
...🌬️🍂Rasa sakit adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan....
...Terkadang, ia mungkin menjadi bagian yang dominan, sementara pada saat lain tidak begitu mendalam....
...Tetapi tak bisa dipungkiri, rasa sakit merupakan bagian integral dari rangkaian teka-teki besar kehidupan,...
...seperti harmoni dalam musik dan tantangan dalam permainan.🍂...
Garin Antonio menyusuri Kartini Saleha, sebuah jalan sempit kendaraan berliku-liku yang mengikuti aliran Kaliuntung. Jalan ini dulunya dikenal dengan nama Jalan Mawar Melati Semuanya Indah, namun secara resmi berganti nama menjadi Jalan Kartini Saleha sejak dikeluarkannya Keputusan Gubernur Gaja Raya nomor 123.4/Kep.567-Pemotda/2003 mengenai penamaan jalan.
Awalnya dinamai untuk menghormati seorang wanita yang pernah mengelola salah satu rumah bordil paling terkenal di Gajakarta Barat, jalan itu membentang panjang melewati bekas pemukiman penduduk lokal dan juga Tempat Pemakaman Umum Jeruk Limau yang terkenal dengan keangkerannya. Salah satu urban legend paling terkenal di tempat tersebut adalah cerita mengenai hantu kuntilanak hitam yang konon menghantui area sekitar makam.
Selama masa penjajahan, pemerintah saat itu memutuskan untuk memindahkan kuburan tersebut guna membangun jalan raya dan terowongan. Kabarnya, saat proses pemindahan jenazah, para pekerja menemukan salah satu jenazah yang masih utuh.
Beberapa waktu kemudian dari hari itu, salah seorang anggota tim yang terlibat dalam penggalian makam mengaku telah mengalami pengalaman yang menyeramkan. Dia mengaku telah dimarahi oleh sesosok hantu wanita berpakaian hitam dan berwajah mengerikan.
Semenjak itu, beredarlah isu tentang kehadiran kuntilanak hitam yang sering memarahi warga yang melintas di sekitar area tersebut. Diceritakan, kuntilanak hitam ini adalah sosok wanita cantik yang dulu tinggal di sebuah desa kecil. Wanita tersebut dikenal sebagai sosok yang pemarah dan mudah tersinggung bernama nona Rina.
Dalam cerita yang beredar, nona Rina tersebut pernah terlibat dalam pertengkaran sengit dengan tetangganya karena merasa tersinggung. Karena sangat marah, wanita cantik itu kemudian pergi berjalan tergesa-gesa di pematang sawah yang licin ditengah hujan lebat sambil menyebut-nyebut dan mengutuk tetangganya tersebut.
__ADS_1
Namun, naas bagi nona Rina, ketika dia berteriak memohon agar penguasa alam menghukum tetangganya yang membuatnya marah dengan sambaran petir, justru petir langsung menyambar tubuh cantiknya dan menyebabkannya meninggal ditempat.
Konon, jasad nona Rina itulah yang kemudian menjadi kuntilanak hitam yang berkeliaran di malam hari, menampakan diri dan memarahi siapapun yang melintas.
Tak hanya itu, menurut juru kunci makam tersebut, saat malam tiba, sering kali terdengar suara tangisan dan rintihan kesedihan yang tak diketahui sumbernya. Suara-suara misterius itu terdengar seperti berasal dari dalam kompleks pemakaman, namun ketika dia mendekati sumbernya, suara itu seakan menghilang entah ke mana.
Beberapa warga yang berani mencoba menyelidiki fenomena ini, mengaku merasakan atmosfer yang aneh dan gelap di sekitar makam tersebut saat malam hari. Meskipun begitu, belum ada yang dapat mengungkapkan dengan pasti dari mana asal suara-suara menyedihkan tersebut.
Isu tentang kehadiran roh penasaran ini semakin menambah ketakutan dan cerita mistis yang mengelilingi area makam dan jalan tersebut. Meskipun tak ada bukti konkret, cerita-cerita ini terus menghantui pikiran orang-orang yang tinggal di sekitar tempat tersebut.
Ketika Garin masih kecil dulu, cerita-cerita seram tentang tempat itu membuatnya enggan pergi ke mana pun di dekat lokasi tersebut.
