Jodoh Terpaksa ,Karena....

Jodoh Terpaksa ,Karena....
PHP atau khayalan


__ADS_3

"Mas...ini kita tinggal apalagi sekarang?"tanya Bu Ratna pada suaminya saat mereka sedang bersantai di hari libur .


"Kalo dari semua hal yang harus di persiapkan untuk acara akad pernikahan ,sepertinya semua sudah beres,tinggal nunggu kedatangan pihak keluarga sana saja datang ke sini secara resmi untuk melamar anak kita"jawab Pak Galang.


Bu Ratna pun mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti tapi sambil mengerutkan keningnya seolah sedang memikirkan takutnya ada yang belum di urus dan di bahas.


"Semoga aja yaa mas,semua berjalan sesuai rencana dan keinginan kita,bukan sekedar PHP atau khayalan kita doang ,


aku rasanya senang ,bahagia tapi juga sedih saat kita sebentar lagi akan melepaskan anak kita satu-satunya untuk menikah"ucap Bu Ratna sambil terbata dan berusaha menahan air mata ,walaupun itu air mata bahagia.


"Sebagai orang tua,tentu kita mengharap yang terbaik untuk anak kita,walaupun nanti Irene sudah bersama suaminya tapi doa kita sebagai orang tua jangan sampai putus untuk anak kita,karena cuma itu yang bisa kita lakukan setelah tanggung jawab kita diambil oleh suaminya"papar Pak Galang lirih karena dia pun tidak bisa memungkiri isi hatinya tapi tetap berusaha legowo karena memang itulah kenyataan nya,saat mempunyai anak perempuan yang sudah dewasa dan menikah,maka seluruh tanggung jawab akan menjadi hak suaminya.


"iyaa mas...


ngomong-ngomong Irene kemana yaa,kok gak kelihatan dari tadi pagi?"tanya Bu Ratna yang baru sadar kalau orang yang sedang di bicarakan tidak ada di rumah.


"Tadi bukannya dia pamit mau pergi ke rumah asti yaa...


dia tadi pamit sama aku saat kamu lagi di kamar mandi!"


"Oohh...


yaa udah yuk kita juga pergi,aku mau cari hadiah buat Irene !"ucap Bu Ratna sambil bangkit dari kursi sambil menarik tangan suami nya yang akhirnya ikut berdiri dan mengikuti langkah istrinya menuju kamar untuk bersiap-siap berangkat.


Tidak lama mereka pun keluar dari rumah dan memasuki mobil dan mobil pun meluncur meninggalkan rumah menuju lokasi tujuan.


Sementara Irene yang sedang berada di rumah Asti sepertinya juga sedang bersiap-siap untuk pergi ke suatu tempat yang berhubungan dengan persiapan pernikahan Irene.


"kita gak ngajak Indri gak Ren?"tanya Asti saat mereka sedang menuju jalan raya untuk mencari taksi.


"sepertinya gak usah deh...


biarin kita berdua aja dulu,ntar pas udah nyampe sana baru kita kabarin Indri!"balas Irene sambil terus berjalan.


"ok deh!"jawab Asti .

__ADS_1


Dan tidak lama kemudian taksi yang di tunggu pun akhirnya tiba,dan mereka pun segera naik sambil memberitahukan tujuan mereka ke Supit taksi tersebut dan supir pun mengangguk.


Setelah mereka berada di dalam taksi dan menutup pintu,maka taksi pun melaju dengan kecepatan sedang menuju lokasi yang mereka sebutkan tadi.


Sementara di kediaman Andra,mama Indira sedang sibuk dengan ponselnya yang seperti nya sedang berbicara dengan Andra.


"Andra...tolong jangan bikin Mama malu dengan keluarga Irene,kamu serius gak seeh ingin menikahi Irene,ini persiapan kita di sini sudah hampir rampung,tinggal nunggu kamunya!"terdengar suara Indira yang panik juga khawatir hingga nada bicaranya sedikit keras dan penuh penekanan,berbeda dari biasanya yang lembut dan ceria.


