
George Walker, seorang pria gemuk yang gemar menikmati waktu dengan cerutu, wanita dan juga miras. Di dalam ruangannya sekarang pun sudah ada beberapa wanita berpakaian tipis duduk di atas sofa selagi merayu pria gemuk itu.
Kemewahan yang George Walker miliki dari bisnisnya di dunia gelap sebagai germo dan juga perdagangan manusia, tentu membuat hidup semua anggota keluarga Walker tidak kurang sedikit pun.
Tapi dari itu semua, satu hal yang membuat keluarga Walker mampu bertahan di dalam persaingan para mafia dunia gelap adalah dia masihlah seorang kerabat dari salah satu keluarga pendiri organisasi Guild Assassin.
Semua yang hidup dan bekerja di dalam dunia gelap tahu seberapa kuat bekingan di belakang keluarga Walker. Dimana masing-masing pendiri memiliki kekuatan, kekayaan dan kekuasaan di wilayah mereka.
Itu adalah keluarga Halfield.
Seperti halnya Keluarga Cortez yang menjadi mafia besar di negara Italia dan menguasai dunia gelap di separuh daratan Eropa, tentu bersama perkumpulan keluarga mafia lain di bawah kekuatan mereka.
Keluarga Halfield adalah mafia penguasa di daratan Amerika yang membawahi belasan mafia lain untuk bekerja bersama mereka di dalam satu asosiasi mafia seluruh Amerika serikat.
Tapi tidak hanya mereka berdua, ada delapan lainnya... .
Klan Xian dan klan Feng dari China,
klan Akayomi dari Jepang,
keluarga Abbas dari timur tengah,
Keluarga Leonardo dari Amerika latin.
Keluarga Stalingrad dari Rusia.
Keluarga Michael dari Jerman.
Dan keluarga Jayanaga dari Asia tenggara.
Mereka semua adalah sekelompok mafia yang di sebut sebagai dewan tertinggi pendiri guild Assassin di seluruh dunia gelap.
George seakan tidak peduli soal kabar jika ada penyerangan di lantai bawah, dia mempercayakan semua kepada asistennya, Waze.
__ADS_1
Beranggapan bahwa hanya orang bodoh yang merasa hebat karena melawannya, dimana semua akan selesai sebelum George turun untuk pulang.
"Tuan George apa anda tidak khawatir soal perkelahian di bawah." Ucap satu wanita sedikit gemetar.
Tapi santai George menanggapi...."Khawatir ?, Untuk apa ?, Aku memiliki banyak orang yang cukup kuat, bahkan dulu kami sudah pernah berperang dengan keluarga mafia lain, dan lihat... Mereka tunduk di bawah kekuasaan ku."
"Sepertinya itu benar, mungkin hanya kekhawatiran ku saja yang berlebihan."
"Sudahlah jangan terlalu dipikirkan, kalian ada di sini bersamaku dan aku jamin semua akan beres tanpa ada masalah." Balas George.
Tangan George mulai meraba-raba setiap inci bagian tubuh melewati kain tipis yang menutupi aset pribadi para wanita penghibur itu. Mereka tidak akan menolak, meski dirasakan jijik ketika orang tua gemuk itu terlihat seperti Ba*bi di musim kawin.
"Tuan.... Tuan George." Panggil wanita di sebelahnya.
George melihat ke arah wanita itu yang sekarang menunjukkan wajah rumit... "Apa ?. Kau masih khawatir soal perkelahian di bawah, sudah aku katakan tidak perlu takut karena semua akan beres."
Tapi bukan itu jawabannya, melainkan satu tunjukan jari mengarah ke depan.
George menolehkan pandangan mengikuti arah yang di tunjuk, dan menang satu orang sudah duduk di atas sofa selagi menikmati buang anggur dengan santai.
Melihat noda darah di jas lelaki asing itu, George sadar bahwa dia termasuk dari orang-orang yang berada di darah. Namun apa yang dia tahu, tidak pernah ada bawahan bersikap kurang sopan saat duduk di sebelahnya.
"Siapa kau, turunkan kakimu dari meja dan bersikaplah sopan di depanku." Tegas ucapan George marah.
