
Di dalam sebuah mobil yang melaju perlahan melewati pepohonan rindang seperti berada di tengah hutan, satu wanita tertawa terbahak-bahak selagi menerima panggilan dari seseorang.
"Noe, apa yang kau rencanakan memang sangat efektif untuk membuat keluarga Mavendra kebakaran jenggot. Dalam 48 jam kita bisa mendapat 21 % saham di perusahaan mereka." Ucap Salma dengan suasana hati yang senang.
[Ini barulah langkah awal untuk mulai menjalankan rencana pembalasan dendam ku.... Tentu aku tidak akan memberi kemuliaan kepada musuh-musuh ku.]
"Aku merasa senang karena tidak menjadi salah satu musuhmu, Noe."
[Tentu saja, aku adalah orang yang akan membalas kebaikan orang kepadaku dua kali lipat lebih banyak, dan akan membalas keburukan musuh ku berkali-kali lipat.]
"Jadi kapan kau akan kembali, aku dengar jika Adikmu akan wisuda dalam waktu dekat ini."
[Mungkin Minggu depan, aku memiliki banyak barang-barang yang harus aku bawa pulang.]
"Aku sudah mempersiapkan semua yang kau butuhkan Noe, identitas palsu dan juga kau sudah terdaftar di universitas bersama Alesa."
[Terimakasih atas semua bantuan anda nyonya Salma, aku akan membawa beberapa oleh-oleh nanti.]
"Kalau begitu aku nantikan oleh-oleh mu."
Salma menutup panggilan telepon dari Noe, dimana mobil yang membawanya kini sudah sampai di tujuan. Sebuah rumah mewah berada di tengah hutan.
Tidak ada tetangga atau pun toko toserba di sekitarnya, hanya satu rumah mewah itu saja berdiri, tapi memang seluruh hutan di bukit ini adalah milik salah satu keluarga dari dewan tertinggi asosiasi guild Assassin.
Sudah terparkir lima mobil di sekitar halaman rumah, dimana artinya bukan hanya Salma yang menjadi tamu. Karena apa yang Salma lakukan di tempat ini adalah untuk menghadiri sebuah pertemuan rutin setiap tahun sebagai perwakilan keluarga Cortez.
Salma turun dari mobil bersama dua pengawal pribadi. Mereka berjalan menuju pintu masuk dan satu penjaga di sana sayang untuk menyapa.
"Selamat datang nona Salma, silakan masuk para dewan tertinggi asosiasi guild Assassin sudah menunggu anda di dalam." Ucapnya sopan.
"Aku tahu, antarkan saja aku ke kedalam." Balas Salma.
__ADS_1
"Baik nona Salma, silakan masuk."
Satu rumah yang di miliki oleh keluarga mafia kelas atas dan juga anggota dewan tertinggi asosiasi guild Assassin benar-benar luar biasa mewah, ada banyak barang-barang dengan karya seni ciptaan orang terkenal.
Tapi ruangan yang Salma tuju bukan lah ruang tamu, mereka di bawa masuk dan turun ke bawah tanah menggunakan lift.
Sebuah tempat tersembunyi dan juga pertemuan keluarga mafia sangatlah rahasia tentu mereka menjamin segala keamanan dan keselamatan para tamu.
Setelah pintu ruang di bawah tanah dibuka menggunakan akses retina mata.
Salma bisa melihat ada lima orang sudah menikmati waktu dengan minuman dingin, kudapan mahal dan juga cerutu berkualitas.
Mereka yang sudah sayang adalah..
Keluarga Halfield dari Amerika serikat.
Klan Xian dan klan Feng dari China,
keluarga Abbas dari timur tengah,
Keluarga Stalingrad dari Rusia.
Sedangkan, Keluarga Michael dari Jerman, Keluarga Leonardo dari Amerika latin, dan keluarga Jayanaga dari Asia tenggara belum hadir.
Tapi satu orang melihat Salma dengan senyum mengejek, tidak ada yang perlu di khawatirkan jika mereka memiliki niat jahat. Karena secara jelas ada peraturan bagi siapa pun tidak membuat keributan selama acara pertemuan.
"Jadi keluarga Cortez menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab soal guild kepada orang luar. Sungguh menggelikan." Ucap satu lelaki berambut pirang itu dengan nada tidak menyenangkan.