"Iyaa...tapi itu kan kata kamu di sana,sedangkan kami di sini mana tahu karena gak ngelihat,kami disini hanya minta kepastian,supaya tidak malu karena terlanjur janji dengan calon besan"kembali suara Indira masih terdengar keras dan ketus setelah mendengar jawaban dari sana.


"Yaa sudah...pokoknya mama pingin kamu tepati janji dan jangan bikin Mama merasa bersalah karena membela kamu di hadapan mereka."


Indira pun mematikan sambungan telepon nya sambil mengatur napas dan membuangnya dengan kasar,wajahnya masih terlihat kesal dan bingung setelah tadi dia berbicara dengan Andra.


Indira menghempaskan tubuhnya di kursi sofa sambil memijit keningnya dan sesekali melirik ponsel nya seolah ada keinginan untuk menelpon seseorang tapi ragu,hingga akhirnya ponselnya di lemparkan ke samping tubuhnya,dan Indira kembali membuang napas dengan kasar.


"Assalamualaikum...!"tiba-tiba terdengar suara Indri dari luar dan membuka pintu dan menghampiri mamanya.


"Waalaykumsalam!"jawab Indira sambil menengok malas ke arah Indri yang menghampirinya dan mencium punggung tangan mamanya.


"Gak pa pa dri,mama cuma bete aja di rumah sendirian,jadi bingung mau ngapain lagi"jawab Indira dengan malas,dan itu menambah rasa penasaran Indri .


"hhmm....


memangnya mama mau kemana,atau mau ada sesuatu yang membutuhkan bantuan Indri gitu?"tanya Indri berniat menggoda mamanya sambil terus memperhatikan mama nya dengan tersenyum.


"Ya udah kamu ganti baju sana,habis itu temani mama pergi"


"Oke..."jawab Indri sambil beranjak dari samping ibunya menuju kamar nya dengan melingkarkan jari telunjuk dan jempol.


Tidak lama mereka pun bersiap dan menuju mobil yang sudah di siapkan supirnya hingga mobil yang ditumpangi mereka pun meluncur menuju lokasi tujuan.


****


Andra menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil membanting ponsel ke tempat tidur setelah tadi berbicara dengan mamanya.

__ADS_1


Andra terlihat bingung dan prustasi.


"Yaa Allah aku harus gimana,aku tidak mau mengecewakan orang-orang yang ku sayang,tapi aku pun tidak mungkin lari dari tanggung jawabku disini!"


Andra mengusap wajahnya dengan kasar sambil bangkit dari duduknya dan berdiri dan bertolak pinggang tapi di lepas lagi dan berjalan mondar mandir tidak tentu arah.


tok tok tok....


Terdengar suara ketukan pintu dari luar kamarnya.


"Den...makan siang sudah siap!"


terdengar suara lelaki paruh baya yang biasa melayaninya di rumah tersebut.


"iyaa pak....


bentar saya kesana!"jawab Andra sambil mulai merapihkan diri supaya tidak terlihat kusut dan jadi pertanyaan orang yang melihatnya.


Andra pun membuka pintu kamarnya menuju meja makan yang sudah tersedia aneka makanan.


Andra menarik kursi dan duduk,sambil matanya melihat aneka makanan tapi fikiran nya melayang hingga dia bingung mau mengambil makanan yang mana.


Dan sikap Andra tersebut jadi perhatian lelaki yang dari tadi menunggu perintah Andra,tapi yang di tunggu malah seperti orang bingung.


"Aden kenapa...?


apakah ada yang salah dengan makanannya?


bukankah ini semua yang saya sediakan adalah makanan kesukaan den Andra?"tanya Pak Yogi memberanikan bertanya karena penasaran.


"oohh iyaa Pak maaf...


bukan gak suka tapi memang saya lagi kurang selera hari ini!"jawab Andra sambil akhirnya menyendok nasi dengan terpaksa .


"apa den Andra sakit?"pak Yogi terlihat khawatir.

__ADS_1


__ADS_2