Janji Dari Masa Lalu

Janji Dari Masa Lalu
Mata dibalas mata


__ADS_3

Begitu selesai Waze memberi perintah, delapan orang mafia dengan senjata yang siap tidak ragu lagi untuk menarik pelatuk dan mulai menembak ke arah Askar.


Hanya bermodalkan kemampuan mata yang bisa melihat kecepatan peluru, Askar menghindari setiap lintasan arah peluru datang secara beruntun, mustahil bin ajaib, tapi memang semua tembakan tidak ada satu pun nyangkut di tubuh Askar.


Karena bisa dipastikan dalam lima detik tembakan peluru secara beruntun ada 30 sampai 50 peluru melesat.


Menolak percayalah namun benar terjadi, tanpa rekayasa, setingan, apa lagi editan, Askar menunjukan diri dengan sebuah kemampuan di luar nalar manusia biasa.


"Apa kalian sudah selesai ?." Bertanya Askar dengan tersenyum santai.


Mereka yang terkejut setelah beberapa saat bengong kini coba menarik pelatuk senjata namun itu percuma...."Sial kita tidak membawa peluru tambahan."


"Itu sungguh sangat di sayangkan." Balas Askar.


Tapi tetap ada tembakan lain yang di lepaskan oleh Waze tidak berarti apa pun, karena Askar hanya perlu memiringkan kepala dan peluru lewat begitu saja.


"Mata dibalas mata, kalian ingin membunuhku, maka aku pun akan membunuh kalian." Ucap Askar dengan tegas.


Askar sadar bahwa sekarang tidak ada alasan untuk membiarkan mereka lolos tanpa luka. Mereka yang berniat mencari masalah dengannya tentu harus di balas setimpal dan tidak perlu minta kembalian.


Lima orang datang dan berdiri mengelilingi Askar, seakan tidak membiarkan ada celah untuknya lolos. Itu yang mereka pikirkan, tapi sayang, angan-angan tetaplah menjadi angan-angan.


Mereka beranggapan jika dua orang tidak mampu mengalahkan Askar, maka lima harusnya cukup. Dan berawal dari satu pukulan yang datang, Askar menghindar dan membalas secara telak, itu sudah melempar tubuh lawan dengan mudah namun masih di berikan bumbu penyedap berupa butir peluru sebagai pelengkap kematian mereka.


Orang lain maju dan membalas, Askar menangkis, perut pun menjadi samsak tinju bebas hingga mut'ah kemudian kejang-kejang dan tidak lupa pula tembakan peluru menembus kepala.


Ada pun tiga lainnya mulai ragu menyerang, Askar tidak membiarkan ada yang pergi. Sebuah tendangan horizontal melempar tiga orang sekaligus, itu bukan masalah besar. Bahkan jika kaki Askar diadu dengan kaki kuda, kuda yang dia tendang langsung pincang.


Sentuhan terakhir dari peluru Askar menewaskan ketiganya yang tergeletak di lantai. Hanya tersisa tiga orang termasuk Waze, ketua dari kelompok mafia yang membuat masalah kepadanya.


Namun ada pula tujuh Assassin yang tidak menunjukkan niat menyerang, Askar tetap waspada dimana mereka adalah lawan merepotkan dengan kemampuan bertarung bukan sembarangan.

__ADS_1


"Kalian berdua serang dia." Waze memberi perintah dengan keras.


Tapi setelah melihat tujuh teman mereka yang tidak bisa mengalahkan Askar, dua orang itu sudah menunjukan wajah ketakutan untuk berhadapan langsung, tanpa perduli hal lain.


Tanpa banyak bicara mereka berdua segera berlari pergi dan berniat meninggalkan gedung demi mencari selamat.


Waze tidak pernah membiarkan siapa pun pergi dari kelompoknya, dan letusan senjata sengaja dia tembak kepada mereka berdua, peluru menembus punggung, bisa dipastikan mereka tewas oleh temannya sendiri.


"Kelompok mafia Walker tidak membutuhkan pengecut seperti kalian." Ucap Waze bersikap kejam.


"Kau benar-benar tidak pandang ampun rupanya, tapi apa kau yakin mampu mengalahkan ku." Askar terus saja mengejek Waze.


"Tidak perduli apa, aku akan membunuhmu." Ucap Waze saat membuka jas dan melonggarkan dasinya.


Askar yang berdiri di depan Waze. Sosok Waze memiliki tubuh kekar besar dengan tinggi hingga 190 centimeter dan otot-otot tebal itu tentu menunjukan bahwa dia memiliki tubuh terlatih. Meski jika dibandingkan dengan Ryan atau musuh-musuh Askar lain, kemungkinan Waze tidaklah sekuat mereka.


