Janji Dari Masa Lalu

Janji Dari Masa Lalu
Rahasia keluarga


__ADS_3

Berada di sebuah food court seperti yang dijanjikan oleh Anna untuk mereka makan siang, Rea datang bersama dua lelaki, meski pun satu orang lagi berada sepuluh meter di belakang mereka.


Anna merasa senang melihat kedekatan antara Rea dan Askar, tapi itu bukan sesuatu yang disebut romantis, dimana Askar hanya memasang wajah datar ketika Rea menarik tangannya untuk masuk ke dalam tempat makan.


"Rea kemarilah...." Anna melambaikan tangan untuk memberi tahu tempatnya duduk.


Menarik satu kursi untuk Rea duduk dan Askar pun mengambil kursi di sebelah Rea. Sedangkan Ryan yang berada jauh di pintu masuk hanya berdiri diam menunjukkan wajah melas ke arah mereka.


"Bagaimana dengan Ryan, apa kau tidak membiarkannya datang kemari dan duduk bersama kita." Tanya Anna.


"Dia yang memilih untuk berada di sana, jadi aku tidak memaksanya." Rea memberi alasan.


"Kau itu ..." Seakan Anna tahu, jika jawaban Rea hanya sebuah alasan, karena mungkin dia masih kesal untuk hidup yang di awasi.


Anna berinisiatif, dia mendekati Ryan dan membawanya masuk untuk ikut duduk bersama mereka di bangku pojok belakang.


"Tentu kau tidak masalah kan Rea ?." Kata Anna yang sengaja mengajak Ryan datang.


Rea pasrah..."Meski pun aku berkata tidak, kau tidak akan mendengar jawabanku."


"Aku anggap itu sebagai jawabannya."


"Terserah kau saja."


Anna sudah memesan beberapa menu, dan para pelayan pun membawakan bermacam-macam makanan di atas meja mereka.


"Jadi apa yang terjadi saat kau bertemu dengan ayahmu Rea ?." Kembali Anna bertanya.


"Untuk beberapa alasan aku merasa bingung dengan penjelasan soal ayahku mengenai latar belakang keluarga Mavendra." Jawab Rea sedikit malas.


"Oh, apa ini tentang sisi gelap yang tersembunyi." Tawa Anna menganggap ucapannya adalah sebuah lelucon.


Tapi melihat bagaimana ekspresi datar dari Rea membuatnya sadar bahwa apa yang dia anggap sebagai lelucon itu memang benar terjadi.


"Sepertinya aku tidak bisa tertawa untuk mendengar ini." Ucap Anna serius.


"Hanya saja, satu hal terpenting dari semua cerita ayahku adalah...."


Anna segera menutupi mulut Rea..."Tunggu Rea sebelum kau mengatakannya, Aku ingin bertanya..."


"Apa itu ?."


"Ceritamu ini tidak menyangkut ke ranah hukum kan ?." Itu yang Anna khawatirkan.

__ADS_1


"Ranah hukum ?, apa kau pikir aku mengarang dan melakukan plagiat karya orang lain."


"Tidak bukan itu, tapi ...Hmmm seperti, aku tidak akan masuk penjara jika mengetahui rahasia keluarga Mavendra."


"Tidak juga, karena ini tidak menyangkut soal mereka... Tunggu, karena masih berhubungan dengan keluarga ku, jadi mungkin memang ada." Rea berubah pikiran.


"Jangan kau anggap remeh sebuah rahasia yang mungkin ke arah tindak pidana. Rea. Aku tidak ingin menjadi saksi atas kesalahan orang lain." Balas Anna dengan penolakan.


"Lupakan itu, semua akan baik-baik saja."


"Apa kau yakin ?."


"Tentu saja."


Walau Anna sedikit khawatir jika harus ikut campur soal keluarga Mavendra, tapi dia pun merasa penasaran dan mulai mendekatkan diri untuk lebih jelas mendengar perkataan Rea.


Lanjut Rea bercerita..."Jadi ... Sebenarnya aku memiliki kakak lelaki yang lama hilang."


"Apa...." Anna terkejut.


"Huh ?." Ryan pun bingung.


"....Gubrak...." Dan Askar sudah tergeletak di lantai.


Askar mencari alasan.."Tidak apa, aku baik-baik saja, kaki ku terkilir saat ingin berdiri."


"Apa perlu aku panggil ambulans."


"Jangan buat keributan untuk hal kecil seperti ini Rea."


