap orang di keluarga Mavendra harus hancur di tangan Askar, tidak peduli jika itu ayahnya sendiri akan merasakan dendam yang dia simpan selama ini.
Kecuali untuk satu orang dia adalah Rea.
Askar mengambil ponsel yang tersimpan di dalam saku celananya dan dari celah dompet dia mengeluarkan secarik kertas.
Melihat setiap nomor tercatat di kertas itu, Askar pun melakukan panggilan internasional ke Indonesia.
"Halo....." Ucap Askar untuk mengawali pembicaraan.
__ADS_1
[Dua tahun kau tidak pernah menghubungi ku dan sekarang kau muncul sekarang Noe apa kau tahu karena kau pergi tiba-tiba ada banyak masalah harus aku hadapi kau tahu itu...]
Suara wanita terus bicara seakan tidak peduli soal tanda baca yang membuat Askar paham jika dia sedang marah.
Rumit wajah Askar mendengar setiap ocehan dari wanita itu....."Maafkan aku, Tante Salma, aku memiliki alasan kenapa harus pergi tanpa meninggalkan apa pun, karena memang akan berbahaya jika ada orang lain tahu tempat keberadaan ku sekarang."
[Baiklah aku mengerti, tapi apa kau sadar, Alesa sangat murung untuk satu bulan setelah kau pergi.]
"Aku akan minta maaf secara langsung saat aku kembali nanti." Balas Askar sedikit menyesal.
[Jadi kenapa baru kau sekarang menghubungi ku, apa ada yang kau inginkan.]
"Aku ingin bertanya, berapa banyak uang yang terkumpul dari saham ku di perusahaan Terma Lungung grup."
[Tunggu sebentar.....]
Salma terdengar berisik seperti sedang mencari sesuatu untuk menjawab pertanyaan Askar itu.
[Baiklah.... untuk dua tahun dengan keuntungan yang meningkat hingga 600% dari saham milikmu di perusahaan Terma Lungung grup, kau memiliki tabungan sekitar 300 milyar....]
[Apa kau lupa siapa yang menjalankan bisnis di Terma Lungung grup adalah keluarga Cortez. Tentu semua akan mudah.] Cukup sombong Salma membanggakan dirinya sendiri.
"Jadi Tante Salma, apa jadinya jika aku membeli saham di perusahaan keluarga Mavendra dengan semua uangku itu."
Itu yang menjadi tujuan Askar menghubungi Salma setelah sekian lama bersembunyi.
[Aku tidak yakin, perusahaan keluarga Mavendra bukan sembarangan, mereka bisa dikatakan yang terbaik di Asia tenggara setelah dipegang oleh Dirgan. Jadi untuk 300 milyar, itu hanya membuatmu memiliki 3% dari saham mereka.]
"Aku mengerti." Askar sedikit berpikir.
[Jika kau berniat menyerang bisnis keluarga Mavendra sekarang. Itu akan percuma, orang-orang tidak akan mau menjual saham di keluarga Mavendra untuk 300 milyar. Dimana keuntungan yang mereka dapat jauh lebih besar dari pada menjualnya.]
"Tapi bagaimana jika harga saham mereka turun. Karena sebuah berita yang menyangkut nama baik keluarga Mavendra."
__ADS_1
[Jika itu terjadi, maka kau memiliki peluang besar untuk membeli saham mereka, tapi kemungkinan terburuknya adalah kau tidak akan mendapat keuntungan dari semua ini.]
Tentu Askar paham apa yang sedang Salma bicarakan, kemungkinan terburuk itu adalah saat saham perusahaan keluarga Mavendra jatuh, maka orang-orang akan melepas saham mereka hingga menjadi kerugian bagi Askar ketika membeli saham di perusahaan yang bisa saja bangkrut.
Sebenarnya kebangkrutan perusahaan keluarga Mavendra adalah tujuan utama Askar, tapi itu bukan hal menyenangkan. Dia ingin menguasai perusahaan itu dan menyingkirkan orang-orang dari keluarga Mavendra.
"Aku merasa yakin, jika Dirgan akan mampu membalik keadaan agar saham perusahaannya akan kembali naik dan stabil di puncak kejayaan." Askar tentu memahami siapa sosok musuhnya itu.
[Untuk seorang anak yang di telantarkan oleh Dirgan, kau sangat mempercayai kemampuan ayahmu.]
"Meski sekarang aku menganggap Dirgan adalah musuh, tapi sebagai saingan bisnis, dia adalah sosok luar biasa, mengingat prestasinya yang membuat keluarga Mavendra tidak terkalahkan." Jawab Askar penuh keyakinan.
[Baiklah, aku mengerti... Jadi kapan kau akan membuka aib buruk yang di miliki oleh keluarga Mavendra.]
"Mungkin Minggu depan, aku harus mempersiapkan semua bahan informasi, agar berita itu mampu mengguncang seluruh Indonesia ."
[Kabari aku jika semua sudah siap, saat saham turun aku akan menggunakan uangmu untuk membeli saham mereka.]
"Terimakasih Tante Salma, aku sangat berterimakasih." Jawab Askar merasa lega jika keluarga Cortez berada di pihaknya.
[Bukan masalah, aku pun cukup tertarik dengan kehidupan mu, Noe...]
"Jangan anggap hidupku ini seperti hiburan. Baiklah Aku akan menutup teleponnya."
[Tunggu sebentar....]
"Ada apa Tante Salma ?." Askar bertanya.
[Jika kau memiliki waktu, hubungi lah Alesa, aku yakin dia sangat menantikan kabar darimu.]
Wajah Askar rumit saat mengingat kembali sosok wanita bernama Alesa..."Akan aku pikirkan tante."
Semua yang Askar lakukan sekarang, hanya satu langkah kecil untuk masuk ke dalam keluarga Mavendra sebagai pebisnis. Kekuatan keluarga Mavendra sendiri tidak lah sederhana.
__ADS_1
Jika Askar sampai salah langkah saat mengambil keputusan, semua rencana pembalasan dendamnya bisa saja berakhir sia-sia. Oleh karena itu, dia harus menyerang sedikit demi sedikit, merusak kekuatan mereka dari dalam, hingga mencapai titik vital untuk dihancurkan secara total.