
Askar Fazril, itu adalah nama palsu yang dia gunakan untuk tinggal di Amerika. Tidak hanya indentitas di kartu tanda penduduknya saja. Begitu juga dengan ijazah, paspor, akte kelahiran dan kartu keluarga. Semua sudah dia ubah menjadi orang lain oleh bantuan guild 'Alba Dorata'.
Nama aslinya adalah Noe, Noe Mavendra, anak pertama Dirgan Mavendra yang harus menjalani hidup penuh kesengsaraan bersama ibunya setelah di buang dari keluarga Mavendra.
Mungkin tidak ada satu orang pun akan percaya, jika hidup yang dijalaninya sekarang adalah kesempatan kedua setelah Askar tewas terbunuh.
Lebih tepatnya Askar sudah melakukan renkarnasi untuk kembali ke masa lalu, sehingga dia bisa mengubah alur cerita takdir kehidupan yang di penuhi penyesalan.
Semua penyesalan yang Askar bawa itu mengarah kepada satu tujuan, yaitu menghancurkan keluarga Mavendra. Sumber dari kepahitan hidup bagi dirinya.
Di hidup pertama Askar, sang ibu mengalami depresi berat setelah kehilangan segalanya, termasuk juga perpisahan dengan Rea. Hingga terlalu lama menahan semua penderitaan, sang ibu lebih memilih untuk mengakhiri hidup dengan menggantung diri.
Setelah kematian sang ibu itulah, Askar memilih jalan hidup sebagai Assassin, membunuh orang-orang yang bersalah untuk menerima hukuman atas semua perubahan mereka.
Hingga di kehidupan kedua Askar sekarang...
Berbekal kemampuan membunuh dari kehidupan sebelumnya sebagai seorang Assassin. Askar beranggapan bahwa hidupĀ di kesempatan kedua ini akan mudah, ibarat sebuah ujian sekolah demi kelulusan dan Askar sudah tahu kunci jawabannya.
Namun hidup Askar memang menjadi lelucon, takdir tidak membiarkan semua berjalan lancar, seberapa keras dia mencoba untuk mengubah jalan cerita, penyesalan itu tetap datang, dia harus menerima kenyataan bahwa sang ibu tidak lepas dari kematian.
Satu-satunya janji kepada ibunya yang tersisa untuk dia penuhi adalah bertemu dengan Rea.
(Note : cerita lengkapnya bisa di baca di 'Pembalasan dendam dari masa depan'.)
Askar tiba-tiba saja terbangun setelah suara alarm yang berdering keras.
Memijat kening yang pusing dengan perasaan tidak nyaman oleh kilas mimpi di dalam tidurnya.
"Sudah lama aku tidak memimpikan itu...." Gumam Askar sendiri.
Rutinitas sehari-hari berlangsung seperti biasa, beranjak dari tempat tidur Askar segera mandi untuk membersihkan diri kurang lebih selama sepuluh menit, kecuali jika mengalami kondisi tertentu, maka itu akan berlangsung dua puluh menitan.
Dari apartemen kecil di pinggiran kota Boston yang dia sewa dua ribu lima ratus dollar perbulan, sudah termasuk biaya listrik, air dan juga wifi, Askar berangkat menuju universitas Harvard untuk bekerja sebagai Cleaning servis.
__ADS_1
Semua yang dia miliki sekarang tentu berkat bantuan seseorang, dia adalah Salma Cortez, istri dari kepala keluarga Cortez. Termasuk juga untuk membuat Askar masuk ke dalam pekerjaan di universitas Harvard, itu pun tidak lepas dari kekuatan orang dalam yang menjadi teman dekat Salma.
Penyamaran Askar ini yang membuatnya bisa melihat Rea lagi, meski tidak mungkin untuk dia mengumandangkan diri dan mengatakan secara langsung kepada Rea, jika dia adalah kakak kandungnya.
Dimana Askar harus menjaga rahasia ini agar tidak diketahui oleh orang lain, karena sejak awal musuh Askar ada di dalam keluarga Mavendra. Akan menjadi masalah ketika mereka tahu kebenaran dari persembunyiannya di dekat Rea.
Berperan sebagai seorang cleaning servis, Askar sangat totalitas dalam bekerja, selain menginginkan gaji tanpa perlu mempertaruhkan nyawa, dia juga tidak ingin di pecat jika dianggap malas-malasan.