"Tapi...."


"Lihat, tidak ada masalah apa pun, aku hanya terkilir, kau tidak perlu khawatir Rea."


"Baiklah."


Kembali ke posisi duduk mereka masing-masing, Anna kini mulai tertarik soal cerita kakak lelaki Rea yang telah lama hilang itu. Dimana selama ini Anna hanya tahu jika Rea adalah satu-satunya putri dari Dirgan Mavendra dan akan menjadi ahli waris keluarga yang di serahkan kepada suaminya kelak.


Tapi dengan adanya sosok kakak lelaki yang telah hilang kini di temukan, tentu posisi Rea sebagai ahli waris akan dipindah alih kepada sang kakak.


"Rea sebenarnya ini masalah serius, karena jika kakakmu itu kembali ke rumah, hak waris keluarga Mavendra mungkin akan diberikan kepadanya."


"Aku tidak berpikir jika itu adalah hal buruk, karena sejak awal, aku tidak berminat dengan harta keluarga Mavendra, terserah mereka mau memberikannya kepada siapa."

__ADS_1


"Tapi kau terlalu berlebihan, jangan menghakimi seseorang atas anggapan mu sendiri, bagaimana jika kakaknya Rea bukan orang tamak."


"Memang siapa di dunia ini yang tidak tergiur dengan harta dari Keluarga Mavendra, salah satu crazy rich Asia, pastinya dia pun menginginkan itu semua." Ungkap Anna.


"Haaaahhhh, tidak semua orang tergila-gila akan harta nona Anna yang terhormat." Jawab Askar dengan tenang.


"Darimana kau memiliki pemikiran seperti itu, apa kau sendiri tahu sifat kakak Rea seperti apa ?." Balas Anna menunjuk ke arah Askar.


'Dari pada kau bertanya aku tahu atau tidak, kau bisa melihatnya langsung kakak lelaki dari Rea yang ada tepat di depan matamu sekarang.' pikir Askar sendiri.


"Mana aku tahu. Kok tanya sama aku." Balas Askar santai.


Hanya saja Anna tidak menyukai ucapan Askar..."Itu, itu, sebuah ucapan untuk melarikan diri dari kesalahan."


Seakan Anna berniat melempar piring karena kesal dengan cara bicara Askar, cepat Ryan menghentikan tindakan itu, karena bisa membuat keributan di dalam restoran, selain itu juga, Anna akan membuang-buang makanan yang belum sempat dia makan.


"Tenanglah nona Anna, kau akan membuat makannya terbuang." Ryan coba menenangkan emosi Anna.


"Tapi aku benar-benar tidak suka dengan sikapnya."


Anna kembali duduk. Dia coba mengatur nafas agar tidak terbawa emosi menanggapi sikap Askar.


"Baiklah, aku merasa tidak ada artinya membicarakan sifat orang lain yang belum aku kenal."


"Padahal kau sendiri yang memulainya." Askar kembali menyindir.


Sekali lagi Anna mengelus dada.


Ryan coba mengubah suasana... "Tapi jika aku lihat... Antara Askar dan nona Rea cukup mirip, apa mungkin Askar inilah kakak Rea yang hilang itu."


Anna tertawa terbahak-bahak, dia tentu menanggapi perkataan Ryan seperti sebuah lelucon.... "Darimana kau lihat mereka mirip, jelas sekali berbeda dari segi mana pun, ibarat langit dan bumi."


Askar merasa tersinggung, tapi ketidakpercayaan Anna membuat dia sedikit lega. Hanya saja untuk Ryan, Askar tidak menganggap jika tebakannya adalah kebetulan semata.


Kemampuan seorang mantan anggota militer untuk menganalisa informasi dari sekitarnya memang sangat tajam. Mereka baru kenal tidak lebih dari tiga hari yang lalu. Hanya dengan sedikit informasi itu, Ryan bisa menebak dengan benar.


"Nona Anna, memang jika aku lihat dari penampilan nona Rea dan Askar cukup berbeda, tapi untuk beberapa hal, keduanya cukup mirip."


Anna tertarik..."Contohnya."


"Cara mereka melihat dengan serius dan juga sifat mereka saat tidak sedang bercanda." Jawab Ryan yang memang memperhatikan keduanya.


Anna coba memahami ucapan Ryan dan memang benar, keduanya akan menjadi sosok lain dengan sifat dingin ketika kesal atau pun serius.

__ADS_1


__ADS_2