Namun Salma tetap tersenyum penuh kesabaran, dia masih menjunjung tinggi aturan di tempat ini agar tidak membuat keributan.
Salma menarik mengambil kursi di sebelah lelaki itu dan menjawab perkataannya... "Jangan bicara seperti itu tuan Andrew Halfield, meski pun aku hanya orang luar yang mendapat status sebagai seorang istri dari Antoni, tapi saat ini, aku tetap menjadi bagian di keluarga Cortez. Jadi bukan hal aneh ketika seorang suami menyerahkan sepenuhnya soal guild istrinya."
__ADS_1
"Itulah yang membuatku merasa jika keluarga Cortez sekarang menjadi semakin lemah. Karena para lelaki di sana takut dengan istri mereka." Andrew Halfield tertawa keras sebagai bentuk ejekan kepada Salma.
Senyum di wajah Salma tidak berubah, meski pun dalam hatinya penuh emosi untuk perkataan dari lelaki yang pandai menghina.
"Tuan Andrew, tolong jaga caramu berbicara, kau seperti ingin mencari masalah dengan keluarga Cortez. Jika itu urusan pribadi selesaikan di lain hari. Karena sekarang kita masih berada di acara penting." Salma memberi ultimatum kepada Andrew.
Tapi sebagai salah satu mafia yang menguasai negara paman Sam, dia tidak memiliki rasa takut untuk mencari masalah dengan keluarga Cortez.
Lepas dari itu, Andrew Halfield kini diam, dan Salma melihat sekitar.
"Ngomong-ngomong, aku belum melihat keluarga Jayanaga, apa mereka akan terlambat, atau memiliki kepentingan lain sehingga tidak hadir."
Kepala keluarga Stalingrad menjawab... "Aku pun tidak tahu, tapi menurut kabar yang aku dengar, keluarga Jayanaga sedang mengalami krisis cukup besar, mungkin itu bisa menjadi alasan kepada keluarga Jayanaga tidak hadir sekarang."
"Tapi itu tidak menjadi alasan, meski mengalami krisis, keluarga Jayanaga selalu konsisten di acara pertemuan."
Seketika itu pintu utama aula kembali terbuka, dimana sekelompok orang berjalan masuk penuh wibawa, mereka adalah kepala keluarga Jayanaga. Dan tepat di belakang kepala keluarga Jayanaga, satu orang asing yang bukan bagian dari anggota dewan tertinggi asosiasi guild dunia.
Hanya saja, apa yang dilakukan oleh kepala keluarga Jayanaga membuat semua orang di dalam ruang pertemuan terkejut. Dimana dia memberikan kursi miliknya untuk menjadi tempat duduk bagi satu sosok yang mengikutinya dari belakang.
Tapi diantara anggota dewan tertinggi asosiasi guild dunia, hanya satu orang yang mengenal sosok itu, dia adalah Salma, karena bagaimanapun juga mereka berasal dari negara yang sama.
Raden Wijaya Cokro Hadi Prabu Mavendra, atau dikenal juga sebagai sosok Prabu Mavendra, salah satu anggota tertua di keluarga Mavendra. Dia juga adalah musuh utama Askar, dalang dari tragedi pembunuhan keluarga Sanghinan.
"Mister Jayanaga, siapa dia ?." Tanya tuan Feng.
"Tuan Feng dan juga semua dewan yang ada di sini, biar aku jelaskan sekarang, beliau ini adalah Raden Wijaya Cokro Hadi Prabu Mavendra, kalian bisa memanggilnya, prabu Mavendra dan mulai saat ini, aku menyerahkan kursi dewan tertinggi asosiasi guild dunia kepada tuan Prabu Mavendra." Jawab kepala keluarga Jayanaga.
Salma terkejut akan pernyataan dari kepala keluarga Jayanaga, dan menang benar, semua ini terjadi dimana keluarga Mavendra sudah menguasai sebagian besar aset milik mereka.
Tapi ini adalah satu hal yang buruk, karena pembalasan dendam Noe kepada keluarga Mavendra akan menjadi lebih sulit.
__ADS_1
(Note : jilid ke dua telah selesai.... Dan jilid ke tiga akan terbit di bulan Maret, karena ada kesibukan yang lebih banyak di dunia kerja, terimakasih.)