Jodoh Terpaksa ,Karena....

Jodoh Terpaksa ,Karena....
ngobrol


__ADS_3

Irene segera keluar kamar saat Ibunya memanggil untuk makan malam.


"Ayah belum pulang Bu?"tanya Irene setelah sampai di meja makan tapi Ayah nya belum terlihat.


"Palingan bentar lagi"jawab Bu Ratna sambil menatap makanan,dan Irene pun membantu menyiapkan piring.


"Assalamualaikum"terdengar suara salam Pak Galang saat pintu depan seperti terbuka.


"Waalaykumsalam"balasIrene dan Ibunya berbarengan.


"Waah...udah siap niih!"ucap Ayah Irene sambil menarik kursi dan duduk menghadap meja makan di ikuti Irene juga Ibunya yang sudah selesai menyiapkan makanan.


"Ayo makan Yaah..."ajak Irene.


"Ok...jangan lupa berdoa dulu yaa"ucap Pak Galang sambil mengangkat kedua tangan nya untuk memimpin do'a makan,sedangkan Irene dan Ibunya hanya terdiam,setelah Pak Galang selesai berdoa maka acara makan pun di mulai dalam keheningan,karena mereka tidak suka jika makan sambil ngobrol.


"Ren... Ayah seneng lhoo tadi ngelihat kamu pakai jilbab kalo keluar rumah"ucap Pak Galang setelah selesai makan tapi masih di meja makan,sementara Irene dan Ibunya membereskan bekas makan mereka.


Irene pun tersipu malu saat mendengan ucapan Ayah nya,dan timbul rasa bersalah dengan semua perbuatan yang ditutupi nya.


"Alhamdulillah Yah...akhirnya Irene mau mendengan omongan Ibu,semoga seterusnya begitu,Istiqomah yaa nak!"ucap Bu Ratna sambil melirik Irene.


"Iyaa Bu....in sya Allah, do'akan terus Irene agar Istiqomah dan berusaha jadi anak yang bisa membawa Ibu sama Ayah ke surga..


aamiin!"ucap Irene sambil tetap mencuci piring.


"Pasti Doong sayang"


ucap Pak Galang sambil mengusap kepala anaknya setelah Irene selesai mencuci piring dan mereka pun menuju ruang tengah untuk ngobrol dan bercerita tentang kegiatan selama seminggu ini tidak bertemu.


"Ayah...


di tempat Ayah ada lowongan kerja gak?"tanya Irene setelah selesai ngobrol sambil bergelayut manja di bahu Ayahnya.


"Hhmm....kenapa gitu,


kamu mau kerja!"tanya Ayah nya lagi.


"ho'oh..."jawab Irene sambil memgangguk manja.


"mau kerja apa kamu nak?"tanya Ibunya yang juga penasaran.


"Apa saja Bu...yang sesuai sama ilmu yang udah Irene pelajari selama kuliah kemarin.


"Emang ada yah lowongan buat lulusan seperti Irene.?!"tanya Ibunya lagi.


"hmm....sebenernya gak ada,kan di tempat Ayah itu paling jadi marketing,

__ADS_1


memangnya kamu mau jadi marketing Ren?"tanya Ayah nya.


"Kalo jadi marketing ...


jualan dong yaah?"


"Iyaa dong,...


jualan ,nawarin product perusahan ke berbagai orang ,entah itu ke kantor-kantor,ke rumah,ke jalan-jalan,sambil bawa brosur dan proposal product.


gimana...mau gak!"tanya Ayah nya sambil memandang Irene yang terbangun dan bergeser duduknya saat mendengan penjelasan Ayah nya.


"Irene kan ambil jurusan akunting Yaah,masa jadi marketing,apa gak ada yang lain gitu lowongan nya.?"tanya irene dengan sedikit kesal.


"Kalo di bagian divisi Ayah seeh cuma itu lowongan nya,tapi gak tahu di bagian yang lain nya, Ayah belum tahu "


"Yaa udah nanti tanya ya Yah,siapa tahu ada,dan yang sesuai dengan bidang Irene"


Dan Pak Galang hanya mengangguk sambil merangkul anak dan istrinya,ada rasa rindu saat lama tidak bertemu karena alasan pekerjaan yang mengharuskan mereka berpisah sementara.