Tapi lelaki itu tertawa keras...."Siapa aku ?, Hmmm kau tidak perlu tahu, dan juga berkata soal sopan atau tidak, kau jelas tidak mencerminkan manusia yang memiliki urat malu karena sudah telan*Jang saat aku ada di sini."
George mengambil senjata yang tergeletak di atas meja dan mencoba melepas tembakan, namun belum sempat dia menarik pelatuk, lelaki asing itu sudah lebih dulu menembakkan senjatanya untuk membuang pistol di tangan George.
Melihat tindakan Askar, semua wanita yang berkumpul di sekitar George berteriak keras, wajah ketakutan karena bisa saja mereka ikut terkena tembakan.
Tanpa peduli soal penampilan mereka yang hanya menggunakan pakaian dalam tipis bahkan transparan dan ada sedikit lubang di tengahnya, mereka berlari pergi keluar.
Namun ada satu wanita yang masih berada di dalam ruangan, dimana saat itu juga, sebilah pisau ditariknya keluar dari balik celah dada yang saling berhimpitan.
__ADS_1
Askar tidak terkejut, bahkan sebaliknya Askar merasa tertarik, karena dia memiliki daging cukup tebal sehingga bisa menjadi kantong ajaib untuk menyimpan senjata tanpa ketahuan.
Senyum mengejek ditunjukkan dengan santai, karena wanita itu jelas bukan Assassin kelas atas, mungkin hanya Assassin magang atau masih dalam masa training untuk melaksanakan tugas penjagaan, sekaligus teman bermain untuk George.
Gerakan wanita itu cukup cepat dan memiliki refleks bagus, dimana dia bisa mendekat ke arah Askar dalam beberapa detik, namun kecepatan tangan Askar jauh lebih tinggi. Sebelum pisau berada dalam jangkauan satu meter, Askar memberi tendangan ke atas, sehingga pisau terlempar dan jatuh.
Kejutan itu membuat dia hampir jatuh, tapi segera Askar menangkap dan menarik paksa untuk duduk di sebelahnya, tangan melingkar di pinggang, menekuk paksa agar tidak bisa melawan.
"Aku tidak pernah senang untuk melawan seorang wanita, tapi selama kau tidak menjadi melawan dan diam saja, aku akan membiarkanmu tetap hidup."
Mendengar ancaman Askar, jelas dia mengangguk patuh tanpa berani memberontak lagi.
"Bagus ..."
Beralih ke tempat George, Askar mengantongi kembali senjata kedalam saku, dia tidak perlu menggunakan peluru untuk membunuhnya, cukup dengan tangan kosong itu sudah bisa membuat George tewas.
Duduk di atas meja, tangan Askar datang dan mencengkram leher George dengan kuat. ... "Mari kita mulai, pembicaraan kita tuan George."
"Apa yang kau inginkan, apa kau Assassin yang dikirim oleh musuh ku."
"Hmmm Ya, seperti itulah..." Meski itu kebohongan tapi bisa menjadi alasan tepat untuk mengkambinghitamkan orang lain.
George ketakutan namun dia berusaha mengancam...."Apa kau tahu, jika kau membunuhku, dewan tertinggi tidak akan membiarkanmu pergi begitu saja."
"Memang siapa kau berani mengancam ku..." Balas Askar yang sudah menatap tajam ke mata George.
"Asal kau tahu. Aku adalah keponakan dari sepupu pamannya mertua yang memiliki hubungan dengan kakak ipar laki-laki putra ketiga di keluarga Halfield salah satu dewan kursi tertinggi."
Askar bingung untuk memahami urutan tali persaudaraan yang di miliki oleh George Walker ini, tapi satu jawaban pasti darinya.. "Aku tidak peduli, karena aku hanya ditugaskan untuk menghabisi nyawamu."
Askar cukup tahu siapa sosok dari keluarga Halfield dan para dewan tertinggi itu karena bagaimanapun dia juga pernah berada di guild Assassin milik keluarga Cortez.
Tapi kemarahan Askar karena sudah melibatkan Rea di dalam bisnis mereka adalah satu kesalahan fatal dan Askar akan membunuh siapa pun untuk menyelesaikan masalah ini.
__ADS_1