Jodoh Terpaksa ,Karena....

Jodoh Terpaksa ,Karena....
akhirnya...


__ADS_3

"Oohh maaf maaf..."ucap si pemandu acara tadi ,karena memang dia tidak tahu kalau calon besan beserta calon mempelai pria nya belum datang,yang dia tahu bahwa tamu rombongan calon besan sudah datang,tapi dia lupa menanyakan kepada tuan rumah apakah yang datang itu keluarga inti atau hanya keluarga pendukung .


"Huuu...'


terdengar suara riuh dari kedua belah pihak keluarga yang di tujukan kepada si pemandu acara yang tidak lupa melipat kedua tangan di dadanya sambil membungkukkan badan nya tanda permintaan maaf atau kesalahan nya.


Akhirnya si pemandu acara kembali menghampiri teman nya untuk berkomunikasi dalam menentukan acara,sambil melirik jam di tangan nya juga melirik ke arah luar menunggu kedatangan rombongan inti.


Sementara di luar masih sabar menunggu,sedangkan Irene yang berada di dalam kamar masih gelisah tidak karuan,tidak ada raut wajah ceria yang di tampilan Irene hingga membuat Asti emosi.


"Irene....


lu kenapa seeh dari tadi kagak ada senyum banget di muka lu,


lu tahu gak,lu itu udah mirip gadis yang mau di kawin paksa oleh orangtuanya.


padahal kan cowok yang bakal ngelamar elu itu pilihan elu,harusnya elu seneng dong,


laaah ini dari tadi bengong mulu!


ampun daaah gua mah!"cerocos Asti sambil melipat tangan nya di pinggang dengan mulut mengerucut saking kesalnya di depan Irene yang masih duduk terdiam.


"Gimana gue gak gelisah ti,dari tadi kok gak ada kabar dari luar,katanya tamu udah pada datang,tapi kok gue gak di suruh keluar buat nemuin mereka"


akhirnya Irene buka suara juga untuk mengutarakan kegelisahan hatinya.


"Hahahaha..."


Asti tertawa setelah mendengar ucapan Irene.


"Jadi lu udah gak sabar ...


hahahaha...


Irene...irene..."Asti masih saja tertawa sambil menepuk nepuk pundak Irene.


"Paan sereh lu,berisik tahu!"Irene mencekik sambil menyingkirkan tangan Asti yang menepuk pundaknya,sambil sesekali melirik ke arah pintu kamarnya,ingin rasanya Irene mengintip keluar untuk mengetahui apa sebenarnya yang sedang terjadi disana.


"Sabar...sabar..."


"huuhh.."Irene menghembuskan napas untuk mengusir rasa gundah yang sedang melanda hatinya.


"Rombongan datang!"


teriak seseorang dari arah luar pintu utama memberitahukan kepada yang berada di dalam dan orang yang sudah berada di dalam pun serentak bangkit dari kursinya dan melihat ke arah pintu masuk.


Dan tidak lama kemudian masuklah seorang priq dengan penampilan gagah,rapi didampingi seorang wanita dengan penampilan glamournya tapi terlihat elegan dan cantik dengan senyuman bahagia,disusul oleh seorang pria muda ganteng,bersih dan rapi serta tinggi didampingi gadis muda cantik yang membawa sesuatu di tangan nya dengan senyum menawan dan ceria di susul juga dengan tamu lainnya yang penampilan nya tidak kalah glamaour dan elegan dengan membawa bingkisan di tangan nya.

__ADS_1


"Selamat datang ...


mari silahkan duduk di sini"


terdengar ucapan penyambutan dari si pemandu acara tadi yang sebelumnya sudah bertanya kepada tuan rumah supaya tidak ada kesalahan lagi jika yang sekarang datang itu memang calon besan nya.


Dan para tamu yang baru tiba pun mengikuti langkah si pemandu acara untuk duduk di tempat yang sudah di sediakan.


"Baik...


karena keluarga inti dari calon besan sudah tiba,tapi sebelumnya saya mohon maaf karena tadi ada sedikit Miss komunikasi,


jadi ...apakah acara sudah bisa di mulai Bapak Ibu...?"


tanya si pemandu acara yang kita sebut saja namanya Rafi meminta persetujuan dari kedua pihak keluarga dengan mengangguk ke arah keluarga besan dan kelurga tuan rumah.


Keluarga kedua belah pihak pun mengangguk tanda setuju jika acara boleh di mulai di karena waktu juga yang sudah mulai siang.