Truk-truk kayu berat dan bermuatan penuh, bergemuruh di atas aspal hitam itu baik pada siang hari maupun malam hari, dan para pengemudi cenderung meremehkan belokan berbahaya di sepanjang jalur tersebut. Sebagai pemilik rumah di salah satu komunitas di pinggir jalan itu, Garin telah belajar untuk menerapkan batas kecepatan dan waspada selama bertahun-tahun guna menghadapi tantangan dan risiko yang ada.
Tak seorang pun, kecuali Maudy, yang mendengarkannya saat ia berbicara tentang jalan ini.
Jalan ini selalu membuatnya terus memikirkannya.
Garin mengeluarkan sebatang rokok lagi, menyalakannya, lalu menurunkan kaca jendela mobil. Saat udara hangat bertiup di dalam mobil, gambaran sederhana tentang kehidupan yang mereka jalani bersama muncul di benaknya, namun seperti biasa, gambar-gambar itu terus mengarah ke hari terakhir mereka bersama.
__ADS_1
Ironisnya, dihari itu Garin pergi hampir sepanjang hari, pada hari Minggu. Dia pergi memancing bersama Sutrisno. Garin meninggalkan rumah pagi-pagi sekali, dan meskipun dia dan Sutrisno berhasil pulang dengan tangkapan beberapa ekor ikan mujair, itu tidak cukup untuk menenangkan hati istrinya, Maudy.
Ketika Garin sampai di rumah, wajah Maudy berlumuran kotoran, dia meletakkan tangannya di pinggul dan memelototinya. Maudy tidak mengatakan apa-apa sama sekali, dia tidak perlu mengucapkan kata-kata. Cara dia memandang Garin telah mengungkapkan banyak.
Keesokan harinya, kakak laki-laki Garin dan ipar perempuannya akan datang dari seberang pulau untuk berkunjung. Maudy bekerja keras di sekitar rumah, berusaha menyiapkan semuanya untuk menyambut para tamu.
Namun, situasinya menjadi semakin sulit karena anak mereka terbaring di tempat tidur, Raka, sedang sakit flu, yang membuat Maudy memiliki tanggung jawab ekstra untuk merawatnya. Tapi bukan itu yang menyebabkan kemarahannya, Garin sendirilah yang telah menjadi penyebabnya.
Meskipun Maudy tidak mengatakan bahwa dia keberatan jika Garin pergi memancing, tapi sebenarnya dia telah memintanya untuk mengurus pekerjaan pekarangan pada hari Sabtu agar dia tidak perlu khawatir tentang itu.
Namun bagi Garin, tugas-tugas rumah tangga telah mengganggu rencananya, ia dengan sedikit sengaja telah melewatkan tugas hari Sabtu begitu saja. namun alih-alih merasa menyesal, Garin tetap memilih untuk pergi keluar pada hari Minggu.
Mungkin karena perasaan lelah atau keinginannya untuk bersantai sejenak, Garin tetap melanjutkan rencananya tanpa memedulikan kekhawatiran Maudy.
Sutrisno terus menggodanya sepanjang hari--" Kamu kayanya akan tidur di sofa malam ini, Pak"--dan Garin tahu Sutrisno mungkin benar.
Tapi pekerjaan pekarangan adalah pekerjaan pekarangan dan memancing adalah memancing. Sepanjang hidupnya, Garin tahu bahwa baik saudara laki-laki Maudy maupun istrinya tidak akan peduli apakah ada terlalu banyak rumput liar yang tumbuh di kebun.
Selain itu, Garin telah berkata pada dirinya sendiri, dia akan mengurus semuanya ketika dia kembali, dan dia benar-benar berniat untuk melakukannya. Awalnya, dia tidak bermaksud pergi sepanjang hari, tetapi seperti kebanyakan hal, ketika dia menikmati memancing, satu hal telah mengarah ke yang berikutnya, dan dia lupa sepenuhnya tentang waktu.
__ADS_1
Tidak disengaja, waktu terus berlalu, dan akhirnya, dia menyadari bahwa dia telah menghabiskan waktu lebih lama daripada yang dia rencanakan.