Jejak Takdir

Jejak Takdir
Pernikahan?


__ADS_3

Setengah jam sebelum Garin harus pulang untuk kembali berpakaian dan bekerja, Garin, Saras, dan Raka menyempatkan untuk berjalan-jalan, seperti yang dijanjikan Garin pada Raka.


Untuk pakaian, ya... mereka harus pulang untuk kembali berganti pakaian karena ternyata tidak hanya Raka yang mengotori pakaiannya, tapi Garin juga.


Mereka berjalan menuju ke ujung blok dan memasuki kawasan hutan di depan perumahan. Raka meraih tangan Saras dan membimbingnya melewati hutan kecil itu, sambil tertawa-tawa, dan saat menyaksikan mereka berjalan di antara pepohonan, Garin perlahan-lahan menyadari ke mana semua ini akan mengarah.


Meskipun dia tahu dia mencintai Saras, dan dia tersentuh karena Saras memilih untuk berbagi keluarga dengannya.


Namun hal yang paling ia sukai adalah rasa kedekatan, suasana liburan, cara kerabatnya menanggapinya dengan santai, dan ia yakin bahwa ia tidak ingin undangan ini hanya sekedar undangan tersendiri dan berakhir begitu saja.


Saat itulah Garin pertama kali berpikir untuk meminta Saras menikah dengannya, dan begitu ide itu muncul di benaknya, dia merasa hampir mustahil untuk menolaknya.


Di depan, Saras dan Raka sedang melempar batu ke sungai kecil, satu demi satu. Saat merasa cukup Raka kemudian kembali berjalan, dan Saras mengikutinya.


"Ayo!" dia berteriak. "Kami sedang menjelajah!" seru Saras.


"Ya, Ayah, cepatlah!" Panggil Raka.


"Aku datang--kamu ngga perlu menunggu! Aku akan menyusul." jawab Garin.


Dia tidak terburu-buru melakukannya, tetap berjalan dengan ritme semula.

__ADS_1


Sebaliknya, Garin terus tenggelam dalam pikirannya saat mereka terus bergerak semakin jauh, akhirnya menghilang di balik hutan lebat.


Garin memasukkan tangannya ke dalam saku.


"Pernikahan," gumamnya.


Tentu saja, hubungan mereka masih dalam tahap awal, dan dia tidak berniat berlutut di sini dan saat ini untuk mengajukan pertanyaan itu lada Saras.


Pada saat yang sama, dia tiba-tiba tahu bahwa akan tiba saatnya dia akan melakukannya juga.


Saras tepat untuknya, dia yakin akan hal itu. Dan dia luar biasa saat bersama Raka. Raka sepertinya mencintainya, dan itu juga penting, karena jika Raka tidak menyukainya, Garin bahkan tidak akan mempertimbangkan apa yang mungkin terjadi di masa depan bersama Saras.


Dan bersamaan dengan itu, sesuatu di dalam berbunyi klik, sebuah kunci terpasang dengan rapi ke dalam gemboknya. Pas!


Dengan keputusan ini, tanpa sadar dia merasa dirinya rileks.


Garin tidak bisa melihat Saras atau Raka saat dia melewati sungai, tapi Garin mengikuti arah yang terakhir kali dia lihat. Semenit kemudian dia berhasil menemukan keberadaan Raka dan Saras, dan ketika dia menutup jarak di antara mereka, dia menyadari bahwa dia tidak pernah sebahagia ini selama tahun-tahun belakangan ini.


*


*

__ADS_1


*


Dari makan siang di hari ulang tahun ayahnya Saras hingga pertengahan Desember, Garin dan Saras semakin dekat, baik sebagai sepasang kekasih maupun sebagai teman, hubungan mereka berkembang menjadi sesuatu yang lebih dalam dan permanen.


Garin juga mulai memberikan petunjuk tentang kemungkinan masa depan mereka bersama.


Saras tidak buta terhadap apa yang sebenarnya dimaksud oleh kata-kata dalam perbincangan mereka, bahkan, dia mendapati dirinya menambahkan komentarnya sendiri dalam beberapa kesempatan.


Seperti hal-hal kecil-- ketika mereka berbaring di tempat tidur, Garin pernah menyebutkan bahwa menurutnya dindingnya harus dicat ulang, Saras memberi saran bahwa warna kuning pucat mungkin terlihat ceria dan mereka memilih warna tersebut bersama-sama.


Atau Garin akan menyebutkan bahwa taman memerlukan warna dan dia akan mengatakan bahwa dia selalu menyukai bunga camelia, dan itulah yang akan dia tanam jika dia tinggal di sini.


Pembicaraan-pembicaraan yang kerap melibatkan kata "kita".


Akhir pekan itu, Garin menanam lima jenis bunga di sepanjang bagian depan rumah. Dan tidak lupa ia mengisinya dengan beberapa batang camelia.


Saat Garin mengunjungi toko bunga, ia mendapatkan sedikit cerita menarik tentang bunga itu. Bunga camelia memiliki arti yang sangat dalam, yaitu melambangkan penyatuan antara laki-laki dan perempuan. Banyak yang percaya, petal bunga yang halus dan berlapis-lapis melambangkan seorang perempuan. Kelopak hijau yang menopang mahkota melambangkan dari seorang laki-laki yang melindungi kekasihnya. Menurut cerita sang penjual, hahkota dan kelopak camelia tersebut akan tetap bersama-sama bahkan setelah mati dan layu.


Salah satu camelia yang Garin beli dalam kondisi berbunga, sebatang camelia dengan bunga merah bertumpuk yang sangat cantik. Tidak heran jika negara bagian Alabama kemudian menjadikan camelia sebagai bunga resmi mereka. Bunga itu benar-benar cantik.


File itu tetap tersimpan di lemari, dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama, bagi Garin masa kini tampak lebih hidup daripada masa lalu.

__ADS_1


Namun yang tidak diketahui oleh Saras maupun Garin adalah meskipun mereka siap untuk melupakan masa lalu, berbagai peristiwa akan segera bersekongkol untuk membuat hal tersebut menjadi mustahil.


...•••••••🔹•••••••...


__ADS_2