Ketika Askar melihat ada dosen akan lewat, dia segera memasang senyum palsu dari kemampuan poker face.
"Selamat pagi profesor...." Sapa Askar yang tersenyum dengan natural.
Setelah Askar berkeliling dan melihat sekitar gedung fakultas bisnis, dia tidak menemukan Rea. Beranjak pergi keluar, tanpa sengaja Anna lewat. Namun apa yang dia dapat ketika mata mereka saling bertemu. Anna membuang muka.
Wanita itu masih menaruh kebencian tentang hari kemarin, tentu Askar tidak berharap apa pun untuk mendapat kebaikan Anna, tapi untuk sekarang dia adalah orang yang paling tahu tentang Rea.
"Hei wanita, aku tidak melihat Rea bersama dua hari ini, apa yang terjadi ?, Apa dia sedang sakit ?."
Tapi "Jangan berlagak sok perhatian, kau sendiri yang menolak Rea, kenapa sekarang kau sangat khawatir."
"Hmmm baiklah, Rea pulang ke rumahnya di millis untuk bertemu dengan ayahnya."
Sejenak Askar diam... "Itu akan menggangu studinya."
"Huh ?, Apa kau bodoh ?, Sekarang teknologi sudah canggih, Rea bisa mengikuti pembelajaran tanpa harus datang ke kampus. Meski pun itu mengurangi nilai kehadirannya, tapi bukan masalah untuk Rea karena dia tinggal menyelesaikan tugas laporan saja." Anna dengan kesal bicara.
"Benarkah ?."
"Sudahlah, aku masih punya urusan, kau pikirkan saja bagaimana nantinya kau akan mendapat masalah dengan ayah Rea." Anna pun pergi.
Tanpa perlu menunggu nanti pun Askar sudah memiliki masalah dengan keluarga Mavendra, hanya saja, jika Dirgan tahu keberadaan Askar ada di tempat ini, jelas akan membuatnya kerepotan.
Selesai dengan urusan pekerjaan Askar pun pulang.
__ADS_1
Dia memiliki agenda yang harus di lakukan untuk makan ini, sebuah misi penjagaan anak dari keluarga Swalldwon di acara penggalangan dana.
Ponsel Askar berdering, nama kontak bertuliskan 'gadis Emo' muncul di layar.
[Kirimkan aku alamat rumahmu, aku akan menjemputmu.]
"Itu tidak perlu, biar aku saja yang datang ke situ."
[Memangnya kenapa, bukankah lebih efisien jika aku datang ke sana agar kau tidak perlu keluar ongkos naik taksi.]
"Ya kau benar sih, tapi....."
Askar jelas merasa enggan, karena jika dia tahu tempat tinggalnya sekarang, bisa dipastikan wanita emo itu akan setiap hari bertamu dan mungkin juga mabuk-mabukan.
[Sudahlah, kirimkan saja alamatnya.]
"Baiklah...." Meski enggan Askar tetap melakukan.
Tapi bukan berarti dia bodoh, lokasi yang dikirimkan kepada Elissa tentu bukan tempat tinggal Askar sebenarnya, itu hanya berbeda dua blok, kurang lebih seratus meter.
Merapikan diri dengan tuxedo formal dan beberapa tambahan make up untuk penyamaran, mungkin juga lebih seperti dia hanya memaksimalkan ketampanan agar menjadi sosok berbeda dari seorang cleaning servis.
Tepat setelah beberapa menit dia berada di titik penjemputan, sebuah mobil Feriarri merah secara tiba-tiba berhenti.
"Aku yakin kau mempermainkan ku lagi Askar." Kata Elissa dengan kesal.
"Kenapa kau berpikir seperti itu."
"Karena tidak mungkin, kau tinggal di kantor polisi." Balas Elissa dengan wajah yang rumit.
"Apa perlu aku perlihatkan kamarku di dalam." Balas Askar tersenyum santai.
"Tidak terimakasih, cepat kau masuk, atau kita akan terlambat."
__ADS_1
Tanpa perlu menunggu apa pun, Askar segera masuk dan mobil Feriarri itu tancap gas bahkan sebelum Askar memakai sabuk pengaman.