"Baiklah...


sebelumya mari kita mengucap bismillah terlebih dahulu sebelum kita mulai acara ini"


"Bismillahirrahmanirrahim..."terdengar suara riuh orang-orang mengucap bismillah.


"Baik.


terimakasih sebelumnya dan tidak lupa kita ucapkan puji syukur ke hadirat Allah Subhana wa taala,serta salawat dan salam kita curahkan kepada junjungan kita nabi Muhammad salaullahi alaihi wasallam...


"Dan pasti semua sudah gak sabar yaa...


baiklah semuanya kita mulai.


bagaimana Bapak Adrian apakah Bapak sudah siap?!"tanya Rafi sambil sedikit membungkuk untuk bertanya kepada pak Adrian yang sedikit gugup tetapi tetap mengangguk pertanda dia sudah siap.


"baik kalo begitu...


silahkan Bapak Adrian berdiri untuk memberikan sambutan sekaligus permintaan untuk melamar kepada pihak keluarga wanita!


silahkan pak?"ucap Rafi sambil menyerahkan mikropon kepada Pak Adrian yang menerima juga bangkit dari kursinya.


sementara yang lain tetap di posisi duduk nya sambil memperhatikan apa yang akan di lakukan pak Adrian.


"Baiklah...


Bismillah...


terima kasih,tapi sebelumnya saya mohon maaf kepada Pak Galang selaku tuan rumah juga calon besan saya jika saya terlambat datang,sementara keluarga besar saya yang lain sudah duluan!"ucap Pak Adrian sambil melipat kedua tangan nya yang bersatu dengan mikropon sambil sedikit mengangguk dan membungkuk ke arah keluarga pak Galang yang dibalas anggukan serta senyuman yang menandakan mereka tidak mempermasalahkan.

__ADS_1


"Terima kasih pak Galang....


tentu ini suatu kehormatan dan tentu suatu kebahagiaan karena saya bisa sampai dititik ini ,


di hari ini,di saat ini saya selaku orang tua dari Andra Yudistira ingin menyampaikan dan memohonkan permintaan anak saya yang ingin meminta putri dari Pak Galang yang bernama Irene Ayuningtyas untuk menjadi istri dari anak saya...


bagaimana pak Galang?"


papar Pak Adrian dengan sedikit nada serak karena menahan rasa haru atas apa yang diucapkan nya tadi.


walaupun dia seorang boss pemilik beberapa perusahaan yang biasa bicara di depan publik tapi saat bicara di acara ini rasanya berbeda dan sedikit gugup karena banyak rasa yang tercampur di dadanya.


"Alhamdulillah...


terima kasih pak Adrian yang sudah mengutarakan maksud nya..


sekarang giliran kita menunggu jawaban dari pihak keluarga Pak Galang.


silahkan pak Galang?"


Rafi kembali menyerahkan mikropon yang sudah di letakan di meja di depan pak Adrian yang sudah duduk kembali di kursinya sambil membuang napas lega setelah mengutarakan maksudnya.


sementara yang lain berbagai macam ekspresi,terlebih dengan pria muda yang berada di sebelah Pak Adrian terlihat gelisah dengan wajah menunduk tapi sesekali matanya melirik ke arah depan seolah menunggu juga mencari seseorang.


Sedangkan di sebelahnya si pemuda nampa seorang wanita yang justru terlihat binar kebahagian hingga tidak berhenti tersenyum dan sesekali melirik ke sebelah nya mengusap wajah si pria muda dan mengelus tangan nya.


"Bismillah...


Alhamdulillah..


terima kasih saya ucapkan kepada keluarga Pak Adrian beserta rombongan atas kedatangan nya juga niat baiknya.


sebagai orang tua yang mempunyai anak gadis tentu saya sangat bahagia karena bisa berada di moment ini,dimana putri saya di minta oleh pihak keluarga pria untuk menjadi istri untuk anaknya,terlebih yang meminta adalah keluarga Pak Adrian yang merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan tersendiri buat kami.


Tapi...


saya hanyalah orangtua yang ingin membuat anaknya bahagia,dan yang tahu tentang kebahagian anak saya itu tentu dia sendiri,jadi ..


keputusan di terima atau tidaknya lamaran ini tentu jawaban nya ada di putri kami sendiri.


bukan begitu Bu?"


Pak Galang menjeda bicara nya sambil melirik istrinya yang sudah mulai terharu sedang mengusap hidungnya yang mulai berair,karena bagaimana pun dia seorang ibu yang merasa akan kehilangan putri satu-satunya.


#


#

__ADS_1


Bagai mana...bagaimana


apa masih mau dilanjutin ?


__ADS_2