Jejak Takdir

Jejak Takdir
Hantu Lele


__ADS_3

Nyonya Baby Cilawagi kembali pada kisah yang ia bawakan.


"Menyaksikan mangsanya terbawa suasana, setian dan selirnya tertawa riang dan berlalu untuk mencari mangsa baru.


Sepeninggal setian, Mawar dan Nangka melanjutkan percakapan mereka, seolah tidak ada lagi hal yang layak ditutupi diantara mereka.


Mawar kemudian mengakui bahwa alasan utama kepergiannya adalah karena orang tuanya adalah pembaca setia nopel onlen yang terobsesi untuk menjodohkan putrinya dengan seorang pria kaya raya. Mawar telah bertunangan dengan seorang pria bernama Ical, seorang pria yang tidak dia cintai.


Dari percakapan itu Nangka menawarkan alternatif rencana mereka untuk melarikan diri bersama. Dan keesokan harinya kedua insan itu mulai melancar aksinya untuk melarikan diri dari kapal.


Saat itu pukul 3 dini hari....," Nyonya Cilawagi menarik napas panjang dan kembali menatap kedua pendengarnya.


Kali ini, Garin menarik Saras agar lebih dekat dengannya. "Bagaimana, apa kamu menyukainya sejauh ini?" dia berbisik mengulangi kalimat yang sempat dilontarkan Nyonya Cilawagi sebelumnya.


"Ssst," jawab Saras. "Aku rasa kita sudah sampai pada bagian hantunya."


" Nangka mencuri sebuah sekoci dari deck sekoci. Menyamarkan dirinya dalam kostum ikan lele, Nangka mengendap-endap dan secara perlahan menurunkan sekoci ke sisi kapal yang tengah bergerak. Mawar yang datang sedikit terlambat karena kesulitan memakai kostum sponge cuci piring, berusaha membantu Nangka dalam menurunkan sekoci yang hampir menyentuh air." Nyonya Cilawagi melanjutkan.


"Namun, tiba-tiba..... DUMM!


Sebuah dentuman besar dari hulu kapal menyebabkan guncangan ke seluruh badan kapal dan tanpa diduga menjatuhkan Mawar dan Nangka menuju air menyusul sekocinya.


Karena jatuh dari ketinggian, sekoci yang menampung mereka terbalik dan membuat keduanya harus berjuang sekuat tenaga untuk membalik sekoci itu lagi dan menaikinya.


Saat itulah dari sisi kapal orang-orang berjatuhan bagai remahan rempeyek. Dan, siapa yang menduga, bibi dari Mawar jatuh tepat ke dalam sekoci yang mereka tumpangi.

__ADS_1


BUGH...!


Nangka berhasil menangkap tubuh bibi berdaster dalam dekapannya.


Dalam detik-detik yang bergerak lambat, pandangan Nangka dan bibi saling tertaut. Kecantikan bibi dari Mawar telah menghipnotis seorang Nangka yang tak beriman.


Perlahan, seolah waktu berhenti disekitar mereka... bibir keduanya saling mendekat untuk merapat......, " Nyonya Cilawagi menggerakkan kepalanya perlahan ke arah Saras.


Saras memalingkan wajahnya pada Garin sekilas. Ada perasaan kesal terselip di sana.


Baby Cilawagi tersenyum miring.


"Awal pertemuan bibi dan Nangka dalam kostum lele yang begitu berkesan sehingga mereka melupakan bahwa ada Mawar di sana.


Dihadapan Mawar, adegan ciuman Nangka dan bibi seolah dikoreografikan dengan rumit namun berjalan cukup baik, keduanya terlihat menikmati ciuman satu sama lain. Bibir kecil bibi terbuka, seolah menunjukkan kepada Mawar siapa sebenarnya yang sedang memimpin, dan siapa yang menekan. Remasan tangan Nangka di tengkuk bibi pun tidak luput dari pengamatan Mawar.