Askar yang hanya setinggi hidungnya itu, siapa pun orangnya akan menganggap bahwa fisik menjadi faktor penentu kemenangan. Semua tidak berlaku dihadapan Askar, karena dibalik julukan sebagai Assassin yang terkuat, ada rahasia penting yang tidak diketahui oleh siapa pun.


Askar berlari mendekat dengan cepat, kekuatan kaki yang mampu melompati pagar tiga meter jelas sangat terlatih. Hanya perlu beberapa detik, Askar sudah berdiri di depan Waze.


Kepalan tangan melayang tepat menuju wajah Waze, Askar tidak ragu menghantamkan satu pukulan kuat yang bisa saja membuat lepas kepalanya.


Tubuh Waze terdorong mundur cukup jauh, berguling-guling di tanah namun itu masih belum cukup membunuhnya. Dia memiliki fisik seperti seorang tentara, dan tidak bisa Askar kalahkan hanya dengan satu kali serangan.


Meski begitu mulut Waze mengeluarkan darah, pandangan berkunang-kunang dan pusing, tapi dia berusaha bangkit. Sedangkan Askar sudah berdiri di hadapan Waze.


Perlawanan Waze belum berakhir, dia menendang tubuh Askar tepat, meski Askar sempat menahan dengan kedua tangan, tapi kekuatan Waze cukup besar hingga mungkin setara seperti seekor banteng.


"Untuk ukuran bocah seperti mu, kau sangat luar biasa, daripada mencari masalah dengan keluarga Walker, bagaimana jika kau ikut bergabung bersamaku disini." Waze memberikan tawaran kepada Askar.


Tapi Askar tertawa...."Itu tidak membuatku tertarik, karena kedatangan ku disini memiliki alasan, yaitu menghabisi kalian semua."

__ADS_1


"Jangan bercanda, kau ingin menghancurkan keluarga mafia Walker, kau akan menyesal Askar, asal kau tahu, kekuatan koneksi dari keluarga Walker sangatlah mengerikan."


"Lantas apa aku peduli dengan hal itu ?." Tatapan mata tajam Askar sudah menjawab semua perkataan itu.


"Dari pada kau menjadikan keluarga Walker sebagai musuhmu, bergabung denganku di sini, aku pastikan kau akan mendapat semua kemuliaan yang tidak pernah kau miliki."


"Apa kau sudah selesai dengan omong kosong mu ?, Jika sudah, sekarang kau cukup diam dan berdoalah agar dosa-dosa mu diampuni." Balas Askar.


Tidak ada lagi yang perlu Askar bicarakan, dia kembali berlari dan melepas dua temmbakan ke arah dua kaki milik Walker. Fisik luar biasa, dimana meski peluru menembus dagingnya, Waze masih mampu Berdiri.


Tapi tidak hanya itu, saat kepalan tangan Waze datang untuk menghantam, Askar segera melompat mundur sehingga pijakan kaki Waze menjadi goyah.


Rasa sakit luar biasa dari luka timah panas membuat Waze jatuh bersimpuh lutut, dan Askar melepas dua tembakan lagi ke arah dua tangannya.


Sebelum tubuh Waze jatuh, tangan Askar datang dan mencekik lehernya. Cengkraman erat mendorong Waze untuk dihantamkan ke tanah.


Waze tetap mencoba untuk melepas cengkraman tangan Askar, dia meronta-ronta, memukul wajah Askar, namun kekuatannya sudah lenyap karena peluru yang menembus tangan Waze.


Semua yang Waze lakukan tidak berarti apa pun hanya menunggu kematian karena kuat tangan Askar membuat tulang lehernya hancur dan kehabisan nafas.


Kini yang tersisa dari orang-orang di sekitar Askar hanya tujuh Assassin, dimana mereka diam di tempat dan tidak memiliki niat untuk melawannya.


"Aku beri kalian semua kesempatan, pergi dari sini dalam tiga hitungan, atau aku habisi kalian semua seperti mereka." Ancam Askar.


Tentu para Assassin itu sadar seberapa mengerikan lawan yang harus mereka hadapi sekarang. Sebelumnya ketujuh Assassin melihat bagaimana hal mustahil terjadi, dimana tembakan peluru pun tidak mampu menghentikannya.


Hingga saat Askar mulai menghitung..."Satu... Dua.... Ti..."


Para Assassin itu lenyap dari hadapan Askar tanpa ada niat untuk melawan.


"Pilihan yang bijak." Balas Askar sendiri.

__ADS_1


Langkah Askar pun pergi, masuk kedalam lift dan menekan tombol untuk naik lantai atas, dimana George Walker berada.


__ADS_2