Jejak Takdir

Jejak Takdir
Kisah Nyonya Cilawagi


__ADS_3

"Ayo kita menyimak cerita nyonya Baby Cilawagi, kamu akan menyukai ini," bisik Garin.


Napas Garin di telinga Saras terasa mengalir di bawah kulitnya.


Aku sudah melakukannya, pikir Saras dalam hati.


Nyonya Baby Cilawagi menyisihkan cangkir tehnya. Saat dia berbicara, suaranya berbisik. "Akan membosankan jika aku hanya menceritakan kisah dalam film, mari aku ceritakan sebuah kisah nyata tentang hantu dan cinta."


Saras mengintip sekilas ke arah Garin.


“Kita sebut saja dia Mawar,” Baby Cilawagi mengumumkan, “ Mawar berusia sekitar enam puluh lima tahun, dia tiba-tiba mulai mengalami kejang dan sakit kepala parah. Dia mulai mencium bau aneh, dan yang lebih aneh lagi, dia mulai teringat kilas balik kenangan lama yang tidak dapat dijelaskan.


Khawatir dengan otaknya, wanita tersebut mencari nasihat medis, namun para dokter bingung. Akhirnya, mereka memberinya MRI dan kemudian melihat beberapa pola seperti cincin di sisi kanan otaknya.


Selama empat tahun, cincin-cincin itu berpindah dari satu sisi otaknya ke sisi lain. Akhirnya, pada tahun berikutnya, dokter membuka tengkoraknya dan menemukan beberapa cacing pita sepanjang 3 sentimeter.


Ketika dokter memeriksa cacing tersebut, mereka menemukan bahwa cacing tersebut adalah spesies yang disebut Spirometra erinaceieuropaei.


Yang lebih aneh lagi, cacing pita ini biasanya tidak sampai ke tubuh manusia. Namun, dokter menduga wanita tersebut mungkin tertular cacing pita dari daging atau air yang terinfeksi saat melakukan perjalanan ke sebuah negara di Asia.


Namun meski begitu, bagaimana ia bisa hidup di otak manusia selama empat tahun?


Nah, cacing jenis ini menyerap nutrisi melalui kulitnya, nutrisi seperti lemak. Dan seperti yang dijelaskan oleh New Scientist , 'Jaringan otak kaya akan asam lemak' Lezat...."


Di sini, Nyonya Cilawagi berhenti dan memandang mereka.

__ADS_1


"Hal terburuk yang dialami oleh Mawar bukan hanya tentang cacing yang bersarang di otaknya, tapi kembalinya sebuah kenangan lama yang paling ia takuti dalam hidupnya.


Mawar adalah anak satu-satunya dalam keluarga. Ketika ia berniat untuk merantau, ayah dan ibunya melarang niatnya itu dengan keras. Namun, Mawar juga dengan tegas menentukan nasibnya sendiri."


Nyonya Baby Cilawiga kembali menyesap teh di cangkir sebelum melanjutkan kisahnya.


"Mawar akhirnya berangkat meninggalkan kampung halamannya dan menaiki sebuah kapal raksasa menuju negeri yang jauh.


Mawar, ditemani seorang bibinya membeli tiket penumpang kelas satu. Perjalanan itu diperkirakan memakan waktu sekitar sepekan.


Dimalam kedua di atas kapal, Mawar secara tidak sengaja bertemu Nangka, seorang pria tampan dari kelas ekonomi.


'Mas Nangka' itu panggilan akrab yang Mawar berikan pada pria kelas bawah dengan logat medok itu.


Mawar dan Nangka menjadi akrab tanpa diduga. Mawar dengan lugas menceritakan tujuan perjalananannya dan keinginannya untuk kabur dari pantauan bibinya begitu kapal merapat nanti.


Mawar yang muak dengan kehidupannya yang terkekang tiba-tiba berlari seorang diri menuju ke belakang kapal untuk melompat dari kapal tersebut, ditambah setelah satu jam lebih mendengarkan nasihat-nasihat Nangka dengan logat Jawa-nya yang kental membuatnya ingin mengakhiri segalanya segera.