Saat itulah, kembali selir setian dan 2 temannya lewat dan berbisik...... 'hajar, Sis.... hajar, jangan kasih ampun! Masih terasa jejak enak anuanu kemarin, tapi liat sekarang... apa yang dia lakukan di depan matamu, Sis!' Desis selir setian di telinga Mawar.


Sementara, dua teman selir setian terus menambahkan semangat kedua insan yang tengah berciuman itu... 'Jangan kasih lepas Mas Nangkaaa... kamu hebaaat!'


Seperti kerasukan siluman harimau, Mawar dengan tidak terduga melompat dan menerjang kedua insan yang sedang beerciuman nikmat itu, hingga menyebabkan keduanya jatuh tak terkendali ke dalam air laut yang dingin.


Seketika kekacauan menjadi, Nangka dan bibi berjuang mendekati sekoci yang telah dikayuh menjauh oleh Mawar, namun tidak hanya Nangka dan bibi... ada puluhan penumpang lain yang terjatuh ke laut mencoba berebut sekoci dengannya.


Namun, keberuntungan milik Mawar. Dia berhasil menjauh dari orang-orang yang mulai menggila karena kelelahan dan panik yang mendera.

__ADS_1


Rasa perikemanusiaannya lenyap entah kemana, tidak ada perasaan belas kasihan pada nyawa-nyawa yang mengharapkan pertolongannya di sana.


Tapi keberuntungan tidak hanya milik Mawar seorang, disaat-saat genting, terombang-ambing di lautan dingin, pertolongan dari atas kapal datang untuk mereka yang masih mampu bertahan dari riak air laut. Banyak penumpang berhasil diselamatkan kembali masuk ke kapal. Mawar menyaksikan Nangka dan bibinya dalam kelompok yang berhasil diselamatkan.


Saat itulah keinginan untuk mengakhiri hidup kembali menghampiri Mawar. Dengan memejamkan mata, Mawar berdiri diujung sekoci dan menjatuhkan tubuhnya ke dalam air laut yang dingin.


BYUUR..... PRYAAT....


Dan sedetik kemudian.... BOOOM!


Sebuah dentuman besar memaksa Mawar membuka kedua matanya dan menyaksikan kapal setinggi 53 meter itu tenggelam secepat kelereng ke dalam lautan luas. Banyak penumpang yang kembali berlompatan ke air dan berebut sekoci yang tak seberapa. Termasuk sekoci milik Mawar yang telah hanyut menjauhinya.


Saat dia sadar akan keberadaannya, Mawar menjadi panik, ia berusaha untuk berenang sekuat tenaga. Sekelompok orang dari atas sekoci menyemangatinya tanpa berniat membantu lebih. ' terus berenang... terus berenang... terus berenang.....!'


Sampai akhirnya Mawar menyadari hal lainnya, kostum sponge yang ia kenakan telah menyelamatkan nyawanya dari kedalaman dan dinginnya dasar laut. Dia mengambang.


Bertahun-tahun kemudian, orang-orang masih mengaku melihat pria dengan kostum lele berenang berpelukan dengan seorang wanita cantik berwajah beku di tengah laut atau tepian pantai. Dan yang aneh--bahwa hanya para pasangan muda yang sedang jatuh cinta yang dapat melihat hantu itu.


Kecuali, di mimpi Mawar. Hantu lele dan wanita cantik dengan wajah beku yang berusaha menariknya ke dasar laut datang tidak kenal waktu. Mimpi yang kemudian membuat Mawar harus menemui psikiaternya untuk waktu yang panjang."


Nyonya Cilawagi mencondongkan tubuh ke depan, tatapan nakal terlihat di matanya. Suaranya menjadi bisikan.


"Apakah kalian berdua akan melihatnya juga atau tidak, tergantung pada perasaan kalian satu sama lain."


Nyonya Baby Cilawagi memejamkan mata, seolah menceritakan kisah itu telah menguras tenaganya. Selama satu menit dia tidak bergerak, Saras dan Garin duduk membeku di tempat, seolah takut mematahkan mantranya. Sampai akhirnya wanita tua itudia membuka matanya lagi dan meraih tehnya.

__ADS_1


__ADS_2