"ya udah kamu istirahat giih,dah malam"ucap ayahnya sambil mencium pucuk kepala Irene .


"Irene di usir niih...


kalian mau kangen-kangenan yaahh,hihihi"goda Irene sambil menutup mulut nya menahan senyuman dan melirik kedua orang tuanya penuh arti,dan langsung beranjak masuk kamar saat melihat tatapan Ibunya yang sinis tapi malu di goda anaknya.


Irene menutup pintu kamar nya dan duduk di kasurnya seraya meraih tas nya yang tergeletak di atas kasur.


perlahan Irene membuka amplop putih tersebut,dan tampak lah isi nya ada secarik kertas dan beberapa lembar photo.


Irene memperhatikan photo-photo tersebut,ternyata itu photo saat mereka ketemu di acara waktu mereka pertama kali bertemu,photo bersama teman-teman nya yang lain,tampak semua ceria,tertawa,bahagia ketika acara tersebut.


Irene pun tersenyum saat melihat photo-photo tersebut,dia teringat kembali ke acara tersebut,dan ternyata saat di perhatikan ternyata photo dia dan Andra,walau tidak berdekatan tapi setidaknya setidak nya selalu ada disetiap photo yang disimpan di ponsel Andra dan mencetaknya untuk di berikan kepada nya,ada sekitar lima lembar .


Irene mengusap photo tersebut dan menyentuh gambar Andra seraya bergumam.


"Tak kusangka ternyata kita jadi dekat dengan cara gak baik"


Tanpa di sadari mata Irene mengembung,dan berlinang hingga perlahan mengalir ke pipi.


Irene mengusap air mata yang mulai dirasakan jatuh.


"Apa yang kamu rasakan sebenarnya padaku Ndra?"bisik Irene .


Setelah puas memandangi photo,pandangan Irene beralih ke secarik kertas,dan mulai membuka nya.


"apa ini isinya?"

__ADS_1


Dan Irene pun mulai membacanya.


'*Bismillah...


Assalamualaikum Irene.


maaf...maaf...dan maaf yang ingin aku bilang ke kamu.


saya tahu pasti kamu kecewa setelah tahu ternyata aku gak datang menemui mu untuk memenuhi janjiku.


saya yakin pasti kamu marah dan menganggap aku ingkar dan menuduh aku pembohong.


Sungguh Irene ...saya merasakan apa yang kamu rasakan,aku pun paham jika kamu sampai membenci ku ,


Aku sengaja menulis surat ini dan berharap kamu membaca nya dengan cara datang ke rumahku untuk mencariku.


Irene ...aku pergi bukan rencanaku,


Irene ...bukan maksud ku lari dari tanggung jawabku.


Irene....jika kamu sudah datang ke rumahku semoga kamu mengerti dan hanya melalui surat ini aku ingin mengatakan bahwa aku akan tetap memenuhi janjiku.


semoga kamu paham dan bersabar.


Irene...satu hal yang ingin aku ucapakan bahwa* "Aku mencintaimu"


*sungguh Irene,kamu bisa lihat dari photo-photo yang aku kirim,itu awal kita bertemu tapi begitu banyak photo kamu yang aku ambil walau tidak hanya kita berdua.


Irene,...sebenernya aku pernah ingin menghubungi mu sesaat sebelum kepergianku,tapi nomer ponsel Ibu mu tidak aktif,karena memang aku gak tahu nomer ponselmu.


dan aku harap setelah ini aku harap kita bisa terus berkomunikasi.


hubungi aku di nomer 08xx xxxx xxxx.


dan kita bisa ngobrol banyak dan memahami penyebabnya.


Irene ...sekali lagi aku mohon maaf.


dan ku harap kamu memaafkan ku.


jangan lupa hubungi aku di nomer yang sudah aku kasih.


terima kasih.


Waalaykumsalamu Alaikum'


Andra Yudistira*.

__ADS_1


Irene menghela napas sambil melipat kembali surat tersebut,dan Irene pun menjatuhkan tubuhnya di kasur sambil terus memegang surat dari adiknya Andra yang sudah lipatnya.


"Huhh...!"


__ADS_2