Untungnya, Nangka segera memergokinya sebelum Mawar benar-benar melompat. Setelah dibujuk Nangka sedemikian rupa, Mawar setuju untuk tidak melompat, tetapi kakinya malah tergelincir dan Nangka dengan sigap menarik Mawar kembali ke atas kapal.


Area yang diarungi kapal merupakan samudra yang sangat dingin. Tidak heran Mawar yang hanya menggunakan daster malam itu terlihat begitu kedinginan di balik selimut setelah Nangka menyelamatkannya.


Kepanikan karena tergelincir di kapal ditambah dinginnya angin malam Samudra bagian Utara tentu saja berpotensi membuat Mawar masuk angin. Nangka dengan sigap meramu secangkir teh hangat di kamarnya untuk Mawar dan juga sebungkus minuman orang pintar. Membawanya keujung kapal untuk dihidangkan pada gadis kenalannya itu.


Merasakan ketulusan dari seorang pria......," Nyonya Cilawagi menggantung kalimatnya sejenak.

__ADS_1


"Dia jatuh cinta," katanya lembut.


Untuk sesaat, Saras bertanya-tanya apakah Nyonya Cilawagi mengacu pada mereka.


Alis Nyonya Cilawagi sedikit terangkat, seolah dia sedang membaca pikiran Saras, dan Saras mengalihkan pandangannya.


Nyonya Cilawagi melanjutkan. "Walau berusaha menjaga jarak dengan Nangka, Mawar nyatanya ngga mampu menghilangkan rasa cintanya kepada Nangka yang datang entah darimana.


Ketika Nangka sedang berdiam diri di ujung kapal. Mawar datang menghampirinya dan mengajak pria itu untuk “terbang”, dengan berani Mawar meminta Nangka memeluknya dari belakang, merentangkan tangan mereka bersama-sama, hingga adegan itu berlanjut dengan adegan ciuman pertama mereka.


Setelah Nangka dan Mawar melakukan ciuman pertama mereka, Mawar meminta Nangka untuk melukisnya. Enggak hanya sekadar dilukis biasa, Mawar ingin dilukis tanpa mengenakan sehelai benang pun dan hanya mengenakan kalung Heart of the Ocean di lehernya. Nangka dan Mawar sama-sama terlihat grogi selama proses melukis tersebut.


Mawar harus berdiam diri cukup lama dalam keadaan tanpa pakaiam sampai Nangka dapat menyelesaikan lukisannya.


Selama proses itu tentunya Mawar sangat rentan terkena masuk angin karena tubuhnya sama sekali tidak dilindungi oleh pakaian sedikit pun.


Nangka yang menyadari itu berinisiatif mendekat ditengah-tengah kegiatan melukisnya untuk menyerahkan selimut agar Mawar dapat merasa sedikit hangat.


Namun,..... saat itulah seekor setian dan selirnya lewat dan kedua makhluk durjana itu menyempatkan diri untuk berbisik pada telinga kedua manusia yang jarang berdoa itu, "sssttt... wahai cucu Rojak dan Partono... ini adalah waktu yang baik untuk saling anu menganukan.... hihihihihihi......ayo lakukan, lakukanlah..."


Hasutan itu segera merasuki pikiran Mawar, gadis itu menggeliat lembut di tempatnya berbaring. Gerakan yang membuat jantung Nangka kekurangan asupan oksigen seketika.


Sementara Nangka berusaha menguasai pikirannya agar tetap sadar, tiba-tiba punggungnya didorong oleh selir setian yang tidak sabaran hingga membuat pria itu terjerambab tepat diatas tubuh polos Mawar.


Dan dengan itu adegan anu-anuan yang diharapkan akhirnya tidak terelakkan lagi."

__ADS_1


"Bagaimana, apa kalian dapat menikmati ceritaku sejauh ini?" Tanya Nyonya Cilawagi.


Garin menggeser tubuhnya saat Saras mencengkram lengannya semakin erat. Udara malam itu tiba-tiba terasa seperti naik beberapa derajat bagi Garin.


__ADS_2